Putri Buta

Putri Buta
Eps 57


__ADS_3

Sekarang didalam kamar hanya tinggal Xue Mei dan pangeran Qin Chen, suasana menjadi hening.


Xue Mei menahan diri agar dirinya tidak menangis melihat kondisi pangeran Qin Chen yang sekarang dirinya merasa iba. Bagaimana tidak wajahnya yang tampan sekarang sangat pucat seperti tak dialiri darah, tubuhnya terlihat lebih kurus dari satu bulan yang lalu.


"Kenapa kenapa kau tak memberi tahuku kalau selama ini kau begitu menenderita, kau hanya bersandiwara didepanku agar terlihat baik-baik saja dan sehat" Xue Mei mengomel pada pangeran Qin Chen, dengan air mata yang kembali tumpah.


Pangeran Qin Chen hanya terseyum dan menatap Xue Mei penuh cinta.


"Aku hanya tidak ingin kau sedih" Pangeran Qin Chen menarik tangan Xue Mei agar lebih dekat dengannya.


Xue Mei pun menurut dan dia pun duduk disamping pangeran Qin Chen air matanya tak berhenti mengalir.


"Suttt... jangan menangis jika kau terus menangis aku tidak akan tenang meninggalkanmu sendiri" Ucap pangeran Qin Chen dengan suara yang sedikit lemah, pangeran Qin Chen pun menyeka air mata yang keluar.


"Dan juga aku.." Sebelum pangeran Qin Chen menyelesaikan ucapannya mulut nya langsung berhenti berbicara saat jari telunjuk Xue Mei menempel dibibirnya.


"Jangan bicara sembarangan" ucap Xue Mei sambil menggelengkan kepalanya.


Pangeran Qin Chen hanya bisa tersenyum hangat pada Xue Mei, dirinya pun tak rela jika harus meninggalkan Xue Mei tapi apalah daya ini sudah takdirnya.


pangeran Qin Chen pun langsung menarik tubuh Xue Mei dan memeluknya dengan erat,


jika bisa dirinya ingin seperti ini selamanya bersama orang yang sangat dicintainya.


Xue Mei pun membalas pelukan pangeran Qin Chen tak kalah erat.


"Aku tak rela jika kau pergi" Suara Xue Mei bergetar karena tangisannya kembali pecah.


"Ikhlaskan aku pergi Xue Xue hiduplah dengan bahagian bersama orang yang kau cintai" pangeran Qin Chen pun ikut meneteskan air matanya, sungguh jika bisa dirinya ingin tetap hidup.


"Tapi kau telah berhasil mengambil hatiku, sekarang aku mencintaimu hiks.. hiks.." Xue Mei menangis tersedu-sedu tanpa melepaskan pelukannya.


mendengar bahwa Xue Mei membalas cintanya membuat pangeran Qin Chen begitu bahagia.


"Terimakasih karena telah membalas cintaku, aku sangat bahagia, jika kau pergi tolong jangan lupakan aku" pintanya pada Xue Mei.


Pelukan keduanya pun semakin erat mereka tak ingin berpisah satu sama lainnya.

__ADS_1


"Te tentu aku tak akan pernah melupakan mu seumur hidupmu karena namamu telah terukir didalam hatiku" Xue Mei masih terisak disetiap ucapannya.


Kesadaran pangeran Qin Chen semakin memudar jiwanya telah mencapai batasannya.


"aku akan pergi dengan tenang, Aku sangat mencintaimu" Setelah mengatakan itu pangeran Qin Chen pun menghembuskan napas terakhirnya pelukannya pun mengendur.


"Aku juga mecintaimu"


Xue Mei membelalakan matanya saat merasakan tangan pangeran Qin Chen tiba-tiba terjatuh dari punggungnya.


Dengan tangan bergetar Xue Mei mengangkat wajah pangeran Qin Chen.


"C chen... Chen" Xue Mei menepuk pelan pipi pangeran Qin Chen tapi sang empu tak kunjung membuka matanya.


Tubuh Xue Mei semakin bergetar, dengan perasaan yang berkecamuk tak karuan Xue Mei mengguncangkan tubuh pangeran Qin Chen.Tapi saat lengan kanannya diguncang kan pelan seluruh tubuhnya pun ikut terguncang, dengan perasaan takut Xue Mei memegang pergelangan tangan pangeran Qin Chen memeriksa nadinya masih berdenyut atau tidak.


Dengan air mata yang terus mengalir Xue Mei berkonsentrasi untuk merasakan denyut nadi pangeran Qin Chen dan hasilnya tidak ada denyut nadi sama sekali, karena takut salah Xue Mei pun menempelkan tangannya dihidung pangeran Qin Chen tapi pangeran Qin Chen sudah tidak bernapas.


"Ce chen sadarlah... CHENNN" Xue Mei berteriak memanggil pangeran Qin Chen agar kembali sadar tapi itu semua percuma pangeran Qin Chen telah pergi.


"Ada apa dengan Chen" Tanya kaisar pada Xue Mei yang terus menunduk sambil terisak.


Tak kunjung mendapatkan jawaban dari Xue Mei kaisar Qin pun membentak Xue Mei.


"Cepat jawab kenapa putraku"


"Ce Chen telah tiada" ucap Xue Mei dengan terbata dirinya tak sanggup berbicara karena terus terisak.


Kaki kaisar Qin langsung terasa lemas mendengar ucapan Xue Mei.


Jderr. semua orang langsung membeku ditempat saat mendengar perkataan Xue Mei.


"tidak mungkin,,, tidakk" Selir Yue Mi ibu kandung pangeran Qin Chen langsung berteriak histeris,


dia langsung berlari dan memeluk tubuh pangeran Qin Chen yang telah


terbujur kaku.

__ADS_1


Xue Mei pun langsung menghindar sedikit menjauh dirinya tak sanggup melihat pangeran Qin Chen yang sudah tiada.


"Chen,, Chen" Selir Yue Mi terus


berteriak dan meraung, menangis pangeran Qin Chen.


"aku tak percaya kau meninggalkan ibu sendiri, tabib cepat periksa chenku"


"Tenanglah selir" Kaisar Qin mencoba menenangkan selirnya dengan memeluk tubuh selir Yue Mi.


Tabib Yu pun maju dan langsung memeriksa lengan pangeran Qin Chen, tak lama kemudian tabib Yu menggelengkan kepalanya.


"maaf yang mulia pangeran Qin Chen telah pergi dengan tenang kembali ke sisi yang maha Kuasa"


"Apa,,, tidakkk... tidakkk putraku" Selir Yu terus menangis histeris didalam pelukan kaisar Qin.


"Tidak yang mulai anak kita" dengan suara yang semakin melemah akhirnya selir Yue Mi pun jatuh pingsan didalam


dekapan kaisar Qin. Semua orang


menangis mendengar berita itu.


"Siapkan pemakaman untuk pangeran kedua dengan baik" Kaisar Qin memerintahkan kepada para pelayanan, dirinya harus tetap tegar meskipun hatinya menagisi kepergian putranya.


Xue Mei terus terisak disudut ruangan kamar pangeran Qin Chen dengan ditemani Wei.


Bersambung.........


Jujur saja aku pun ikut nangis waktu ngetik bab ini....😭😭


Jangan lupa like dan vote.


pasti kalian nungguin konfliknya ya,, yang sabar ya ini juga lagi otw menuju konflik....


jadi buruan like yang banyak yaaaa😉😉


Bye see you😘😘

__ADS_1


__ADS_2