
Tak lama kemudian Putra mahkota Feng Xian dan Chang Yi tibalah keduanya di hutan bambu yang rindang untuk melanjutkan pertarungan mereka.
"Ayo serang aku, buktikan apa kau bisa mengalahkanku atau tidak" Tantang putra mahkota Feng Xian kepada Chang Yi.
"Cih,,,, aku akan membunuhmu demi membalaskan dendamnya" Ucap Chang Yi dengan aura yang menakutkan.
Sedangkan putra mahkota Feng Xian mendengar ucapan Chang Yi hanya memutar bola mata malas dan jengah.
"Memang aku salah,tapi kekasihmu yang melemparkan dirinya keatas ranjangku sehingga aku membunuhnya sungguh wanita ja*l*ng menjijikan"
Aura disekitar hutan bambu semakin mengerikan karena aura yang dikeluarkan dari tubuh Chang Yi begitu menakutkan. Tapi itu tak membuat putra mahkota Feng Xian takut.
"Jangan kau menghina kekasihku, apa hakmu itu semua salahmu telah membunuhnya"
kata Chang Yi menggebu-gebu penuh amarah.
"Terserah aku sudah capek menjelaskannya padamu" Ucap putra mahkota Feng Xian acuh.
Flashback___
Bagaimana mereka menjadi musuh itu karena tragedi Tiga tahun yang lalu.
putra mahkota Feng Xian dan Chang Yi adalah teman dekat, waktu itu Chang Yi memiliki seorang kekasih bernama Ruan Wen.
Mereka bertiga selalu bersama,Chang Yi sangat mencintai Ruan Wen sampai-sampai apapun yang diinginkan sang kekasih akan dia berikan.
Tapi sayang Ruan Wen hanya memanfaatkan Cinta tulus yang diberikan Chang Yi kepadanya demi mendapatkan putra mahkota Feng Xian sebagai batu loncatan.
Ruan Wen akan mendekati putra mahkota Feng Xian jika tak ada Chang Yi di sisinya.
Sedangkan putra mahkota Feng Xian hanya acuh, dia pernah memperingati temannya tentang sikap kekasihnya tapi Chang Yi tak Terima sang kekasih di jelek-jelekan. Oleh sebab itu putra mahkota Feng Xian berhenti memperingati Chang Yi, putra mahkota Feng Xian berpikir mungkin akan ada waktunya temannya itu mengetahui sikap kekasihnya.
Hari berganti minggu Ruan Wen semakin gencar untuk mendapatkan putra mahkota Feng Xian, sehingga dia berencana untuk menaiki ranjang putra mahkota Feng Xian.
Di suatu hari Ruan Wen memasuki kamar putra mahkota Feng Xian di tengah malam dan Ruan Wen menghampiri putra mahkota Feng Xian yang sedang tertidur pulas. Kemudian Ruan Wen membuka seluruh baju yang ia kenakan dan naik keatas ranjang putra mahkota Feng Xian.
Tapi tanpa di sadari oleh Ruan Wen putra mahkota Feng Xian telah bangun dia hanya pura-pura masih terlelap untuk mengetahui apa yang akan di lakukan kekasih temannya itu.
Dengan lancang Ruan Wen meraba-raba dada bidang putra mahkota Feng Xian dan saat itulah putra mahkota Feng Xian membuka matanya dan mencegah Ruan Wen untuk tak menyentuhnya
"Dasar wanita j*la*g, tak tahu malu beraninya kau menyusup masuk kedalam kamarku hah" bentak putra mahkota Feng Xian penuh kemarahan yang menggebu, tentu saja siapa yang tak marah jika ada orang yang masuk ke kamarnya tanpa seijin dari pemilik. kamar tersebut.
Tubuh Ruan Wen gemeteran ketakutan tapi dia tepis semua ketakutannya demi mendapatkan putra mahkota Feng Xian.
"Putra mahkota aku sangat mencintaimu ijinkan aku berada disisimu" Kata Ruan Wen dengan nada menggoda dia semakin merapatkan dirinya dengan putra mahkota Feng Xian.
Tapi sikap Ruan Wen tak membuat putra mahkota Feng Xian tergoda dia malah sebaliknya yaitu jijik.
"Menjijikan pergi dari sini aku tak sudi melihat wanita murahan sepertimu, keluar" Putra mahkota Feng Xian membentak Ruan Wen dengan penuh emosi.
Sedangkan Ruan Wen seakan tuli dia tak mendengar bentakan penuh amarah putra mahkota Feng Xian, dia terus mendekat dan menempelkan dadanya yang besar tanpa sehelai benang di dada bidang putra mahkota Feng Xian.
__ADS_1
"Keluarr" semakin emosi putra mahkota Feng Xian menghempaskan tubuh Ruan Wen dari ranjangnya sampai Ruan Wen terjungkal dan jatuh dari ranjang putra mahkota Feng Xian.
*Brekkk
Akhh*
Ruan Wen sedikit meringis sakit, tapi dia tetap kekeh dengan keinginannya dia kembali mendekati putra mahkota Feng Xian.
"Putra mahkota jadikanlah aku milikmu seutuhnya aku sangat mencintaimu"
"Tak sudi aku memiliki wanita sepertimu. Lebih baik kau mati kau sunguh tak pantas hidup didunia ini kau hanya sampah masyarakat"
Ucap putra mahkota Feng Xian dengan dingin dan pedas.
Karena sudah sangat kesal dan jengkel putra mahkota Feng Xian mengambil pedang yang ada di samping tempat tidurnya.
