
Semua orang sedang duduk dalam keheningan setelah mendengar niat kedatangan tiba-tiba kaisar Han. Di ruang tamu yang megah ini terdapat kaisar Li Hao Jin, mantan kaisar Li Juang, permaisuri Xue Jia, putri Li Yu Mei, Zang Zingqin dan Zang Yuki.
Kaisar Han menunggu jawaban dari orang-orang yang ada di depannya, hanya saja dirinya yang tidak sabaran untuk mendapatkan jawaban nya kembali bertanya.
"Jadi apa jawaban kalian?"
Kaisar Li Hao Jin menatap semua orang tersayang nya meminta persetujuan dari semua orang. Kaisar Li Hao Jin tidak bisa menjawab perkataan dari kaisar Han.
"Saya tidak bisa menjawabnya kaisar Han, saya tidak mau mengambil keputusan seenaknya dalam menyangkut kehidupan keponakan saya" Ujar kaisar Li Hao Jin bijak.
Kebahagiaan keponakan nya adalah yang terpenting saat ini, meski jika di pikir-pikir kerajaan Li akan semakin kuat jika memiliki sekutu dari kerajaan Han.
"Kita tunggu adik saya datang kesini, jawaban ada ditangannya. Kami tidak mau memutuskan sesuatu tanpa dirinya, ini semua menyangkut kehidupannya dan kebahagiaannya" Tanpa mengurangi rasa hormat nya kepada kaisar Han, Zang Zingqin berkata dengan tegas.
Kaisar Han Jing Yun hanya diam saja di tempat duduknya. "Ck,,, apa aku tidak terlihat seperti pria yang sungguh-sungguh ingin membahagiakan adiknya" Gerutu kaisar Han.
Brekk
Pintu raung tamu itu di buka dengan tidak elit oleh Xue Mei, dia datang dengan tergesa-gesa. Tanpa mempedulikan penampilannya sekarang yang hanya memakai hanfu putih polos, wajah polos tanpa sentuhan make up sedikitpun dan rambut panjangnya pun Xue Mei gerai.
Kedatangan Xue Mei yang tiba-tiba membuat orang-orang yang ada didalam terkejut apa lagi suara pintu yang dibanting Xue Mei, hampir saja membuat mantan kaisar jantung.
"Astaga cucuku, kau membuat kakek hampir terkena serangan jantung saja" Ucap mantan kaisar Li, kali ini dia melihat kelakuan Xue Mei yang kasar tidak seperti biasanya yang selalu bersikap lemah lembut.
Xue Mei yang masih mengatur napasnya yang sedikit sesak karena berlari dari paviliunnya sampai ke ruang tamu istana. Jarak nya lumayan jauh jadi sekarang Xue Mei merasa sangat lelah.
Setelah merasa baikan Xue Mei menatap sang kakek lalu meminta maaf. "Maafkan aku kakek aku terlalu terburu-buru untuk sampai kemari" Ucap Xue Mei dengan nada penyesalan. "Salam yang mulia kaisar Han semoga anda panjang umur dan sehat selalu. Selamat datang di Kerajaan kami"
Setelah memberi hormat kepada kaisar Han, Xue Mei pergi duduk di samping putri Li Yu Mei tanpa ada niatan menatap sedikitpun wajah tampan kaisar Han.
Kaisar Han melibatkan tingkah laku Xue Mei hanya tersenyum tipis, dia merasa lucu melihat kelakuan Xue Mei yang tidak mencerminkan seorang putri Kekaisaran.
__ADS_1
"Bibi apa benar kaisar itu datang kesini untuk melamar ku?" Bisik Xue Mei pada putri Li Yu Mei. Penasaran plus Xue Mei berharap jawaban sang bibi dengan pelayan kecilnya berbeda.
"Dia datang kesini ingin melamar mu" Jawab putri Li Yu Mei dengan berbisik ditelinga Xue Mei.
Xue Mei memelototi putri Li Yu Mei. "Ah, bohong pasti dia datang kesini untuk melamar bibi kan?" Xue Mei kembali bertanya.
"Ck dia benar-benar datang kesini untuk melamar mu bodoh" Satu cubitan putri Li Yu Mei berikan pada lengan Xue Mei.
"Aduh aku tidak percaya"
"Keponakanku ada yang ingin kaisar Han katakan padamu, dengarkan dengan baik ya. Keputusan apapun yang kamu ambil kami akan menuruti mu" Ucap kaisar Li Hao Jin.
