
Di sebuah kamar yang mewah dan megah hampir semua tempat dilapisi oleh emas.
Terdapat seorang pria tampan tapi tak setampan putra mahkota Feng Xian. peria itu sedang duduk dan meminum minuman yang mengandung alkohol.
" Zang Xue Mei aku tak menyangka kalau kau bisa sembuh, kau sangat cantik dan mempesona aku merasa menyesal telah membatalkan pertunangan kita" pria itu meracau tak jelas karena mabuk.
Ya dia adalah putra mahkota Qin Li.
Dia menyesal karena dia dulu membatalkan pertunangannya dengan Xue Mei. Saat melihat Xue Mei bisa melihat lagi dan melihat kecantikan Xue Mei, putra mahkota Qin Li langsung memiliki niatan untuk kembali mendapatkan Xue Mei.
"Aku akan kembali mendapatkanmu lagi, aku akan melakukan segala cara agar kau menjadi miliki" gumam putra mahkota Qin Li dengan menyeringai licik dan penuh obsesi.
Dirinya akn memikirkan rencana yang bagus untuk menjerat Xue Mei.
Tok.. Tok
Terdengar suara pintu di ketuk.
"siapa?" ucap putra mahkota Qin Li.
"Ini hamba yang mulia" terdengar suara wanita di balik pintu kamar putra mahkota Qin Li.
"masuklah!"
kemudian masuklah seorang wanita cantik dengan memakai baju kurang bahan di area dadanya.
Wanita itu adalah salah satu selir putra mahkota Qin Li yang bernama Bao Yu. Selir kesayangan putra mahkota Qin Li.
"Selamat malam yang mulia" sapa selir Bao Yu.
Karena pengaruh alkohol yang membuat putra mahkota Qin Li mabuk dia langsung menarik lengan selirnya itu, kemudian dia langsung me****t bibirnya yang merah merona dengan penuh nafsu.
tangan putra mahkota Qin Li tak tinggal diam dia meraba-rab kemana-mana dan terjadilah hal yang haredang. hhe
______
Keesokan harinya berita tentang kesembuhan dan kecantikan nona pertama mansion Zang telah menyebar kesegala penjuru kerajaan Qin. Berita itu menjadi perbincangan hangat di Kerajaan Qin.
__ADS_1
Sedangkan yang menjadi objek perbincangan itu sedang berlatih pedang dengan sang kakak tercintanya.
Sasa yang berada di tubuh Xue Mei tidak hanya bisa Tekwondo dan karate tapi dia juga bisa bermain pedang meski hanya dasarnya saja.
"Ayo kak main lagi" ajak Xue Mei kepada Zang Jingqin.
Mereka berdua baru saja berduel dan di menangkan oleh Zang Jingqin.
Meskipun kalah Xue Mei tidak pantang menyerah dia ingin bisa mengunakan pedang itu dengan mahir, agar bisa menjaga dirinya dari marabahaya yang mungkin akan terjadi di masa depan nanti.
"Kakak capek , apa kau tidak. cape Mei'er" Ujar Zang Jingqin.
"istirahatlah dulu nanti kita lanjut lagi"
"Ahh,, kakak payah" Xue Mei cemberut karena sang kakak tak memenuhi keinginannya.
"Kalau begitu aku akan berlatih sendirian"
"Ya baiklah hati-hati" ucap Zang Jingqin yang sedang duduk di gazebo dan sambil meminum teh yang di sediakan pelayan.
Xue Mei pun pergi agak jauh dari tempat Zang Jingqin berada.
Hap
Tiba-tiba ada yang menutup mata Xue Mei dari belakang.
"Siapa ini?" Tanya Xue Mei dengan Kewaspadaan yang tinggi.
"Ini aku apa kau tak mengenalku. hemm"
Xue Mei merasa familiar dengan suara orang yang sedang menutup matanya dengan tangan.
"Chen chen"
"itu aku haha" kemudian pangeran Qin Chen melepaskan tangannya.
__ADS_1
"Xue Xue kau sedang apa" Sekarang giliran pangeran Qin Chen yang bertanya
Segera Xue Mei membalikan tubuhnya dan mengharap pangeran Qin Chen dengan wajah cemberut.
"Aku sedang berlatih pedang apa kau tak melihatnya,kau mengganggu saja" Jawab Xue Mei ketus.
"Hey aku hanya berbasa-basi saja, maaf jika mengganggumu berlatih"
"Huuuh" Xue Mei hanya mendengus.
"kau berlatih sendirian? "
"Iya tadi aku berlatih dengan kakak tapi dia sedang istirahat di sebelah sana" jawab Xue Mei dengan tangan menunjuk kearah gajelas yang di mana di sana terdapat Zang Jingqin.
Seketika pangeran Qin chen menoleh kearah sana.
"Apa kau mau aku ajarkan cara bermain pedang" tawar pangeran Qin chen.
"Apakah boleh" dengan mata berbinar Xue Mei menjawab.
"heem" Pangeran Qin chen menjawab dengan anggukan kepalanya.
"Baiklah ayo" segera Xue Mei mengayunkan pedangnya.
"Bukan seperti itu, tapi seperti ini" Pangeran Qin chen membenarkan cara bermain pedang Xue Mei dengan memegang pegangan pedang yang Xue Mei pegang.
Kuliah pangeran Qin Chen mengayunkan pedangnya memandu Xue Mei.
mereka berdua terlihat sperti sepasang kekasih yang saling menempel.
Wajah Xue Mei memerah dia merasa sangat malu saat begitu dekat dengan pangeran Qin Chen.
" Kenapa wajahku panas ya, Aduh ini begitu dekat. Dari dekat ternyata Qin Chen sangat tampan saat sedang serius seperti ini" Gumam Xue Mei dalam hati dengan mata yang melirik wajah pangeran Qin Chen yang ada di belakangnya itu begitu dekat membuat jantung Xue Mei berdebar-debar.
"Fokus" perintah Pangeran Qin Chen serius.
dengan segera Xue Mei memfokuskan dirinya agar dia tidak salah tingkah nantinya sedang mengagumi ketampanan pangeran Qin Chen.
__ADS_1
Bersambung___
Vote... vote...:)