Putri Buta

Putri Buta
Eps 67


__ADS_3

Bagian Selatan desa Anhui


Putra mahkota Qin Li juga sedang berpatroli berkeliling dengan menunggangi kuda.


Jaraknya yang belum terlalu jauh dari daerah berpatroli Zang Jingqin,


membuat putra mahkota Qin Li bisa mendengar suara pertarungan dari arah Timur. Karena dirinya dikaruniai pendengaran yang sangat tajam hingga bisa mendengar dari jarak ratusan meter.


"Sialan, sepertinya para pemberontak itu menyerang jenderal Zang dan Zang Jingqin. Aku harus segera kesana" Putra mahkota Qin Li mengumpat kesal.


Dia mencoba untuk kembali mendekati jenderal Zang dan Zang Jingqin agar bisa mengambil hati Xue Mei atau kembali


meminta jenderal Zang untuk menjodohkan Xue Mei dengan dirinya lagi.


Sungguh licik.


"Putar arah. segera pergi ke bagian timur dan barat desa Anhui, jenderal besar Zang Yuan dan jenderal muda Zang Jingqin sepertinya diserang oleh para pemberontak" ucap putra mahkota Qin Li kepada para perajuritnya.


"Sun Ming kau pergi kearah timur bantu Zang Jingqin dan aku akan pergi ke arah barat untuk membantu jenderal besar.Aku percayakan padamu" Titah putra mahkota Qin Li pada jenderal muda yang ikut bersama dengan nya.


"Baik Putra Mahkota" ucap jenderal muda Sun Ming dengan patuh.


kemudian dia menggunakan ilmu peringatan tubuh agar cepat sampai ke tempat Zang Jingqin. meninggalksn kuda yang tadi ia tunggangi.


"Kalian segera menyususl"


Wussss


putra Mahkota Qin Li menggunakan teleport meninggalkan para perajurit yang langsung membagi menjadi dua kelompok dan menyusul kearah barat dan timur.


*****


Sun Ming tak butuh waktu lama dia sudah sampai didaerah terjadinya pertarungan antara kelompok Zang Jingqin dan para pemberontak.


Tapi Sun Ming tidak langsung pergi membantu dia melihat terlebih dahulu kondisi yang ada di medan perang itu dengan bersembunyi di atas pohon yang cukup rindang.


Sun Ming mengedarkan pengelihatannua dari atas pohon keseluruh penjuru medan perang, banyak para perajurit dari Kerajaan Qin yang tewas disana.


Sun Ming langsung kaget saat melihat Zang Jingqin yang sedang bersandar pada pohon dengan tubuh yang sudah berlumur darah, dengan satu musuh yang menodong kan pedang dileher Zang Jingqin.


dilihatnya juga orang yang sedang menodongkan pedang itu tangan kanannya juga terluka.


"Sepertinya musuh kali ini sangat kuat, kaka saja sampai terluka sangat parah" ucap Sun Ming dengan pelan agar tidak ketahuan.


Dia sudah menganggap Zang Jingqin sebagai kakaknya dan panutannya


selama ini untuk menjadi seorang perajurit.


Sun Ming menatap kearah Zang Jingqin dengan tatapan khawatir, dilihatnya Zang Jingqin sudah tak berdaya sama sekali.


Sun Ming memegang busur yang ada di pundaknya dan memegangnya dengan erat, mengarahkan anak panahnya kearah orang yang sedang menodongkan anak panahnya itu.

__ADS_1


"Cepat sebutkan apa permintaan terakhir mu"


Samar-samar dia mendengar orang itu memberikan penawaran kepada Zang Jingqin.


Saat dia bersiap untuk melepaskan anakan panahnya, sun Ming melihat kalau Zang Jingqin menatap pohon tpat dirinya bersembunyi kemudian dilihatnya juga kalau Zang Jingqin sedikit terseyum kearah pohon itu.


" Sepertinya kaka menyadari keberadaanku, aku harus segera menyelamatkan dan segera mengobati lukanya" Batin Sun Ming.


Settt.... Anak panahan dilepaskan oleh Sun Ming dan meluncur dengan cepat kearah Yun.


Tingkkk.... Tapi sayang anak panah itu berhasil ditangkis oleh pedang Yun, ternyata dia sudah menyadari kehadiran orang lain di atas pohon.


"Percuma kau menyerangku secara sembunyi-sembunyi" Ucap Yun, kemudian dia berbalik dan menengadah melibatkan kearah pohon yang ditempati Sun Ming kemudian menatapnya sinis.


"Oh sithh" Sun Ming mengerang kesal ternyata dia sudah ketahuan.


Tanpa berpikir panjang Sun Ming


melompat turun dari atas pohon.


Zang Jingqin menatap kearah Sun Ming dengan tatapan sulit untuk diartikan, dirinya sudah tidak kuat lagi kesadarannya sudah semakin menipis.


tubuhnya sudah mati rasa, pengelihatan nya pun sudah mulai kabur.


