
"Saya yang rendah ini ingin meminta maaf kepada anda yang mulia. Maaf tapi saya menolak lamaran anda"
Jawaban Xue Mei membuat kaisar Han Jing Yun tidak suka, tangannya mengepal erat menahan kekesalannya. Tarik nafas, buang kaisar Han Jing Yun mencoba untuk tidak meluapkan kemarahannya.
Hufffff
Merasa tidak lagi emosi kaisar Han Jing Yun kembali bertanya memastikan. Jika jawabannya tetap sama maka jalan terakhir untuk memiliki Xue Mei adalah menggunakan cara yang licik.
"Apa kamu benar-benar menolak lamaran saya, padahal saya sudah datang jauh-jauh dari Kerajaan Han kesini untuk melamar anda putri Zang Xue Mei"
Xue Mei merasakan aura intimidasi dari kaisar Han Jing Yun, tangan Xue Mei mengepal erat mencoba untuk tidak takut atau pun gemetar menghadapi kaisar gila di hadapannya ini.
"Benar saya sungguh-sungguh" Menatap tajam kedua mata elang Kaisar Han. "Saya mencintai putra mahkota Feng Xian begitu pun sebaliknya. Jadi saya mohon maaf sebesar-besarnya karena saya menolak lamaran anda"
Brekk
Kaisar Han memukul meja yang ada di depannya sampai terbelah dua, kudapan dan teh yang di hidangkan tumpah dan berceceran.
Kaisar Li Hao Jin, mantan kaisar Li Juang, mantan permaisuri Xue Jia, Zang Zingqin, putri Li Yu Mei, Xue Mei dan Zang Yuki terkejut dengan tindakan tiba-tiba yang di lakukan kaisar Han.
Semuanya langsung berdiri, karena terkejut mereka tidak memusingkan meja yang terbelah menjadi dua bagian itu, tapi melihat raut wajah kaisar Han yang sepertinya tidak terima dengan keputusan Xue Mei.
"Tenang lah yang mulia". Putri Li Yu Mei sedikit meninggikan suaranya tidak suka dengan sifat kaisar Han.
Tak mendengarkan ucapan putri Li Yu Mei kaisar Han berjalan maju dengan tergesa laku dengan kasar Kaisar Han mencengkram dagu Xue Mei kuat.
" Beraninya kau menolak kaisar ini, padahal kaisar ini sudah menawarkan posisi permaisuri padamu dan akan setia padamu seorang. Apakah itu tidak cukup?" Geram kaisar Han dengan penolakan yang diterimanya emosinya kembali memuncak.
Semua orang melebarkan pupil matanya geram dengan kelakuannya yang tidak sopan. "Lancang sekalian anda, lepaskan keponakan saya" Bentak kaisar Li Hao Jin marah.
Kaisar Li berjalan maju bermaksud untuk melepaskan cengkareng tangan kaisar Han pada Xue Mei. Tapi saat melihat Xue Mei mengangkat tangannya kaisar Li berhenti, dia paham bahwa sang keponakan bisa menyelesaikan masalah ini.
"Anda tahu?" Xue Mei menggantung ucapannya membuat kaisar Han pemasaran. "Kelakuan anda sangatlah tercela" Xue Mei sedikit meringis karena cengkraman kaisar Han tidak main-main.
"Hahahaha.... Tercela?" Melepaskan cengkraman pada dagu Xue Mei kaisar Han berganti memeluk pinggang Xue Mei, menarik Xue Mei sampai membentur dada bidang kaisar Han. "Apa pun yang kau katakan akan aku anggap sebagai sebuah pujian" Bisiknya tepat di telinga Xue Mei.
__ADS_1
"Baji*gan" Umpat Xue Mei pelan.
"Apa yang kau harapkan dari seorang pria yang tak mengingatmu sedikit pun? Lebih baik kau menikah saja dengan saya"
"Dari mana anda tahu kalau putra mahkota Feng Xian hilang ingatan?" Mata Xue Mei menelisik kaisar Han penuh curiga.
"Kau tidak perlu tahu sayang, ingat ini! pria itu tidak akan pernah mengingat mu sampai kapan pun" Seringai iblis kaisar Han muncul, membuat wajah tampannya terlibat menakutkan.
