
Keesokan harinya Xue Mei berniat untuk bertemu dengan selir Yue Mi, ibu dari mendian pangeran Qin Chen.
Pangeran Qin Chen meminta dirinya untuk sesekali menjenguk ibunya jika dirinya sudah tiada dan Xue Mei pun mengiyakan nya.
Hari ini kerajaan Qin masih berkabung atas meninggalnya pangeran kedua dari Kerajaan Qin. Xue Mei pun masih merasa sedih dan kehilangan tapii rasa itu sedikit terobati dengan kedatangan putra mahkota Feng Xian kemarin malam.
Disinilah Xue Mei bersama dengan Wei berada di pintu gerbang paviliun yang bertuliskan paviliun tulip, paviliun milik selir Yue Mi, Mereka sedang menunggu salah satu prajurit yang sedang melaporkan kedatangannya kepada selir Yue Mi. Memang sedikit sulit jika ingin bertemu dengan selir Yue Mi karena dia adalah seorang selir kaisar.
Xue Mei pun menunggu dengan tangan menenteng sebuah keranjang yang berisi kue buatan Wei sebagai buah tangan. Tak lama kemudian perajurit itu kembali lagi.
"Silahkan nona Zang, yang mulia selir mengijinkan anda untuk bertemu dengannya, mari saya antar" prajurit itu berbicara dengan sopan pada Xue Mei.
"Baiklah, tunjukan jalannya" printah Xue Mei, kemudian Xue Mei dan Wei pun mengikuti langkah prajurit itu.
Xue Mei melihat kekiri dan kekanan, dirinya mengagumi paviliun milik selir Yue Mi.
"Paviliun ini lebih besar dari pada punya Xue Mei, jika paviliun selir saja sebesar ini apa lagi paviliun permaisuri ya?" Xue Mei bergumam dan berdecak kagum.
"Sudah sampai nona, silahkan masuk kedalam!" Mereka bertiga sudah sampai di depan pintu, mungkin ini kamar selir Yue mi.
"hmm" Xue Mei menjawab dengan anggukan kepalanya.
Perajurit itu pun meninggalkan Xue Mei dan Wei di depan pintu kamar selir Yue Mi.
"Huffff_" Xue Mei menghela napas panjangnya dia sedikit gugup karena baru kali ini Xue Mei bertemu secara langsung dengan ibunya pangeran Qin Chen.
Krettt.
Pintu kamar selir Yue Mi dibuka dari dalam oleh pelayan pribadi selir Yue Mi.
"Silakan masuk nona Zang " pelayan itu membungkuk kan badannya dengan sopan kemudian mempersilahkan Xue Mei masuk kedalam kamar selir Yue Mi.
"Baiklah" Ujar Xue Mei, kemudian dia masuk kedalam kamar yang luas dan yang paling mendominasi kamar selir Yue Mi adalah warna Putih. Sedangkan Wei menunggu di luar, tidak lupa keranjang yang berisi kue dibawa masuk kedalam.
__ADS_1
Xue Mei pun berjalan mendekati selir Yue Mi yang sedang duduk ditemani secangkir teh hijau sedang termenung melihat kearah jendela. Entah apa yang dia pikirkan.
Setelah sampai dihadapan selir Yue Mi, Xue Mei pun sedikit membungkukan tubuhnya untuk memberikan
salam. "Salam yang mulia selir" ujar Xue Mei.
Sedikit terkejut karena tadi dirinya melamun selir Yue Mi pun membalikan wajahnya menatap wajah Xue Mei, terlihat wajah Selir Yue Mi yang terlihat maish bersedih atas kepergian pangeran Qin Chen, terbukti matanya yang memerah dan bengkak akibat terus menangis. Dia tidak memakai perhiasan apapun hanya memakai hanfu berwarna putih polos.
Tanpa menjawab selir Yue Mi hanya mengangkat sebelah tangan kanannya sebagai tanda menerima salam Xue Mei dan sedikit terseyum kearah Xue Mei.
