
Waktu berlalu begitu cepat tak terasa Xue Mei sudah 3 bulan berada didunia yang sangat berbeda dari dunia Moderen.
Xue Mei hampir stres menghadapi pangeran Qin chen dan Putra Mahkota Feng Xian yang selalu mendatanginya dan selalu berbuat ribut pangeran Qin Chen dan putra mahkota Feng Xian selalu berselisih tak pernah akur seperti kucing dan tikus. Mereka berdua selalu bersaing untuk mendapatkan perhatian dari Xue Mei tapi Xue Mei tak menanggapinya dia hanya cuek karena sudah sangat kesal dan bosan melihat tingkah laku mereka berdua yang kekanak-kanakan yang selalu ingin mendapatkan kasih sayang dari ibunya.
Seperti saat ini mereka bertiga sedang berjalan-jalan di pasar kerajaan Qin, mereka. bertiga menyamar seperti rakyat biasa agar tak ada yang mengenali mereka karena takut ada musuh yang tiba-tiba menyerang.
"Heyyyy,,,, bisakah kalian hentikan. sifat kekanak-kanakan kalian berdua ini" Teriak Xue Mei emosi, sebab dari tadi pangeran Qin Chen dan Putra mahkota Feng Xian selalu membeli apa saja yang Xue Mei lirik dan tertarik tapi tak Xue Mei beli karena pikirnya tak akan digunakan hanya pemborosan saja. Tapi entah perhatian atau apa kedua makhluk yang selalu mengikutinya selalu mengerti dan membelikannya, membuatnya marah
sedangkan yang dibentak tak mendengarnya.
"Jangan marah permaisuriku aku hanya ingin kau senang membelikan barang yang kau suka" Ujar putra mahkota Feng Xian dengan tersenyum mempesona.
"Kau jangan memanggil temanku dengan jembatan yang menggelikan itu membuatku mual saja" bentak pangeran Qin Chen kepada putra mahkota Feng Xian. pangeran Qin Chen tak lagi bersikap sopan pada Putra mahkota Feng Xian semenjak pertaruhan waktu itu dimulai, tapi orang yang menjadi taruhan tak mengetahui bahwa dirinya dijadikan barang taruhan oleh kedua mkhluk yang selalu mengusik hidupnya.
"Terserah aku dia calon istriku jadi sah sah saja aku memanggilnya seperti itu" Dengan santai Putra mahkota Feng Xian menjawab kemudian kembali berjalan mengikuti kemana perginya Xue Mei.
"Kau ini sangat menyebalkan ternyata putra mahkota Feng Xian bagai mana jika orang lain tahu sikapmu yang menyebalkan ini"
"Aku tak peduli" Jawab putra mahkota Feng Xian acuh.
Xue Mei memutar bola matanya malas mendengar keduanya yang sedang adu mulut, karena jengah dengan kelakuan keduannya Xue Mei memilih pergi meninggal mereka berdua yang sedang cekcok mempermasalahkan panggilan untuk Xue Mei yang putra mahkota Feng Xian berikan.
Saat Xue Mei berjalan agak menjauh dari mereka dan mereka berdua pun tak menyadari bahwa Xue Mei sudah tak ada disisi mereka lagi.
Xue Mei melihat sekelompok pemain musik jalanan yang sedang bernyanyi, dia jadi ingin ikut bernyanyi untuk menghilangkan stress.
Segera Xue Mei menghampiri sekelompok pemain musik jalanan tersebut.
"Permisi kakak-kakak apa aku boleh ikut bernyanyi dengan kalian?" Tanya Xue Mei sopan.
segera mereka menoleh kearah suara Xue Mei dan meneliti Xue Mei dari atas sampai bawah mereka sedikit ragu.
Xue Mei seperti paham dengan ekspresi mereka segera berkata.
"Tenang saja kakak-kakak aku hanya ingin ikut bernyanyi
nanti aku akan memberikan kalian uang" segera Xue Mei mengeluarkan satu keping koin emas
mereka pun berbinar melihat koin emas itu.
"Baiklah nona" Jawab mereka serentak.
" Baiklah aku akan bernyanyi terlebih dahulu nanti kalian ikuti saja nandanya ya" perintah Xue Mei.
Segera mereka mengangguk semangat demi mendapatkan satu koin emas itu.
"ehemm,, ehemm"
*Akhirnya aku tak sanggup lagi
Untuk tetap bertahan hidup begini
Cukuplah, cukup sampai di sini
Silahkan saja bila kau ingin pergi*
sekelompok pemain musik jalanan itu sangat takjub mendengar suara Xue Mei yang merdu.
Sedangkan disisi lain pasar itu kedua peria tampan sedang uring-uringan mencari perempuan yang mereka taksir.
"Ini semua salahmu, karena kau Xue xue menghilang. huuh" Ucap pangeran Qin Chen menyalahkan Putra mahkota Feng Xian.
"Kau.. kenapa kau selalu menyalahkanku justru kau lah yang salah selalu mengajaku ribut jadi membuat permaisuriku pergi,ck" Dengan ekspresi datar putra mahkota Feng Xian mencibir pangeran Qin Chen.
Mereka berjalan meriringan mencari sang pujaan hati.
"Hey pangeran lihatlah sedang ada apa didepan sana kenapa banyak orang yang berkerumun" Tanya putra mahkota Feng Xian dengan menujukan telunjuknya kearah orang-orang yang sedang mengerumuni sesuatu.
__ADS_1
"Entahlah, bagai mana kalau kita melihatnya putra mahkota" Tawar Pangeran Qin Chen. Tapi yang di ajak bicara telah berjalan menuju kerumunan itu.
