
Kemp peristirahatan
Keadaan Kemp yang tadinya tenang kini menjadi riuh karena kedatangan jenderal muda mereka yang datang dengan keadaan terluka parah, kondisi Zang Jingqin semakin parah mulutnya sudah membiru , wajahnya pun sudah sangat pucat seperti rak dialiri darah.
"CEPAT PANGGIL TABIB KESINI" Sun Ming berteriak kepada perajurit yang ada di luar tenda yang sekarang ditempati boleh Zang Jingqin. "Kak Buka matamu kau harus tetap sadar" Sun Ming sedikit mengguncangkan tubuh Zang Jingqin yang terbaring di ranjang yang terbuat dari bambu.
Uhuk.. uhuk...
Zang Jingqin batuk darah, mulutnya penuh dengan darah. membuat Sun Ming semakin khawatir saja padanya.
"Kemana tabib itu lama sekali" Sun Ming menggerutu kesal karena tabib itu tak kunjung datang.
Kemudian Sun Ming membuka hanfu Zang Jingqin dan membersihkan lukanya dengan air yang dibawakan salah perajurit tadi.
Zang Jingqin membuka matanya dan terseyum lemah melihat perlakuan Sun Ming padanya. "Sudahlah mungkin aku akan mati disini" ucapan Zang Jingqin sedikit berbisik karena untuk berbicara saja Zang Jingqin sudha tidak kuat apa lagi menggerakan tubuhnya sudah tidak ada tenaga lagi.
"Apa yang kakak katakan jangan berbicara seperti itu" Sun Ming masih setia menyeka tubuh dan wajah Zang Jingqin.
"Salam jenderal" Seorang pria paruh baya yang berprofesi sebagai tabib pun datang.
"Kau kemana saja, lama sekali" Sun Ming menggerutu kesal pada sang tabib.
Tabib itu sedikit gemetar takut. "Maafkan hamba jenderal, tadi hamba pergi kehutan untuk mencari tanaman obat disana" Ujar tabib Dong Lan.
"Sudahlah cepat periksa jenderal muda Zang Jingqin" titah Suning kepada tabib Dong Lan, kemudian Sun Ming sedikit menyingkir memberikan tempat untuk tabib Dong Lan memeriksa Zang Jingqin.
"Baik Jenderal" Kemudian tabib Dong Lan memegang lengan kanan Zang Jingqin dan memeriksa denyut nadinya, tapi jika dilihat eksepsi wajah tabib Dong Lan seperti sangat ketakutan sehingga keringat bercucuran.
Kemudian tabib Dong Lan mengeluarkan jarum akupuntur dari tas yang dia bawa. Dengan tangan yang sedikit gemetar tabib Dong Lan menusukkan jarum aku putut di titik-titik tertentu, mencoba untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuh Zang Jingqin.
Sun Ming hanya memperhatikan dari samping dengan wajah yang terlihat cemas.
Kemudian Sun Ming mendengar suara dari luar suara langkah kaki kuda yang lebih dari satu.
Tiba-tiba Seorang perajurit masuk kedalam tenda Zang Jingqin. "Maaf jenderal, yang mulia putra mahkota Qin Li dan jenderal besar Zang Yuan telah kembali, ta... tapi_" Perajuri itu menggantung perkataannya.
Sun Ming mengerutkan keningnya. " Tapi apa?" bentak Sun Ming,
Suasana hati Sun Ming kurang baik sehingga sedikit emosi saat mendengar ucapan perajurit yang menggantung.
"Ta.. tapi Jenderal besar Zang Yuan te.. telah gu..gugur"
__ADS_1
"APA!!" Sun Ming sedikit berteriak mendengar kabar itu, dia terkejut. "Jenderal besar Zang Yuan te.. telah gugur" Sun Ming ikut tergagap.
"Be.. benar jenderal"
Zang Jingqin yang setengah sadar pun dapat mendengar perkataan perajurit itu, Zang Jingqin pun. langsung membuka matanya yang tadi terpejam. "a.. ayah_" Ujar Zang Jingqin lirih.
Tabib Dong Lan pun ikut berduka, tapi dia masih tetap pokus menusukkan jarum-jarum akupuntur di titik saraf yang tepat untuk menghambat racun sampai ke jantung.
Dengan susah payah Zang Jingqin mencoba untuk bangun, dia ingin pergi melihat keadaan ayahnya.
"Sithh.. " Zang Jingqin mengerang kesakitan
"Je.. jenderal tenanglah jangan bergerak terlebih dahulu" Tabib Dong Lan memperingati. Kemudian tabib Dong Lan memegang bahu Zang Jingqin mencoba menahannya.
"aku ingin melihat ayah, lepaskan" Kemudian Zang Jingqin menepis lengan tabib Dong Lan dan mencabut semua jarum akupuntur yang menancap ditubuhnya.
Sun Ming pun langsung tersadar dari keterkejutannya saat mendengar kegaduhan antara Zang Jingqin dan tabib Dong Lan.
"Kakak tenanglah kau harus mengobati lukamu dulu dan menghilangkan racun yang ada di dalam tubuhmu" Sun Ming pun ikut menahan Zang Jingqin agar tidak pergi keluar.