"Tidak, itu tidak mungkin" Xue Mei kembali memberontak mencoba melepaskan pelukan kaisar Han.
"Itu nyata adanya"
"Prajurit" Kaisar Li Hao Jin berteriak memanggil prajuritnya.
Tanpa menunggu lama puluhan prajurit memasuki ruang tamu dengan tangan yang telah siap membawa pedang dan perisai.
Saat itu juga para prajurit bayangan kaisar Han bermunculan dengan berpakaian serba hitam bak pembunuh bayaran. Jumlah mereka sekitar dua puluh orang, mereka dengan sigap menghadang para prajurit itu agar tidak mendekati kaisar mereka.
Tanpa rasa takut kaisar Han malah semakin mengeratkan pelukannya, tak menghiraukan ketegangan yang ia ciptakan.
"Lepaskan kakakku" Tiba-tiba Zang Yuki berlari menyerang kaisar Han dengan menggunakan belati yang ia bawa.
Kaisar Han hanya menyeringai meremehkan, dengan tangan kanannya kaisar Han gunakan untuk menepis belati yang di todong kan kearahnya. Sedangkan tangan kirinya masih setia memeluk pinggang ramping Xue Mei.
"Lepaskan aku bre*gsek" Memukul dan berteriak Xue Mei lakukan supaya terlepas dari pelukan kaisar Han.
Kaisar Han menulikan telinganya, tak menghiraukan teriakan Xue Mei. Kakinya kaisar posisikan untuk menendang Zang Yuki
Prang.. brekk
Suara belati yang terjatuh di susul dengan Zang Yuki yang ditendang kaisar Han sampai tersungkur di lantai.
Uhuk.. uhuk
Zang Yuki merasa sesak di dadanya, karena kaisar Han tepat menendangnya di ulu hatinya.
__ADS_1
"Lemah, kenapa kau berteriak saat menyerang musuhmu"
Melebarkan pupil matanya Xue Mei kembali memberontak saat melihat adiknya tersungkur tak berdaya karena ulah kaisar Han. "Iblis beraninya kau melukai adikku, lepaskan aku" Xue Mei berteriak dengan penuh emosi.
Zang Zingqin mencoba untuk berdiri, dirinya tidak terima saat melihat kedua adiknya diperlakukan dengan kasar oleh kaisar Han.
Putri Li Yu Mei mengambil pedang yang ada di tangan seorang prajurit yang telah terkapar tak berdaya dengan darah mengalir dari lehernya.
Tanpa takut putri Li Yu Mei mengayunkan pedangnya kedepannya, tatapan permusuhan terlihat jelas di matanya. "Bajingan... lepaskan keponakanku"
"Sialan, ayo bekerjasama denganku kaki sialan" Zang Zingqin memukul-mukul kakinya dengan kuat. Saat ini Zang Zingqin merasa tidak berguna sebagai seorang kakak.
"Tenanglah Cucuku, serahkan semua ini pada pamanmu. Semuanya akan baik-baik saja" Permaisuri Xue Jia memegang kedua pundak Zang Zingqin mencoba menenangkannya.
"Tapi nenek"
"Sudah diam, percayalah pada pamanmu"
Beralih pada putri Li Yu Mei dia melawan seorang prajurit kaisar Han dengan brutal. "Matilah breng*ek"
Bughh
Tendangan putri Li Yu Mei berikan pada aset berharga prajurit itu. Membuat prajurit itu menjerit kesakitan.
"Haha... Rasakan itu, masa depan menjadi suram mulai saat ini" Putri Li Yu Mei tertawa puas melihat lawannya terkapar tak berdaya di lantai.
"Berhenti" Ucapan kaisar Han membuat prajurit-prajurit itu berhenti saling menghunus kan pedang mereka.
"Dengarkan!! saya akan mendapatkan apapun yang saya inginkan dengan apapun caranya. Jadi maafkan saya jika ke depannya saya akan sedikit merepotkan kerajaan Li" Senyum iblis tercetak indah di bibirnya.
"Apa yang kau maksud" Kaisar Li tak mengerti dengan apa yang dimaksud dari perkataan kaisar Han.
"Tunggu saja satu minggu lagi"
...Bersambung...
__ADS_1