
Putra mahkota Feng Xian menoleh kearah Xue Mei, kemudian dia menarik pengan Xue Mei agar lebih dekat dengannya. "Perkenalkan dia adalah calon istriku Zang Xue Mei" Ucap putra mahkota Feng Xian percaya diri.
Seketika Xue Mei langsung mendelik kesal pada putra mahkota Feng Xian.
"Siapa yang calon istrimu" Ujar Xue Mei dengan ketus pada putra mahkota Feng Xian. Kemudian dengan gemas Xue Mei mencubit pinggang putra mahkota Feng Xian dengan sangat kuat.
"Aduhhh... Sakit sayang" Putra mahkota Feng Xian mengaduh dan kemudian sedikit mundur untuk menghindari cubitan yang mungkin akan mendarat lagi di pinggangnya.
"Kau kejam sekali padaku, memang benarkan kau itu tunangan ku otomatis kau itu calon istriku"
Xue Mei tak peduli pada putra mahkota Feng Xian, dia mendengus kesal.
"Apa-apaan orang in8 dia selalu seenaknya saja"
Shen hanya terkekeh melihat pertengkaran keduannya, merasa lucu melihat tingkah mereka berdua yang kekanak-kanakan.
"Sudahlah hentikan kalin berdua" Dhen mencoba melerai keduanya, dia mendudukan dirinya di pinggir danau.
Putra mahkota Feng Xian dan Xue Mei langsung diam, saatendengar ucapan Shen.
Xue Mei baru ingat ternyata bukan hanya dirinya dan putra mahkota Feng Xian saja disini tapi ada juga orang ketiga dan orang itu adalah siluman.
"Sudah!?" Shen bertanya kembali setelah keduanya berhenti. "Kalau begitu perkenalkan namaku Shen, sahabat calon suamimu" Shen mengulurkan lengan kanannya pada Xue Mei untuk berjabat tangan.
Xue Mei merasa ragu untuk berjabat tangan dengan Shen, dirinya merasa takut. Takut jika di cakar atau di cekik, aaaa Xue Mei terlalu parnoan.
Putra mahkota menepuk pundak Xue Mei, seketika Xue Mei pun medongakan kepalanya agar bisa melihat wajah putra mahkota Feng Xian, saat melihat wajah putra mahkota Feng Xian dia sedang tersenyum kearah dirinya dan menganggukkan kepalanya, seperti mengatakan 'tidak papa'.
Kemudian dengan ragu Xue Mei pun nenyanbut uluran tangan Shen.
"Zang Xue Mei dan ingat aku bukan calon istrinya" Dengan ragu Xue Mei memperkenalkan dirinya dan terseyum kikuk pada Shen. Xue Mei merasakan tangan Shen begitu dingin seperti es dan Xue Mei pun memperhatikan wajah Shen yang terlihat tenang.
"eh" Xue Mei pun tersadar saat tangannya ditarik oleh putra mahkota Feng Xian, Xue Mei pun baru sadar ternyata dia belum melepaskan tangannya dari tangan Shen.
"Kau ini, dilarang terlalu lama memandangi wajah pria lain selain diriku" ujar putra mahkota Feng Xian dengan menatap tajam Xue Mei, dirinya merasa cemburu melihat pujaan hatinya menatap pria lain selain dirinya.
Tanpa rasa takut Xue Mei kembali menatap putra mahkota Feng Xian dengan tajam.
"Kau ini bukan siapa-siapa aku jadi jangan mengaturku"
"Tapi aku cemburu melihatmu dekat dengan siluman itu"
__ADS_1
"Kenapa aku" Shen bingung kenapa dia dibawa-bawa segala.
"Jangan dengarkan dia,. orang itu memang sangat menyebalkan" Xue Mei malah mengalihkan pembicaraan, dia lebih baik berbicara dengan siluman tampan didepannya itu. Xue Mei pun
sudah tidak lagi merasa takut pada Shen, kemudian dia duduk di sisi Shen.
"Jadi Shen kenapa kau bisa berteman dengan makhluk meyebalkan seperti dia" Xue Mei bertanya kemudian dia menujuk putra mahkota Feng Xian dengan telunjuknya.
"kami bertemu secara tidak sengaja" putra mahkota Feng Xian ikut duduk di samping Xue Mei.
Sehun pun menganggukkan kepalanya.
