Putri Buta

Putri Buta
Eps 102


__ADS_3

Satu bulan kemudian


Kerajaan Feng


Di paviliun pribadi milik putra mahkota, seorang pria tampan sang pemilik paviliun itu sedang melamun memikirkan sesuatu yang bahkan dirinya sendiri bingung dengan apa yang di rasakan sekarang.


"Apa kau hanya seorang wanita jala*g yang merangkak ke tempat tidurku demi sebuah harta,kehormatan dan ketenaran"


Ingatan akan kejadian satu bulan yang lalu terus terngiang-ngiang di kepalanya, perkataan dan perlakuan kasar yang dirinya perbuat pada gadis yang dia ketahui cucu dari Kaisar Li Juang. Membuat perasaannya tak karuan.


Putra mahkota Feng Xian merasa sangatlah menyesal telah melontarkan kata-kata hinaan dan berlaku kasar yang mungkin membuat gadis itu terluka. Entah kenapa dirinya merasa sangat menyesal padahal beberapa tahun lalu saat kekasih sahabatnya menaiki tempat tidurnya dia langsung membunuhnya ditempat. Tapi dia tidak pernah merasakan penyesalan sedikitpun.


Tapi ini apa?


Baru saja dia mengatakan kata-kata yang menusuk pada gadis itu. Dirinya sangatlah menyesal dan hatinya juga terasa sangat sakit seperti ditikam pedang tak kasat mata, dirinya bingung luar biasa dengan apa yang terjadi saat ini.


"Kenapa sakit sekali?"


Kedua tangannya putra mahkota Feng Xian meremas kuat hanfu nya saat merasakan dada kirinya sangat sesak dan sakit di ulu hatinya.


"Kenapa aku menangis".Lelehan air mata itu mengalir membasahi pipinya tanpa ijin, membuat sang pemilik kebingungan.


Dengan kasar putra mahkota Feng Xian mengusap air matanya, dirinya semkin bingung dan tak karuan saat memikirkan gadis yang satu bulan lalu ia perlakukan dengan kasar.


"Kenapa hanya wanita itu yang tidak aku ingat, apa benar dia wanita yang aku cintai?"


Putra mahkota Feng Xian mengingat semua orang kecuali Xue Mei. Sekeras apapun dirinya mencoba mengingatnya uang ada kepalanya berdenyut sakit.


Satu bulan yang lalu pertunangan ditunda entah sampai kapan, putra mahkota Feng Xian segera pergi dari Kerajaan Li setelah tabib istana memeriksa lukanya. Tak mempedulikan rasa sakit yang seperti menggerogoti tubuhnya.


Putra mahkota Feng Xian terus meremas kuat dan sesekali memukul dada kirinya yang terasa sangat menyesakan ditambah air matanya yang sepertinya tah ingin berhenti mengalir.


Guan hanya memperhatikan gerak-gerik putra mahkota Feng Xian dalam, melihat sahabatnya yang seperti orang linglung membuat Guan merasa iba. Dia pernah sekali menceritakan kisah cinta antara sahabatnya dengan putri jenderal besar Zang Yuan. Tapi bukannya mengingatnya putra mahkota Feng Xian malah menderita sakit kepala yang sangat hebat, membuat Guan sampai sekarang memilih bungkam tidak lagi menceritakan kisah asmara majikannya.

__ADS_1


"Lebih baik tunggu putra mahkota Feng Xian sendiri yang bertanya" Ucap Guan dalam hati.


Sekarang kerajaan Feng dan kerajaan Qin sedang perang dingin, kedua kerajaan sedang saling menodongkan senjata tak kasat mata. Bisa kapan saja kedua kerajaan besar itu mengibarkan bendera perang.


Itu semua terjadi tiga minggu yang lalu.


Kaisar Feng Yi San mengerahkan pasukan perang nya menuju ke kerajaan Qin.


Setelah menyelidiki dan mencari bukti di tempat terjadinya penyerangan putra mahkota Feng Xian selama satu minggu. Semua ahli penyelidik tidak menemukan bukti sedikitpun kecuali satu, token tanda pengenal milik putra mahkota Qin Li.


Bukti begitu kuat membuat kaisar Feng Yi San langsung pergi ke kerajaan Qin, untuk memastikan bahwa putra mahkota Qin Li bersalah atau tidak.