"Diam kau Ming aku ingin melihat ayahku" Zang Jingqin menatap Sun Ming dengan tajam meski matanya sudah berkaca-kaca.
Karena kesal di larang untuk melihat keadaaan ayahnya Zang Jingqin mendorong Sun Ming sampai tersungkur di tanah.
Zang Jingqin mencoba untuk turun dari ranjang bambu darah kembali mengalir dari luka sayatan di dadanya. saat Zang Jingqin menampakan kakinya ditanah tiba-tiba
Brukk... Zang Jingqin terjatuh dan terduduk di tanah.
"A.. ada apa ini, kenapa kakiku tidak bisa digerakan" Zang Jingqin membulatkan matanya, merasakan kakinya tidak bisa digerakan. Kemudian Zang Jingqin menatap tabib Dong Lan tajam.
"Tabib jelaskan apa ada yang salah dengan kakiku" ujarnya lagi sedikit membentak.
"Ma.. maafkan hamba yang tidak berguna ini jenderal" Tabib dong Lan ambruk bersimpuh dikaki Zang Jingqin.
"ke,, kedua kaki anda mengalami lumpuh. Racun tersebut dapat saya atasi dan mencegah racun tersebut sampai ke jantung ta.. tapi racun dikaki anda tidak dapat dinetralkan menjadikan kedua kaki anda lumpuh." jelas tabib Dong Lan.
Zang Jingqin langsung melotot mendengar penjelasan dari tabib Dong Lan.
"Ti.. tidak mungkin" Karena frustasi Zang Jingqin menambah rambutnya dan mengusap wajahnya kasar.
Kemudian dengan putus asa Zang Jingqin mencoba menggerakan kakinya.
__ADS_1
Dan hasilnya Zonk kedua kakinya sudah tak bisa digerakan lagi.
"Arghh... Uhuk... uhuk" Zang Jingqin menjerit histeris, saat mendapati kondisinya seperti ini, kemudian dia batuk darah lagi.
"Kakak" Sun Ming sudah tidak bisa berkata apa-apa, dia merasa iba melihat keadaan Zang Jingqin.
"Aku sudah tidak berguna lagi, aku sudah menjadi sampah" Wajah Zang Jingqin sudah dibalas oleh air matanya.
Tabib dong Lan bangkit berdiri kemudian dia mengambil obat yang sudah
direbutnya tadi.
"Jenderal tenanglah racun yang ada di tubuh anda belum semuanya keluar dan luka andapun belum di obati.. Minumlah terlebih obat yang sudah saya racik ini, agar racun yang ada di tubuh anda hilang" Kemudian tabib Dong Lan berjongkok dan lengannya menyodorkan mangkuk yang berisi cairan berwarna coklat pekat itu di hadapan Zang Jingqin yang masih terduduk di tanah.
Preng.... Zang Jingqin menepis mangkuk yang ada di genggaman tabib Dong Lan dan pecah.
"Ada apa ini" Putra mahkota Qin Li tiba-tiba masuk kedalam tenda Zang Jingqin saat dia mendengar teriakan dan kegaduhan didalam tenda ini.
Saat putra mahkota Qin Li melihat keadaan tenda yang brantakan dan melihat Zang Jingqin yang sedang bersimpuh di tanah dengan keadaan yang sangat kacau.
"Jingqin apa kau baik-baik saja" kemudian putra mahkota Qin Li berjalan mendekati Zang Jingqin.
Zang Jingqin hanya diam tak menimpali perkataan putra mahkota Qin Li.
"Ya.. yang mulia salam" dengan sedikit terkejut sun Ming dan tabib dong Lan membungkuk memberikan salam. Sedangkan Zang Jingqin hanya acuh.
Putra mahkota Qin Li hanya menganggukan kepalanya. " Ada apa dengan Jingqin?" tanyanya, kemudian bergantian melihat kearah Sun Ming dan tabib Dong Lan.
"A.. ampun yang mulia,,, jenderal Zang Jingqin mengalami kelumpuhan semantara sehingga membuat jenderal Zang Jingqin shok" masih membungkukan tubuhnya tabib dong Lan menjelaskan keadaan Zang Jingqin pada putra mahkota Qin Li.
"Apa,,, kenapa bisa sampai seperti ini"
"i.. itu karena_" Sebelum tabib dong melanjutkan perkataannya langsung dipotong oleh Sun Ming.
"Kakak, kau mau kemana?" Ujar Sun Ming saat melihat Zang Jingqin berjalan dengan ngesot menuju keluar tenda.
Putra mahkota Qin Li pun membalikan tubuhnya kemudian berjalan untuk mencegah Zang Jingqin agar tidak keluar dari tenda.
"Kau mau kemana Jingqin?" Putra mahkota Qin Li memegang pundak Zang Jingqin mencoba menghentikannya
"Lepaskan lengan anda yang mulia, saya ingin melihat keadaan ayah saya. saya tahu dia belum meninggal" Meskipun dalam keadaan kalut Zang Jingqin masih bersikap hormat kepada putra mahkota Qin Li.
__ADS_1
"ayo aku dan Sun Ming akan memapahmu keluar"
Bersambung.........