
Malam hari ini begitu dingin tapi tak mengurangi kebahagian yang tercipta
di meja makan,
malam ini Xue Mei sedang makan malam bersama ayah,kakak dan adiknya sangat jarang mereka bisa
kumpul bersama karena kesibukan jenderal Zang dan Zang Jingqin membuat
mereka jarang sekali makan bersama.
Paling-paling cuma Xue Mei dan Zang Yuki yang makan berdua.
Hari ini Xue Mei mengenakan hanfu
berwarna merah mudah berpaduan warna Ungu
dan putih sangat kontras dengan wajah Xue Mei yang putih mulus.
Rambutnya yang di tata rapi kemudian mengenakan jepit rambut yang tak. kalah indah.
Mereka berempat makan dengan khusu tanpa ada yang berbicara,
Xue Mei terus mengambil makanan yang begitu menggugah selera menggunakan sumpit.
Setelah mereka selesai makan malam kemudian mereka bertiga pindah ketaman untuk menikmati angin
malam yang dingin.
Mereka pun duduk di gazebo yang telah terhidang beberapa jenis makanan penutup.
"Mei'er sebenarnya ayah mau memberitahumu sesuatu waktu itu tapi ayah sangat sibuk akhir-akhir ini. Jadi ayah akan mengatakannya sekarang" ujar jenderal Zang.
"memang mau memberitahu ku tentang apa" Xue Mei menatap wajah ayahnya penuh tanya.
sedangkan Zang Jingqin dan Zang Yuki hanya menyimak obrolan keduanya
sambil memakan kue yang disediakan pelayan tadi.
"Waktu itu saat ayah baru pulang dari perbatasan bla... bla... bla... " Jenderal Zang pun menceritakan tentang putra mahkota Feng Xian yang melamar Xue Mei langsung padanya saat itu. (Jika kalian lupa cek lagi di eps 23).
"Tapi ayah tak menerima lamarannya, ayah akan menyerahkan semuanya padamu, itu terserah mei'er mau menerimanya atau tidak,tapi ayah membiarkannya dekat denganmu dia pria yang baik"
"Apa!!!!!" ucap Xue Mei dan Zang Yuki bersamaa, tapi Zang jingqin bersikap biasa saja dirinya sudah diberi tahu sejak lama.
Ucapan jenderal Zang membuat Xue Mei membulatkan matanya terkejut, dirinya tak habis pikir pada putra mahkota Feng Xian. ternyata dia begitu serius ingin
memilikinya, tapi tak bisa dipungkiri di puluh hati Xue Mei pun sedikit merasa senang karena dengan gentle nya putra mahkota Feng Xian memintanya langsung kepada ayah nya.
__ADS_1
"Dasar meyebalkan, dia tak memberitahukan tentang lamaran ini padaku, pantas saja dia selalau percaya diri menyelinap masuk kedalam paviliun ku"
ucap Xue Mei dalam hati.
"Wah kau sangat hebat kak" Zang Yuki kagum kepada Xue Mei karena berhasil.
membuat seorang putra mahkota yang sangat terkenal takluk akan pesona yang dimiliki kakaknya.
Xue Mei hanya menundukan kepalanya di bingung dan malu karena terus-terusan digoda adiknya.
"Biasa saja kali, aku tahu saat ini kau sedang menjalin asmara dengan pangeran
Qin Chen kan" ucapan Zang jingqin kembali membuat Xue Mei terkejut.
"Se sejak kapan kakak tahu" Xue Mei berbicara dengan menundukan
kepalanya dirinya sangat malu karena kakaknya mengetahui kalau dirinya
sedang menjalin asmara
dengan temannya itu.
"Tentu saja aku tahu, kau yang keluar masuk Mansion secara diam-diam saja aku tahu" ucap Zang Jingqin kemudian dia melihat Xue Mei dengan tajam,
sedikit geram karena adik kesayangannya peri keluar mansion tanpa izin
pada siapa pun.
Kali ini jenderal Zang yang terkejut, dirinya tidak tahu kalau putrinya itu berbuat nakal tanpa dirinya tahu.
"Mei'errr.." jenderal Zang pun ikut menatap Xue Mei dengan tajam.
seketika wajah Xue Mei menjadi pucat, habislah sudah dirinya ketahuan.
"Ah,, maaf ayah itu a aku..." Xue Mei gugup mau menjelaskan apa.
"Coba jelaskan pada kami kenapa kau menyelinap keluar dari mansion secara diam-diam tanpa minta
izin dulu pada ayah" jenderal Zang bercara dengan nada lembut tapi tetap tegas dan mengintimidasi
jenderal Zang tak berani memarahi putri kesayangannya.
"Aku takut ayah tak mengizinkan aku pergi keluar dari mansion,
jadi aku keluar secara sembunyi-sembunyi.. hehe" Xue Mei menjelaskannya sambil cengengesan tak jelas.
"Tapi kakak tahu dari mana kalau aku suka keluar dari mansion secara diam-diam?"
Xue Mei penasaran kenapa dirinya bisa ketahuan.
__ADS_1
"Aku memerintahkan penjaga bayanganku untuk terus menjagamu dan mengawasi setiap pergerakanmu"
ujar Zang Jingqin dengan nada tegas.
"Lalu kalau kakak tahu aku suka pergi keluar kenapa tidak menghentikanku untuk pergi,
eh tunggu dulu kenapa aku tidak bisa merasakan kalau aku
dibuntuti atau pun di awasi oleh penjaga bayangan ya" Xue Mei memegang dagunya bingung, karena selama
ini dirinya tak merasakan ada seseorang yang selalu mengawasinya.
"Tidak perlu karena aku tahu pejagan bayangan itu bisa mengawasimu, itu karena kau lemah jadi tidak bisa merasakan keberadaan seseorang"
"Enak saja kakak bilang aku lemah, aku tidak lemah seperti yang kakak pikirkan! huuh" Xue Mei malah sewot saat di katai lemah.
"Ternyata kakakku ini nakal juga" Zang Yuki tertawa dan mengejek kakak perempuan nya.
"Aku tidak nakal, aku hanya bosan jika terus terkurung di dalam mansion" ujar Xue Mei dengan suara kecilnya kemudian dia menundukan kepalanya.
"Maaf ayah aku janji jika aku ingin pergi keluar aku akan minta
ijin dulu padamu" Xue Mei kembali berkata dengan membuat wajah seimut mungkin agar jenderal Zang tidak marah lagi padanya.
Jenderal Zang tidak kuat melihat ekspresi Xue Mei dia akhirnya luluh. " Baiklah baik tapi janji ya"
"Iya janji"
"Hari sudah semakin larut dan udara pun semakin dingin,
lebih baik kita kembali kekamar masing-masing" setelah berkata demikian kemudian jenderal Zang pun berdiri dari posisinya.
"Baiklah ayah" Xue Mei beserta Zang Jingri dan Zang Yuki menjawab
serempak.
"Baiklah selamat malam" ucap jenderal Zang pada ketiganya, tapi sebelum dia berjalan pergi dia mengecup pipi
sebelah kanan Xue Mei dengan
sayang.
"Selamat malam juga ayah" Xue Mei pun berbalik mencium pipi jenderal Zang.
setelah mengucapkan selamat malam keempatnya pun membubarkan
diri kemudian mereka pergi ke paviliun masing-masing.
Bersambung.........
__ADS_1
Jangan lupa like dan vote nya ya agar author semangat up lagi.....
🤗🤗🤗