"benar"
flashback___
Seorang anak laki-laki mungkin berusia 10 tahun terus berlari ke dalam hutan, wajahnya terlihat kesal entah apa yang terjadi pada dirinya.
anak itu tersebut berlari menembus hutan, entah kemana tujuannya. anak laki-laki itu pun menghentikan tubuhnya dipinggir danau yang indah.
"Huuh menyebalkan sekali, kenapa setiap hari aku selalu disuruh belajar dan berlatih setiap hari,,, huuh menyebalkan" anak itu berbicara sendiri meluapkan kekesalannya.
Anak laki-laki itu adalah putra mahkota Feng Xian kecil, dia diam-diam keluar istana karena merasa muak jika harus belajar setiap hari.
Xian kecil waktu itu masih kekanak-kanakan dan selalu membuat onar di istana, dia selalu diam-diam pergi meninggalkan istana.
"Huuh aku kesal sekali" Xian kecil terus saja mendengus kesal kemudian dia melemparkan sebuah baru yang seukuran telapak tangan ke sembarang arah.
"aduhh... " tiba-tiba ada suara seseorang mengaduh kesakitan, membuat Xian kecil terkejut.
"Suara siapa itu, apa lemparan ku tadi mengenai seseorang" gumam Xian kecil.
"lebih baik aku periksa sendiri,asal suara itu berasal dari balik batu besar itu". Xian kecil pun berjalan perlahan mendekati batu besar yang terletak di pinggir danau.
Meskipun masih kecil putra mahkota Feng Xian sudah bisa menjaga dirinya sendirian.
" Siapa disana" Xian kecil sedikit berteriak memanggil seseorang yang mengaduh tadi.
Dengan sedikit ragu Xian kecil yang sudah berada di sisi batu besar itu langsung menoleh dan. "Ka kau" betapa terkejutnya Xian kecil melihat seekor siluman sedang menangis.
Seekor siluman yang masih kecil mungkin seumuran dengan putra mahkota Feng Xian, dia sedang menangis kesakitan karena tadi kepalanya terkena batu yang putra mahkota Feng Xian lempar.
__ADS_1
Siluman itu pun mendongakan kepalanya sedikit dan setelah itu kembali menangis.
Xian kecil yang masih terkejut sampai tersungkur di tanah kembali berkata. "si siapa kau" Xian kecil kembali bertanya dan mendekatkan dirinya pada siluman kecil itu menghilangkan rasa takutnya.
Siluman kecil itu tak berbicara dia terus saja menangis tersedu-sedu.
"Maafkan aku tadi batu yang aku lempar mengenai kepalamu ya" Xian kecil yang memiliki hati yang baik langsung meminta maaf jika dirinya bersalah.
"Nama kamu siapa" Tanya Xian yang sekarang telah berjongkok didepan siluman kecil itu.
Siluman kecil itu perlahan-lahan mulai berhenti menangis dan menyisakan mata yang sebab. "A aku Shen" ucap siluman kecil itu dengan gugup.
Sehun kecil memiliki sifat penakut dan juga cengeng karena dirinya hanya hidup sendirian dan hanya berteman dengan ikan-ikan di danau.
"Jangan takut aku orang baik dan juga tampan" wah ternyata jiwa narsis putra mahkota Feng Xian sudah ada sejak kecil, pantas saja di usianya sekarang narsis nya semakin parah saja.
"Dimana orang tuamu" Xian kecil kembali bertanya.
"A aku tidak punya orang tua, a aku t tinggal sendirian disini" Shen berkata dengan menundukan kepalanya, dirinya sedih karena dirinya ambang hidup sebatang kara.
"kasian sekali" batin Xian kecil.
"Apa kau mau jadi temanku" ajak Xian kecil pada Shen.
Wajah Shen yang tadinya teduh langsung kembali ceria. "A aku mau, tapi siapa namamu?"
"Oh iya ya aku lupa, perkenalkan namaku Feng Xian" Xian kecil memperkenalkan dirinya dengan cengengesan kemudian dia mengulurkan tangannya.
dan disambut gembira oleh Shen. "Baiklah muali sekarang kita teman tapi rahasiakan tempat ini aku takut jika ada manusia yang ingin menangkapku" Pintanya.
"Baiklah"
sejak saat itu keduanya pun berteman, Xian kecil mengajarkan Shen untuk tidak menjadi penakut. Shen juga menjadi teman curhat kedua Xian setelah Guan yang pertama menjadi teman curhatnya.
Flashback End_
Bersambung......
Maaf ya jika banyak typo,,, aku lagi banyak tugas jadi gak sempet buat koreksi lagi.maaf yaa🙏🙏🙏
__ADS_1
Shen