"Isss,,," desis pangeran Qin Chen kesal karena ditinggalkan. Segera pangeran Qin Chen berlari menyusul putra mahkota Feng Xian.
Meski mereka tak lagi berbicara formal tapi mereka tak pernah memanggil dengan sebutan nama masing-masing.
"Putra mahkota tunggu aku" ujar pangeran Qin Chen b setelah berjalan sejajar dengan putra mahkota Feng Xian.
"kau itu terlalu banyak berpikir pangeran membuatku bosan menunggumu" Disetiap kesempatan putra mahkota Feng Xian akan selalu mengejek.
Setelah mereka berdua sampai dikerumunan mereka segera menerobos agar bisa melihat dari dekat. Samar-samar mereka berdua mendengar suara merdu yang familiar ditelinga mereka.
Setelah dengan susah payang menerobos masuk kerumunan itu sekarang keduanya bisa melihat. "Permaisuriku"."Xue Xue" Jawab keduanya kompak.
*Terlalu lama
Terlalu banyak
Terlalu sering
Kau sakiti hati ini
Hanya karena ego diri
Kasih
Akhirnya
Akhirnya
Aku tak sanggup mendampingi dirimu*
Semakin banyak orang yang melihat penampilan Xue Mei.
Kedua pria tampan itu pun hanya berdiri dan menonton penampilan Xue Mei.
*Lelah kusembunyi
Hanya karena tak ingin ada
Pertengkaran di antara kita berdua
Lelah kumenanti
Hilangnya tirani
Namun hatimu tak bernurani
Bak berharap hujan di terik sang mentari
Puaskanlah
Puaskanlah
Selagi nafas masih ada
Sekarang
Silahkan engkau pergi
Kejarlah semua mimpi-mimpi indahmu
Terlalu lama
Terlalu banyak
Terlalu sering
__ADS_1
Kausakiti hati ini
Hanya karena ego diri
Kasih…*
Prokk... prokk.. prokk...
Tepuk tangan bergemuruh, semua orang bertepuk tengah untuk memberikan apresiasi kepada Xue Mei.
Segera Xue Mei membungkuk..
"Lagi lagi lagi" Orang-orang bersorak meminta Xue Mei menyayikan satu lagu lagi.
"Mohon maaf semuannya mungkin lainkali ya" Ujar Xue Mei dengan tersenyum ramah.
"Yahhh"
Setelah itu Xue Mei mengambil wadah untuk meminta saweran kepada orang-orang.
Dengan antusias orang-orang menaruh koin di wadah yang Xue Mei pegang, Xue Mei pun berjalan memukul uang saweran.
Setelah semuanya memberikan saweran orang-orang segera bubar dan kembali melakukan aktivitas mereka, disana tinggal Xue Mei, para pemain musik, putra mahkota Feng Xian dan pangeran Qin Chen...
"Wah lihatlah kakak-kakak kita mendapatkan begitu banyak koin" dengan bahagia Xue Mei memperlihatkan wadah yang penuh dengan koin, ada koin tembaga, dan koin perak.
"Ambilah ini untuk kalian dan ini juga" Xue Mei memberikan
wadah yang penuh koin dan menyerahkan satu koin emas yang tadi ia janjikan.
"Terimakasih nona" Mereka membungkuk setelah menerima wadah yang berat oleh koin.
"Permaisuriku kau kenapa pergi begitu saja aku sangat khawatir dan takut terjadi sesuatu dengan mu" ujar putra mahkota Feng Xian memasang wajah khawatir.
Sedangkan pangeran Qin Chen mendelik kearah putra mahkota Feng Xian sebal melihat tingkahnya.
Tiba-tiba pangeran Qin Chen merasakan ada yang tidak beres dengan keadaan sekitar dia segera waspada.
sutttt
Tiba-tiba sebuah anak panah meledat cepat kearah Xue Mei.
"Xue Xue awass" Dengan sigap pangeran Qin Chen memeluk Xue Mei menjadikan tubuhnya sebagai Perisai
Jelppp
Panah itu mengenai dada kanan pangeran Qin Chen dengan berlumuran darah pangeran Qin Chen tumbang.
Xue Mei yang melihat itu kaget dan sok, dia tak merasakan keanehan sekitar karena sedang kesal dengan putra mahkota Feng Xian.
"Chen,,, Chen" Terak Xue Mei dan kemudian mengguncangkan tubuh pangeran Qin Chen, Tak terasa mata Xue Mei terasa panas dan segera air mata mengucur deras.
Orang-orang segera kembali berkerumun untuk melihat kejadian ini.
Sedangkan putra mahkota Feng Xian mencoba menangkap orang yang menyerang Xue Mei tapi sayang orang itu telah hilang.
"Guan kejar orang itu tangkap dia hidup-hidup" titah putra mahkota Feng Xian dingin kepada Guan yang selalu bersembunyi di bayang-bayangnya.
Segera Guan pergi untuk menangkap orang itu.
Putra mahkota Feng Xian segera menghampiri Xue Mei yang sedang memangku pangeran Qin Chen. Segera putra mahkota Feng Xian memeriksa keadaan pangeran Qin Chen, tak lama raut wajah putra mahkota Feng Xian sedikit khawatir.
"Permaisuriku kita harus segera membawa pangeran Qin keistana, aku takut racun itu akan segera menyebar sampai kejantungnya" dengan segera putra mahkota Feng Xian membohongi tubuh pangeran Qin Chen.
"Pegang tanganku" perintahnya kepada Xue Mei.
Dengan segera Xue Mei mengelap air matanya dia tidak boleh cengeng dan segera memegang lengan kanan putra mahkota Feng Xian.
__ADS_1
wussss
Segera mereka bertiga menghilang dari hadapan orang-orang yang berkerumun disana.