Ruan Wen yang melihat itu ketakutan tubuh te*a**a*gnya bergetar hebat kemudian air matanya berderai membasahi wajahnya.
Putra mahkota Feng Xian mencabut pedangnya dari sarungnya kemudian menodongkannya tepat kearah jantung Ruan Wen.
"Mati kau" Ucap putra mahkota Feng Xian dengan penuh kemarahan.
*Trasss
akhhhhh*
Suara pedang menghunus jantung dan jeritan Ruan Wen memenuhi kamar yang bernuansa emas itu.
Membuat para penjaga diluar sana segera menghampiri kamar putra mahkota Feng Xian.Ruan Wen pun meninggal di tempat setelah jantungnya ditikam oleh pedang milik putra mahkota Feng Xian.
"kenapa kau membunuh Ruan hah" Dengan mata berderai air mata Chang Yi memegang kerah baju putra mahkota Feng Xian dengan penuh amarah.
Putra mahkota Feng Xian tak bisa menjawabnya karena dia pun merasa bersalah meskipun tak sepenuhnya Xian yang salah.
Semenjak itulah pertemanan mereka berakhir dan digantikan kebencian tumbuh di hati Chang Yi.
Flashback end_
"Jangan banyak omong kosong"
Kemudian Chang Yi menyerang putra mahkota Feng Xian dengan kecepatan cahaya dan putra mahkota Feng Xian pun sudah siap siaga meski sikapnya terlihat santai.
*Tringg
Tringg*
Suara pedang saling beradu dan bergesekan menimbulkan suara yang memekakan telinga.
"Kau masih bukan tandingku" Ucap putra mahkota Feng Xian meremehkan Chang Yi saat Chang Yi melesatkan serangannya kemudian putra mahkota Feng Xian menghempaskan serangan Chang Yi.
"Cihhh" Chang Yi hanya berdecak kesal karena setiap serangan yang ditujukan kepada putra mahkota Feng Xian pasti berhasil ditangkis oleh putra mahkota Feng Xian sehingga membuat Chang Yi kesal.
__ADS_1
"Kenapa kau selalu menghindari setiap serangku jangan menjadi pengecut ayo serang aku" Ucap Chang Yi mencoba memprovokasi putra mahkota Feng Xian.
Putra mahkota Feng Xian hanya terseyum miring saat di provokasi oleh Chang Yi.
"Kau tak akan mampu menahan serangku, jangan menjadi sok kuat"
"Kau jangan terlalu menyombongkan diri aku takut azab akan segera mendatangimu" Chang Yi terus memprovokasi putra mahkota Feng Xian.
" Seharusnya kau yang mendapatkan azab itu.Baiklah terimalah seranganku ini"
Dengan cepat putra mahkota Feng Xian menghilang dari hadapan Chang Yi mebuatnya terkejut karena tak mendapati putra mahkota Feng Xian dihadapannya.
Tiba-tiba putra mahkota Feng Xian muncul dibelakang Chang Yi.
"Cih,, kau sebenarnya berlatih atau tidak sampai-sampai tak menyadari keberadaanku" ujar putra mahkota Feng Xian dengen penuh ejekan.
Chang Yi terkejut saat mendengar suara putra mahkota Feng Xian berada di belakangnya, segera dia pun membalikan badannya.
Trangg,,,, tranggg.
Satu ayunan pedang putra mahkota Feng Xian berikan kepada Chang Yi tapi itu berhasil ditahan oleh Chang Yi dengan susah payah karena dia masih bukan tandingan Putra Mahkota Feng Xian.
"Sial ternyata aku masih kewalahan menghadapinya" Ucapan Chang Yi dalam hati.
Guan dan Yun hanya memperhatikan dari jarak aman, mereka tak melanjutkan pertarungannya karena khawatir terjadi sesuatu kepada Tuannya.
Hutan bambu yang tadinya tenang dan teduh dengan pohon bambu menjulang tinggi sekarang sangat kacau balau banyak pohon bambu yang tumbang oleh tebasan-tebasan pedang keduannya.
"Ayo kita sudahi ini aku sudah bosan" Ucap putra Mahkota Feng Xian dengan dingin. Dirinya sudah sangat merindukan permaisurinya jadi dia ingin cepat-cepat.
"Hah?" Karena terkejut dengan sikap putra Mahkota Feng Xian membuat Chang Yi lengah dan membuatnya terkena sayatan di lengan kanannya dari pedang putra Mahkota Feng Xian.
Akhhh
Suara jeritan kesakitan keluar dari mulut Chang Yi.
"Tuan" Segera Yun menghampiri tuannya yang sedang berjongkok memegang tangan kanannya yang berlumur darah.
"Aku baik-baik saja"
"Tuan ayo kita pergi dari sini" Segera Yun memapah Chang Yi dan melesat pergi dari hadapan Putra Mahkota Feng Xian.
"Ingatlah ini aku akan kembali membalaskan dendamnya kepadamu dengan menyakiti orang-orang tercintanya" suara Chang Yi menggema di hutan bambu.
Putra Mahkota Feng Xian hanya mengangkat sebelah alisnya, dia merasa tak terancam sedikitpun.
"Xian apa anda baik-baik saja?" tanya Guan memastikan keadaan majikan sekaligus temannya.
"Aku baik, ayo kita pegi dari sini aku sudah sangat merindukan permaisuriku" putra Mahkota Feng Xian berucap dengn menampilkan wajah datarnya.
Guan hanya menggelengkan kepalanya dia bosan dengan kelakuan temannya ini.
__ADS_1
Bersambung__
Jangan lupa like dan Vote yaaaa🥀🥀🥀