
Putra mahkota Feng Xian membawa Xue Mei pergi dari Mansion Zang,entah membawa Xue Mei pergi ke mana.
Wussss
Kemudian putra mahkota Feng Xian tiba di sebuah hutan yang berwarna biru semuanya memiliki warna biru yang indah mulia dari. pepohonan, tumbuhannya juga berwarna biru.
"Lepaskan aku" Xue Mei memberontak dalam pelukan putra mahkota Feng Xian. Xue Mei tidak menyadari bahwa dirinya telah di bawa pergi entah kemana.
Putra mahkota Feng Xian hanya tersenyum mempesona melihat Xue Mei yang terus memberontak dari tadi dalam pelukannya.
"Baiklah baiklah, kau tidak bisa diam rupanya" putra mahkota Feng Xian terkekeh pelan.
Kemudian melepaskan pelukannya.
Setelah merasa bebas Xue Mei mundur untuk menjaga jarak aman dari putra mahkota Feng Xian.
Xue Mei baru menyadari bahwa dirinya tidak lagi berada di kamarnya, dia menoleh ke kanan dan ke kiri.
"Kau membawaku pergi kemana hah?" urat leher Xue Mei terlihat karena dirinya semakin kesal dengan kelakuan putra mahkota Feng Xian yang membawanya ke hutan entah berantah.
Xue Mei terus memperhatikan sekitarnya dia mengernyitkan alisnya, heran dengan keadaan hutan yang seluruhnya berwarna biru.
"Kita berada di hutan biru" jawab putra mahkota Feng Xian.
"Kenapa hutan ini berwarna biru?" Xue Mei kembali bertanya, dia selalu penasaran dengan hal-hal baru yang ada di sekitarnya.
putra mahkota Feng Xian duduk di batang pohon yang runtuh.
"Duduklah"
Xue Mei pun enggan dekat-dekat dengan putra mahkota Feng Xian, dia takut akan di cium lagi secara tiba-tiba.
"Tenanglah aku tidak akan menciumu lagi jika menuruti perintahku tapi sebaliknya jika kamu tidak menurut aku akan menciumu lagi, kemarilah aku akan menceritakan sebuah kisah tentang hutan biru ini"
__ADS_1
karena takut di sosor lagi oleh putra mahkota Feng Xian Xue Mei pun duduk di samping putra mahkota Feng Xian, Xue Mei agak menjaga jarak takut terjadi hal-hal tak terduga lagi.
"aku mendengar dari cerita orang-orang yang tinggal dekat hutan ini, kenapa hutan ini diberi nama hutan biru itu karena dulu ada seorang laki-laki yang terkenal santun, bijak dan sangat kuat. Orang-orang sekitar hutan itu menyebutnya Han Mo Bing
Master Han begitulah orang-orang menyebutnya, Master Mo adalah seorang pangeran dari Kerajaan Han yang melarikan diri dari kerajaannya karena dia sudah muak dengan konflik perebutan tahta kaisar. Membuat dirinya terancam bahaya jika berada di Kerajaan.
Tapi sayang seribu sayang pangeran Han terkenal racun yang sangat berbahaya yang diberikan oleh selir ayahnya sendiri.
Pangeran Han itu melarikan diri ke hutan biru yang dulu bernama Hutan Kabur. Dia bertemu dengan seorang wanita muda berparas cantik bak dewi, wanita itu menggunakan hanfu berwarna biru muda.
mereka berdua bertemu dan wanita itu merasa iba melihat kondisi pangeran Han. Wanita itu pun menolong pangeran Han dengan memberikannya penawar racun itu. pangeran han pun sembuh.
tapi racunnya memiliki efek samping yaitu siapa saja yang terkena racun itu maka darahnya akan berubah berwarna biru pekat.
Wanita itu pun ikut senang karena orang yang ia tolong telah sembuh.
hari berganti hari pangeran han tinggal di hutan itu dia pun menjalin cinta dengan wanita yang menolongnya.
Tapi sayang pada suatu hari wanita itu pergi tanpa alasan yang jelas.Tapi wanita itu meninggalkan pesan terakhirnya. Dia mengungkapkan Identitas aslinya bahwa dirinya bukanlah manusia melainkan siluman ular yang di asingkan di hutan kabut.
Pangeran han pun terkejut dengan pesan terakhir wanitanya, setelah itu dia mencari kesegala penjuru dunia untuk menemukan wanita itu, tapi sayang dia tidak menemukannya.
Tapi saat dia sampai dia tidak mendapati sangat kekasih disana melainkan dia mendapati seorang pembunuhan bayaran yang menunggu kehadirannya disana, dengan sigap pembunuh itu menyerang pangeran han dan mengenai jantungnya darahnya yang berwarna biru mengalir dan kemudian terserap kedalam tanah menyebabkan hutan ini berubah warna" Ucap putra mahkota Feng Xian panjang lebar.
"hik.. hik cerita yang sangat menyedihkan" Xue Mei menagis mendengar cerita tersebut, Xue mie memang baperan orangnya.
"Sudahlah itu hanya sebuah legenda belum tentu itu nyata"
"Terus mau apa kau membawaku kemari aku ingin pulang" Xue Mei berhenti menangis tapi dia malah merengek ingin pulang.
putra Mahkota Feng Xian merasa bahagia karena dia merasa berhasil membuat wanitanya nyaman berada di sisinya.
"Lihatlah kelangit" Titahnya.
Xue Mei pun menurutinya dan menengadahkan kepalanya keatas, tak lama kemudian terdapat binar bahagia di mata Xue Mei.
__ADS_1
"Wah indah sekali langit di hutan ini" ucapnya dengan terkagum-kagum. Saat melihat langit di hutan biru yang penuh bintang dan ada juga bintang jatu
"putra Mahkota Feng katanya jika seseorang meminta sesuatu saat ada bintang jatuh makan doanya akan terkabul" ucap Xue Mei dengan antusias.
"Benarkah apa kau pernah melakukannya"
Xue Mei menggelengkan kepalanya.
"Belum pernah"
"Maka cobalah mungkin apa yang kau ingikan akan terkabul"
"Baiklah" kemudian Xue Mei memejamkan matanya dan berdo'a
"aku berharap aku akan bahagia hidup didunia entah berantah ini, dan menemukan seseorang yang mencintaiku"
"kau meminta apa?" tanya putra Mahkota Feng Xian penasaran.
"Rahasia" jawab Xue Mei singkat dia merasa orang asing tidak perlu tahu apa yang dia inginkan.
putra mahkota tak membalasnya.
"Sudahlah ayo aku akan mengantarmu pulang hati semakin larut, lain kali aku akan membawamu kesini lagi"
Xue Mei pun mengangguk dirinya sudah lelah dan ingin mengistirahatkan tubuhnya yang sudah lelah.
putra Mahkota Feng Xian pun mendekati Xue Mei dan menggenggam tangan Xue Mei.
Wusssss
Mereka berdua menghilang sekejap mata dari hutan biru.
Bersambung__
__ADS_1
Maap ya jika banyak typo....
jangn lupa Vote ☺