Keadaanya sudah sangat mengenaskan bajunya sudah basah oleh darah dan lehernya sedikit tergores oleh pedang Yun sehingga mengeluarkan darah.


"Lepaskan dia" terdengar suara Sun Ming berteriak kepada Yun.


"Heh! jika kau menginginkan dia lawan aku dulu" Ujar Yun, kemudian dia menatap sun Ming dengan tatapan meremehkan.


Sun Ming mendengus kesal dia paling tidak suka jika ada orang yang meremehkan kekuatannya, kemudian sun Ming mendekat kearah Yun dengan tangan yang sudah memegang pedang dan busur yang tadi ia gunakan di kaitkan dipundaknya.


"Kau jangan meremehkanku, aku adalah salah satu jenderal muda yang ada di Kerajaan Qin" dengan berteriak Sun Ming menyombongkan gelarnya pada orang yang ada di depannya itu.


"Cih! sombong sekali, sini coba tunjukan apa kau pantas menerima gelarmu itu" ucap Yun mencoba memprovokasi sun Ming.


Sun Ming hayang berdecak keslahan, dia tidak mudah terprovokasi, karena dia sudah berlatih secara khusus


dengan jenderal Zang dan sudah banyak mendapatkan wejangan dari jenderal Zang. Bisa dibilang bawah Sun Ming adalah murid jenderal Zang.


Kemudian tanpa aba-aba sun Ming langsung berlari dan menyerang Yun.


Tingk.... tingk..... Beberapa kali serangan pedang Sun Ming berhasil ditangkis oleh Yun.


Ternyata benar kalau Yun bukan lah lawan yang mudah untuk di tumbangkan.


Berputar dan menendang semua bisa dihindari oleh Yun. "Lumayan, kau cukup hebat"..


Serangan terus Sun Ming layangkan kepada Yun tapi sia-sia semua serangan nya berhasil ditangkis oleh Yun.


Keadaan Zang Jingqin sudah semakin lemah, racunnya mungkin sudah menyebar ke seluruh tubuhnya, bibirnya sudah membiru. tapi dia masih mencoba untuk tetap sadar.

__ADS_1


" Aku harus tetap sadar, aku tidak akan mati disini. jika aku mati bagai mana dengan ayah, Mei'er dan Yuki pasti mereka akan sedih" ucap Zang Jingqin dalam hati.


Samar-samar terdengar suara langkah kaki kuda lebih dari satu pasang, ternyata perajurit sudah sampai.


Kedatangan mereka membuat Yun sedikit lengah dan membuat sun Ming sedikit memiliki celah untuk menyerang.


Clebbb.... Arghhhh


Sun Ming berhasil menusuk perut lawannya, membuat Yun mengerang kesakitan.


"oh Sithh sialan"


Bughhh.... Yun menendang Sun Ming sampai tersungkur ditanah. Yun memegang bagian lukanya, darah pun sudah mengucur membasahi hanfu hitam yang ia kenakan.


Sun Ming yang tersungkur di tanah, hanya terseyum samar, dia sedikit senang karena telah berhasil melukai lawan yang lebih kuat dari dirinya.


Yun mengerang marah tangan kanan dan perutnya terluka parah. Dia berbalik menatap Zang Jingqin yang sudah terkapar.


"Cih! kau tidak akan hidup lebih lama lagi. Racun itu sudsh menyebar keseluruh tubuhmu"


"mundur" perintah Yun pada bawahannya yang masih hidup.


"Baik" kemudian bawahan Yun pun menghilang dari sana.


Yun menatap semua orang yang ada di sana dengan tatapan tajam dan penuh dengan permusuhan setelah itu


Yun pun ikut menghilang setelah memerintahkan anak buahnya, dia harus segera pergi menemui tuannya, lukanya juga sudah begitu parah wajahnya saja sudah terlihat sangat pucat.


Setelah melihat semua musuh telah mundur, sun akhirnya bernapas lega. Dia pun teringat pada Zang Jingqin..


"kak apa kau baik-baik saja?" tanya nya dengan khawatir.


"Kau lihat aku tidak baik-baik saja, racun yang berasal dari pedang nya telah menyebar keseluruh tubuhku" ucap Zang Jingqin dengan lemah, untuk berbicara saja Zang Jingqin sudah tidak kuat lagi.


"Ayo kak kita kembali ke Kemp peristirahatan, agar kau segera di obati oleh tabib"


Kemudian Sun Ming memapah Zang Jingqin dan membawanya dengan teleport agar segera sampai di Kemp.


Para perajurit tidak ikut pergi ke Kemp mereka di tugaskan untuk menyusul putra mahkota Qin Li ke bagian Barat desa Anhui.


**Bersambung......


Nungguin yaaaa....


Maaf ya aku baru bisa up, sebenarnya bikin pret peperangan itu gak gampang,


Sebenarnya dikepala aku tuh udah kebayang gimana adegan peperangan nya,


tapi pas mau di tulis jadi susah.


Sekali lagi maaf yaa

__ADS_1


Sekali jangan lupa kasih Like, komen & vote


Dadahhh**


__ADS_2