Seketika acara bisik-bisik kedua perempuan itu terhenti. Xue Mei hanya mengangguk-angguk kepalanya sebagi jawaban.
Xue Mei menatap langsung mata tajam kaisar Han, dilihat dari sorot mata kaisar Han terlihat keseriusan di sana.
"Aku akan menolaknya secara halus, supaya tidak terjadi permusuhan antara kedua kerajaan ini. Kasihan paman nanti" Ucap Xue Mei dalam hati, hatinya masih milik putra mahkota Feng Xian bukan pria lain.
Semua orang menahan nafas menunggu Xue Mei menjawab lamaran dari kaisar Han.
"Permaisuri kedudukan yang di idam-idamkan gadis-gadis yang belum memiliki suami, sangat menggiurkan tapi aku tidak menginginkan jabatan itu. Aku akui kaisar ini tampan wajahnya pun terlihat familiar" Kembali membatin, saat Xue Mei meneliti setiap inci wajah kaisar Han. Xue Mei merasa familiar dengan wajah itu, dirinya berpikir keras untuk mengingat-ingat apa dia pernah bertemu dengan kaisar Han sebelumnya.
Tak kunjung mendapatkan jawaban yang di inginkan nya kaisar Han kembali berbicara. Kaisar Han ini tipe orang yang tidak ingin mengulang kembali kata-katanya, tapi situasi saat ini dia mencoba bersabar demi keinginannya terpenuhi.
"Jadi?"
Kembali ke kenyataan Xue Mei menegakan duduknya, siap memberikan jawaban. Dimana jawabannya ini akan membawa malapetaka bagi kerajaan Li.
"Maaf kaisar Han, sekali lagi maaf. Saya menolak lamaran anda" Jawab Xue Mei mantap.
Seketika aura disekitar kaisar Han menjadi suram, dia tidak menyukai kalimat yang di lontarkan oleh Xue Mei. "Kenapa? apa kamu membutuhkan waktu untuk menjawab lamaran saya. Kalau begitu saya berikan waktu tiga hari untuk kamu memikirkan kembali lamaran saya"
__ADS_1
"Tapi saya benar-benar yakin dengan perkataan saya sendiri yang mulia" Xue Mei merasa sekarang kaisar Han ini seorang pria yang pemaksa.
Kaisar Han bangkit dirinya. "Saya akan kembali tiga hati lagi untuk mendapatkan jawaban yang saya ingin dari putri"
Semua orang ikut berdiri, mereka tahu jika kaisar Han akan pergi meninggalkan istana.
"Mari kami antar anda sampai gerbang" Tawar putri Li Yu Mei.
Kaisar Han mengangkat tangan kanannya. "Tidak perlu, saya takut merepotkan kalian semua"
Kaisar Han berjalan mendekat Xue Mei yang berdiri tak terlalu jauh dari jaraknya, saat kaisar Han sudah berdiri dihadapan Xue Mei dia menunduk untuk bisa melihat wajah cantik pemilik tubuh mungil itu.
"Aku menanti jawaban yang memuaskan dari mu sayang" Bisik kaisar Han tepat ditelinga Xue Mei.
Xue Mei langsung mundur beberapa langkah, merinding mendengar bisikan dari Kaisar Han membuat bulu-bulu halus di tangannya berdiri.
"Saya pamit yang mulia kaisar Li, sampai jumpa tiga hari lagi" Senyum tipis kaisar Han tunjukan kepada semua orang.
Berjalan menuju pintu keluar dengan tegas, sebelum bener-bener keluar kaisar Han berhenti sejenak lalu menoleh kearah Xue Mei dan tersenyum.
Brekk
Pintu tertutup sudah tidak terlihat lagi sosok kaisar Han di mata semua orang yang ada di sana.
Xue Mei langsung mendudukkan dirinya kembali meminum secangkir teh yang sudah dingin. "Dasar kaisar gila" Umpat Xue Mei kesal.
...Bersambung...
Maaf jika author ini update nya jarang dan kalo update pun cuma 1 bab.😔
Bukannya gak mau ngelanjutin cerita ini, tapi author nya masih belum bisa tekun ngerjain sesuatu.... Jadi akunya banyak terkecoh hal lain sampai-sampai lupa gak update cerita ini.
__ADS_1
Maaf 😔