
Setelah Xue Mei keluar dari kamar
pangeran Qin Chen ekspresi
wajahnya pun seketika berubah
menjadi sedih, tentu saja dirinya
sedih karena temannya
yang paling baik
jatuh sakit dan sisa umurnya pun hanya satu bulan. Xue Mei terus berjalan menuju gerbang utama paviliun seorang diri, karena Wei menunggu di luar paviliun.
Tiba-tiba tangan Xue Mei ditarik paksa oleh seseorang yang.
"Heyy siapa kau? lepaskan tanganku!"
bentak Xue Mei, tangannya memberontak supaya bisa dilepaskan tapi sayang
tenaganya tak cukup kuat. Xue Mei tak mengenal orang yang menyeretnya
pergi dari paviliun karena hanya
terlihat punggungnya saja
yang bidang.
"Hey kau lepaskan aku!!" Xue Mei terus memberontak tapi orang yang menyeretnya tak menanggapinya.
Akhirnya laki-laki yang menyeret Xue Mei pun melepaskan cengkeraman tangannya di tempat sepi.
"Kau ini sudah gila ya" Xue Mei berteriak marah pada orang yang menarik
dirinya pergi ke tempat yang sepi,
kemudian Xue Mei memegang
pergelangan tangannya yang sedikit
sakit.
Laki-laki itu pun membalikan badannya.
"Aku sangat merindukanmu tunanganku" Putra mahkota Qin Li mendekati
Xue Mei dan mencoba memeluk
tubuh Xue Mei.
__ADS_1
Tapi Xue Mei memberontak mencoba agar tidak masuk kedalam dekapan mantan tunangan Xue Mei yang asli.
"Gila,tak tau malu kau mau apa hah? kita sudah tidak memiliki hubungan apa-apa. Ck" Xue Mei berteriak dan memberontak supaya bisa menjauhkan
dirinya dari putra mahkota Qin Li.
Tadi setelah dirinya keluar dari kamar adiknya Putra mahkota Qin Li tak langsung kembali ke paviliunnya tetapi menunggu Xue Mei keluar dari kamar pangeran Qin Chen tadi dan setelah melihat Xue Mei
keluar dari kamar itu putra mahkota Qin Li pun langsung menarik lengan
Xue Mei mnuju tempat yang sepi.
"Jangan berbicara seperti itu aku tahu kau masih mencintaiku" Dengan pedenya putra mahkota Qin Li berbicara dan menampilkan senyum menggoda yang selalu berhasil memikat wanita manapun.
"Cinta dengkulmu, aku sudah tak lagi menaruh hati padamu. Yang ada sekarang aku malah membencimu,
melihat wajahmu membuatku mual. cih"
Dengan pedasnya Xue Mei berkata dengan telunjuknya menunjuk kearah wajah putra mahkota Qin Li.
"Benarkah kau sudah tak mencintaiku lagi,, tidak apa meski kau tak lagi mencintaiku aku akan meminta kaisar untuk mengeluarkan kali dekrit pertunangan kita" Seenaknya putra mahkota Qin Li berbicara, dimana itu membuat Xue Mei kesal.
"Seenaknya saja kau berbicara aku tak sudi menjadi tunanganku, lagi
pula aku sudah mempunyai tunangan
lagi" Ucapan Xue Mei berdusta.
"Apa kau bilang katakan siapa tunanganmu sekarag aku akan membunuhnya"
Putra mahkota Qin Li seketika naik patah mendengar bahwa Xue
Mei telah memiliki pengganti
dirinya, putra mahkota Qin Li cemburu.
Brekk,, putra mahkota Qin Li mendorong bahu Xue Mei sampai membentur dinding kayu sebuah bangunan disana.
Xue Mei pun meringis merasakan punggungnya sakit berbenturan
dengan dinding yang keras.
Putra mahkota Qin Li pun menjepit
Xue Mei.
"Cepat katakan siapa penggantiku"
Tanya putra mahkota Qin Li, aura disekitar mereka berdua tiba-tiba menjadi menyeramkan.
__ADS_1
"Kuat tak perli tahu siapa dia, kau bukan siapa-siapaku" Jawab Xue Mei acuh, dengan beraninya Xue Mei melihat
wajah putra mahkota Qin Li yang mengapit tubuhnya.
"Tentu saja aku tunanganku,, kembalilah padaku kau akan mendapatkan apapun yang kau mau jika bersamaku, aku akan menjadikanmu permaisur kerajaan
ini jika aku telah menjadi raja" putra mahkota Qin Li meng iming-imingi Xue Mei dengan jabatan tertinggi sebagai permaisuri.
"Hehh.. aku tak tertarik sama sekali
memiliki suami sepertimu yang memiliki banyak wanita di haremnya dan
aku juga tak tertarik menjadi seorang permaisuri.cih itu menjijikan" Ucap Xue Mei mengejek putra mahkota Qin Li.
"Belum pernah ada seorang wanita yang berani menolakku, beraninya kau menolakku" Bentak putra mahkota Qin Li pada Xue Mei kemudian dia meremas bahu Xue Mei kuat.
Xue Mei memejamkan matanya
memcoba agar tak berteriak menahan
rasa sakit dari bahunya, mungkin
sekarang
bahunya sudah memerah.
"Br*ngs*k kau" Xue Mei menatap putra mahkota Qin Li dengan tajam dan
Bugghh
Xue me menendang aset berharga putra mahkota Qin Li Sekuat-kuatnya sampai putra mahkota Qin Li pun melepaskan cengkeraman nya.
Akhhh... teriak putra mahkota Qin Li, dia segera memegang asetnya.
"Aku doakan semoga awet muda tidak bisa lagi berfungsi" Xue Mei berlari dengan cepat agar tidak tertangkap oleh putra mahkota Qin Li.
"Awas saja kau Xue Mei aku pasti akan mendapatmu kembali apapun itu caranya"
Xue Mei terus berlari dan sampailah dia didepan gerbang dan disana Xue Mei melihat Wei sedang menunggunya di sisi
keretayang di siapkan oleh ayahnya.
"Wei" Panggil Xue Mei dengan terengah-engah.
"Kenapa nona berlari, apa ada masalah?" tanya Wei heran.
"Aku baik-baik saja ayo kita pulang" Xue Mie pun masuk kedalam kereta kuda dan duduk diikuti Wei.
BERSAMBUNG........
__ADS_1
Jangan lupa LIKE & VOTE ^_^