"Silahkan duduk" ujar selir Yue Mi, nada suaranya pun sedikit serak.
Dengan patuh Xue Mei pun duduk kursi kosong dekat selir Yue Mi, kemudian Xue Mei pun meletakan keranjang kuenya di atas meja.
"Ada perlu apa kamu kemari" tanya selir Yue Mi, sebab dirinya merasa heran melihat kedatangan Xue Mei.
"ah itu, saya hanya ingin melihat kondisi anda. sebab saya sidah berjanji pada Chen untuk melihat kondisi anda sesekali. Apa anda baik-baik saja yang mulia selir" Xue Mei menjelaskan nya dengan jujur pada selir Yue Mi meski dirinya merasa grogi.
Xue Mei merasa semakin gugup karena respon selir Yue Mi yang seperti tak menginginkan keberadaannya disini.
"Be benar, Maaf jika saya mengganggu waktu anda, saya kesini ingin memberikan kue ini, kue ini dibuat oleh Wei teman saya cobalah ini enak sekali" Xue Mei terseyum kikuk m, dirinya sudah berbicaralah panjang lebar taoi tidak ditanggapi di cuekin, Xue Mei merasa ingin segera pergi dari sini.
"Hemm, simpan saja disitu, biar nanti saya makan" Selir Yue Mi hanya menjawab sekenannya, wajahnya kembali menatap jendela, melihat kearah luar.
"Eh baiklah, kalau begitu saya permisi. istirahatlah agar anda merasa lebih baik" Xue Mei pun berdiri dan membungkukan tubuhnya kembali lalu pergi dari kamar selir Yue Mi.
"Nona sudah selesai?" tanya Wei, saat melihat nonanya keluar dari kamar selir Yue Mi.
"Sudah, ayo kita pulang" Ujar Xue Mei mengajak Wei untuk kembalu ke mansion Zang.
"Baik"
Keduanya pun kembalu berjalan menuju gerbang utama paviliun tulip, dimana kereta kuda mereka disimpan.
__ADS_1
Sedangkan di dalam kamar selir Yue Mi, kembali meneteskan air matanya.
"Andai saja kamu masih hidup Chen aku akan sangat senang melihatmu menikah dengan Zang Xue Mei" gumamnya dengan lirih.
*******
"Semuanya sudah siap yang mulia" ujar seorang pria berpakaian serba hitam, sepertinya dia seorang pengawal bayangan.
"Bagus, secepatnya kita serang daerah itu" ucap pria dengan surai putih keperakan itu, kemudian dia meyeringai dengan mata yang meyorot tajam penuh kekejaman.
"baik yang mulia" pengawal bayangan itu menerima printah dengan patuh.
Pria bersurai putih itu adalah Chang Yi dan pengawal bayangan itu adalah Yun.
Chang Yi berencana untuk membunuh jenderal Zang Yuan dan Zang Jingqin, itu adalah salah satu dari rencananya untuk membuat Putra Mahkota Feng Xian melemah. Chang Yi berpikir jika dirinya membunuh jenderal Zang maka otomatis putrinya akan merasa tertekan munkin bisa jadi gila.
Dia akan membunuh keduanya dengan kedok memberontak didesa perbatasan, lalu dia akan membunuh keduanya tanpa dicurigai kalau keduanya mati terbunuh di medan Perang bukan karena pembunuhan berencana.
Setelah keduanya mati, Chang Yi akan menculik dan menyiksa Xue Mei.
Dia akan melepaskan Xue Mei
dengan syarat putra Mahkota feng Xian mejadi gantinya.
Kemudian seyum licik kembali terlukis di bibir Chang Yi, saat merasa rencananya sempurna.
"Meskipun menurut berita Zang Xue Mei sangat cantik tapi menurutku wanita yang paling cantik adalah Ruan Wen"
***Bersambung........
Maaf ya beberapa hari gak up, aku lagi sibuk ngerjain tugas buat di serahin ke guru karena sebentar lagi mau PAS...
Jangan lupa Like & Vote🤗🤗🤗🤗***
__ADS_1