Kaisar Feng Yi San pergi dengan membawa pasukan cukup besar, siap tahu terjadi perang mendadak.


"Yang mulia Kasar Feng Yi San memasuki ruangan" Seorang prajurit mengumumkan kedatangan kaisar Feng Yi San.


Kaisar Feng Yi San meninggalkan pasukannya diluar istana dia masuk hanya membawa dua orang jenderal terhebat nya.


Di singgasananya kaisar Qin Luo sudah terlihat kebingungan saat mendengar dari kasim istana bahwa kedatangan kaisar Feng Yi San membawa pasukan dengan jumlah besar. Dia begitu kaget.


Kaisar Qin Luo bingung bukan main, dirinya tidak tahu apa-apa. Tapi Kaisar Feng Yi San membawa pasukan yang jumlahnya hampir setengah tentara yang dimiliki kerajaan nya.


"Dimana putra anda?" Ucapan Kaisar Feng Yi San tanpa basa basi terlebih dahulu, tanpa memberikan salam terlebih dahulu kepada Kaisar.


Kaisar Qin Luo mengepalkan kedua tangannya erat sampai memutih, dirinya harus sabar jangan terbawa emosi. Pasti kedatangan Kaisar Feng Yi San ada alasannya sampai membawa tentara perangnya.


"Putra? saya memiliki beberapa orang putra. Jadi yang mana maksud anda"


"Putra mahkota Qin Li, bawa dia Kehadapan Ku" Perintah Kaisar Feng Yi San garang, wajahnya tak menampilkan ekspresi apapun saat ini hanya datar.


"Ada apa sebenarnya ini? Saya tidak tahu menahu kesalahan yang saya perbuat , yang dimana membuat Anda marah sampai-sampai membawa pasukan perang ke sini" Ucap Kaisar Qin Luo mencoba sabar. "Silakan anda duduk dulu kaisar Feng"


Hufttt.... Membuang nafas kasar akhirnya Kaisar Feng Yi San memilih duduk dan mencoba menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu tolong panggilkan putra mahkota Qin Li!, ada beberapa hal yang saya ingin tanyakan kepadanya!"


"Baiklah. Kasim tolong panggilkan putra mahkota untuk kesini"


"Baik yang mulia" Kasim kepercayaan Kaisar Qin Luo pun menghilang.


10 menit berlalu akhirnya putra mahkota Qin Li datang dengan bersikap biasa saja seperti tidak pernah terjadi masalah sedikitpun.


Ya memang dia tidak tahu apa-apa, dia hanya korban dijadikan kambing hitam oleh kaisar Han Jing Yun.


"Salam hormat kepada ayahanda dan selamat datang di Kerajaan kami yang mulia kaisar Feng Yi Sun".


Setelah membungkuk dan memberi salam kepada ayahnya dan kaisar Feng Yi San.


" Ada apa sebenarnya ini ayahanda?" Tanyanya penasaran, sebab saat sang kasim memanggil dirinya atas perintah ayahnya waktu itu dirinya sedang bermesraan dengan selirnya. Membuatnya kesal saja.


Kaisar Qin Luo membuang nafas kasar. "Kaisar Feng Yi San ada perlu denganmu"


Sekarang putra mahkota Qin Li berbalik menghadap kaisar Feng. "Kalo boleh saya tahu anda ada keperluan apa dengan saya yang mulia?"


Kaisar Feng Yi San merogoh sakunya mengulurkan token pengenal milik putra mahkota Qin Li lalu memperlihatkan nya.


"Ini milikmu bukan?"


"Ya itu token pengenal milik putra mahkota Qin Li, tapi kenapa bisa ada di tangan anda kaisar Feng?"


Yang menjawab bukan putra mahkota Qin Li melainkan kaisar Qin Luo.


Putra mahkota Qin Li memang mencari-cari token nya itu sampai mengacak-acak paviliun dan haremnya untuk mencari barang yang sangat penting itu. Tapi nihil tidak ketemu.


"Kenapa bisa" Tanyanya dalam hati, dirinya sangat terkejut.


"Ya itu milik saya" Aku putra mahkota Qin Li setelah terdiam sebentar.

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2