Putri Buta

Putri Buta
Eps 97


__ADS_3

Senyum jahat terbit di bibirnya merah alaminya, menatap penuh kebencian kepada sahabat yang kini menjadi musuhnya. Tapi senyuman itu tidak terlibat karena gelapnya malam, tapi bulan purnama cukup menerangi siluet yang berdiri didepannya ini.


"Apa mau sebenarnya Chang Yi? Apa kau tidak lelah terus menerus ingin membunuhku tapi selalu gagal" Ucap putra mahkota Feng Xian, dirinya sudah muak dengan pria berambut putih keperakan itu.


Malam ini dirinya akan bertunangan dengan Xue Mei. Ya malam ini, pasti Xue Mei dan orang istana sedang mencarinya saat ini, putra mahkota Feng Xian sendirian tidak membawa Guan ikut serta bersamanya.


"Lelah? tidak ada kata lelah dalam hidup ku untuk membunuh bajingan sepertimu, Feng Xian" Ucap Chang Yi dengan nada tinggi. Tatapan matanya pun penuh dendam dan amarah saat menatap putra mahkota Feng Xian yang berdiri lima meter dari dirinya.


"Bodoh" Gumam putra mahkota Feng Xian pelan, merasa bahwa mantan sahabat nya ini terlalu bodoh. Kenapa dirinya begitu gigih ingin membalaskan dendam atas kematian wanita sampah itu.


"Cepat kita selesaikan ini, aku sudah muak dengan semua tingkah laku mu. Tunangan ku pasti sudah menungguku"


Senyum Chang Yi semakin lebar saja mendengar ucapan putra mahkota Feng Xian. "Tunangan? Kau tidak akan bisa kembali ke istana Li hidup-hidup. Aku sangat ingin melihat putri cantik itu menangisi mayat mu dengan histeris"


"Ck... menyusahkan sekali" Decak kesal putra mahkota Feng Xian, pedang kesayangannya sudah ia keluarkan dari sarungnya. Sangat mengkilap dan tajam. "Ayo majulah, aku sudah berjanji kepada Xue Mei untuk membunuhmu membalaskan dendam jenderal Zang Yuan" Ucapnya lagi tangan kirinya iya angkat lalu jari-jarinya digerakkan mengkode supaya Chang Yi segera memulai menyerangnya.


Senyum pisycopat Chang Yi semakin lebar. "Mati kau". Chang Yi berlari kearah putra mahkota Feng Xian dengan aura membunuh yang pekat.


Putra mahkota Feng Xian pun sudah memasang kuda-kuda untuk menerima serangan lawannya. "Kemari lah, jemput ajalmu" Ucap putra mahkota Feng Xian penuh penekanan.


...*****...


Sedangkan di istana suasana menjadi ricuh dan udara di aula menjadi sangat panas saat pertunangan akan dimulai tapi pasangan pria tidak kunjung menampakan diri. m

__ADS_1


Membuat keluarga kerajaan Li dan Feng cemas sekaligus khawatir.


Begitu pula dengan Xue Mei, dirinya sudah berdandan sedemikian rupa untuk malam hari ini. Cantik begitu cantik sampai-sampai para adik laki-laki putra mahkota Feng Xian ingin merebut calon kakak iparnya ini.


Xue Mei duduk dengan cemas disisi putri Li Yu Mei, tangannya meremas hanfu yang ia pakai demi menyalurkan rasa khawatir akan keberadaan sang kekasih.


Tidak mungkin kan jika putra mahkota Feng Xian melarikan diri dari tunangan nya ini?. Padahal dirinya sendiri yang kekeh ingin segera memperistri Xue Mei.


Pikiran seperti itu sempat singgah di kepala Xue Mei, tapi langsung ditepis jauh-jauh dari pikirannya, Xue Mei percaya putra mahkota Feng Xian bukan laki-laki buaya seperti kebanyakan pria zaman modern.


"Guan" Kaisar Feng memanggil anak angkatnya.


"Hamba disini Yang Mulia Kaisar"


"Maaf yang mulia hamba tidak tahu dimana yang mulia putra mahkota Feng Xian berada. Karena saat tadi putra mahkota Feng Xian pergi hamba sedang berada diluar istana" Jawab Guan sopan. Dirinya juga ikut bingung kemana tuanya pergi.


Tadi pagi-pagi buta putra mahkota Feng Xian tiba-tiba memerintahkannya untuk membelikan perhiasan wanita untuk hadiah pertunangannya dengan Xue Mei nanti.


Tapi saat tadi dirinya sudah sampai di istana putra mahkota Feng Xian sudah tidak berada di paviliun nya lagi.


"Kemana kau yang mulia, tidak mungkin kan jika anda melarikan diri dari acara pertunangan yang selama ini anda tunggu-tunggu" gumam Guan, lalu setelah itu dia menghilang dari hadapan kaisar. Pergi untuk mencapai keberadaan putra mahkota Feng Xian.


"Xue Mei mau kemana kau?" Li Yu Mei mencekal pergelangan tangan Xue Mei, saat dirinya melibatkan Xue Mei ingin pergi.

__ADS_1


Raut wajah Xue Mei terlihat sulit diartikan oleh Li Yu Mei. "Mau kemana?" Tanyanya lagi.


"Aku ingin mencari Feng Xian, pasti terjadi sesuatu pada dirinya"


"Kau diam saja disini. Tunggu putra mahkota Feng Xian kembali, Guan sedang pergi mencarinya" Ucap Li Yu Mei mencegah Xue Mei untuk pergi keluar dari istana.


"Aku tidak bisa menunggu bibi. Aku merasakan pirasat buruk tentang ini" Wajah Xue Mei semakin terlihat cemas.


"Benar kata bibi kau diak saja disini, Guan sedang pergi mencari Putra mahkota Feng Xian. Dia pria yang bisa diandalkan" Sekarang giliran Zang Jingqin yang mencegah Xue Mei pergi.


"Tapi kakak, aku sangat menghawatirkan nya" Xue Mei menghentakkan lengannya yang dipegang Li Yu Mei. Setelah merasakan pergelangan tangannya terlepas Xue Mei berlari keluar dari aula istana, tempat acara pertunangannya akan berlangsung.


Tanpa mengganti hanfunya Xue Mei berlari keluar istana, saat berlari Xue Mei sedikit kesulitan karena hanfunya yang panjang membuat bagian bawahnya terinjak oleh kakinya.


Srettt


Sungguh sangat disayangkan hanfu indah itu Xue Mei robek bagian bawahnya sampai ke paha membuat paha putih mulusnya terekspos. Xue Mei tak mempedulikan penampilan nya sekarang dia lebih mementingkan dimana keberadaan sang kekasih.


Xue Mei tidak ingin lagi kehilangan sosok pria yang dicintainya. setelah dua kali dirinya ditinggal oleh sang ayah dan sahabat sekaligus cinta pertamanya. Tapi tidak dengan yang sekarang Xue Mei tidak mau kehilangan siapapun lagi.


"Ayah, Chen bantu aku melindungi Feng Xian" Gumamnya pelan, penuh harap.


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2