
Sudah satu minggu Xue Mei tinggak di Kerajaan Li. Xue Mei begitu senang bisa berada di kerajaan Li banyak orang yang menyayanginya, para penduduk pun menyambut kedatangan Xue Mei, Zang Jingqin dan Zang Yuki dengan suka cita.
Satu minggu ini Xue Mei sudah merelakan kepergian sang ayah. Disini di kerajaan Li
Xue Mei selalu ditemani Wei ada juga
Li Yu Mei yang selalu mengajarkannya berbagai keterampilan, seperti membuat kaligrafi, menyulam, merajut dan semua hal tentang menjadi seorang nona bangsawan yang sebenarnya.
Minggu ini pula dimana Xue Mei akan memberikan jawaban atas lamaran dari putra mahkota Feng Xian. Nanti malam Xue Mei akan memberikan jawaban yang dimana jawaban tersebut berdampak pada masa depannya.
Malam ini di kerajaan Li akan mengadakan sebuah pestipal lampion, yang diadakan enam bulan sekali dan sekarang adalah yang kedua kalinya pestipal lampion digelar tahun ini. Pestipal ini diadakan di pusat kota dimana disana akan sangat ramai malam ini pasti akan banyak pedagang atau pun orang-orang yang datang untuk ikut memeriahkan pestupal ini.
Dengan semangat menggebu meski sedikit gugup Xue Mei begitu bersemangat ingin melihat lampu-lampu lampion menghiasi setiap jalan menuju kepusat kota, seumur hidup Xue Mei belum pernah menghadiri pestipal apapun, di dunia moderen Xue Mei terlalu sibuk untuk mencapai puncak dalam karirnya. Sehingga waktu luang yang dia miliki hanya dipakai untuk beristirahat tanpa melakukan aktivitas apapun.
"Wei Siapakah hanfu yang paling cantik untuk malam ini!" ujar Xue Mei. Saat ini Xue Mei sedang berdiam diri di paviliun peninggalan mendiang ibunya dulu, paviliun ini sekarang telah diwariskan kepada Xue Mei.
"Baik nona"
__ADS_1
Xue Mei hanya duduk santai dan sesekali melamun memikirkan kemungkinan yang akan terjadi dimasa depan jika dirinya menikah dengan seorang penerus takhta kerajaan. " Semoga saja dia bisa mengabulkan keinginanku, jika dia menolak aku tidak akan langsung pergi dari sana" Gumam Xue Mei dalam hati.Dirinya akan meminta syarat untuk tidak dimadu nantinya pada putra mahkota Feng Xian, tapi jika putra mahkota Feng Xian tidak bisa menyanggupi permintaannya dirinya akan langsung pergi.
Lengan Xue Mei sibuk mengelus sebuah gelang couple yang dirinya rajut sendiri dengan susah payah dirinya belajar dari Li Yu Mei. Gelang rajut ini berwarna biru dan juga memiliki rajutan hati kecil warna merah ditengah-tenganya. Terdapat juga nama Xue Mei dan putra mahkota Feng Xian terrajut rapi dibawah rajutan hati itu di setiap gelangnya.
Xue Mei terus terseyum menatap kedua benda couple itu, tak sabar menunggu malam untuk segera datang dan dirinya akan memberikan gelang ini pada putra mahkota Feng Xian, jika syarat tidak di kabulkan Xue Mei akan membuang gelang ini, gampang.
"Malam segeralah datang"
*********
Dengan senyuman yang tak pernah luntur dari kemarin putra mahkota Feng Xian menambah kadar ketampanannya. Guan yang duduk di samping putra mahkota Feng Xian terus geleng-geleng kepala dari kemarin melihat kelakuan putra mahkota Feng Xian yang semakin kesini sikapnya semakin aneh, berbeda jauh dengan sikapnya yang dulu.
"Aku tidak sabar menunggu langit segera gelap, permaisuriku akan menjawab dari lamaran yang aku berikan setelah sekian lama tanpa kepastian hubungan kami" Curhatnya pada Guan,
Putra mahkota Feng Xian begitu senang karena hubungannya dengan Xue Mei akan menjadi jelas. Tidak seperti sekarang yang tidak jelas.
"Saya ikut senang Ynag Mulia, semoga nona menerima lamaran ada" Dengan sedikit keraguan Guan mengucapkan selamat. Guan ragu apakan tuannya akan diterima atau tidak.
__ADS_1
" Hey ada apa dengan ekspresi ragumu itu, apa kau tidak yakin bahwa permaisuriku tidak akan menerima ku. Dasar bawahan tidak berguna" Dengan kesal putra mahkota Feng Xian menggetok kepala Guan menggunakan tutup poci teh yang ada da di meja.
Otomatis Guan pun kengaduh kesakitan, putra mahkota Feng Xian tidak main-main memukulkan tutup poci itu dikepalanya.
"Kenapa sih kau sadis sekali padaku, kan aku hanya sedikit ragu" Akhirnya Guan berbicara nonformal kepada putra mahkota Feng Xian.
"Sedikit ragu katamu? ragu kenapa?. Aku percaya seratus persen permaisuriku akan menerima pinangan ku"
"Iyain ajalah" Gumam Guan pelan.
Bersambung.......
Maaf banget ya baru up.
Aku tuh tipe-tipe orang yang kurang istikomah......Aku masih remaja jadi aku kurang bisa tekun ngerjain sesuatu, apalagi sekarang sudah masuk semester baru bentar lagi aku maunya ujian.....
Jadi maaf aku bukan seorang author yang rajin up. Apa lagi up tiap hari kayanya belum bisa aku tuh...
__ADS_1
Jadi maafin yaaaa...