Putri Buta

Putri Buta
Eps 46


__ADS_3

Setelah Xue Mei keluar dari kamar


pangeran Qin Chen ekspresi


wajahnya pun seketika berubah


menjadi sedih, tentu saja dirinya


sedih karena temannya


yang paling baik


jatuh sakit dan sisa umurnya pun hanya satu bulan. Xue Mei terus berjalan menuju gerbang utama paviliun seorang diri, karena Wei menunggu di luar paviliun.


Tiba-tiba tangan Xue Mei ditarik paksa oleh seseorang yang.


"Heyy siapa kau? lepaskan tanganku!"


bentak Xue Mei, tangannya memberontak supaya bisa dilepaskan tapi sayang


tenaganya tak cukup kuat. Xue Mei tak mengenal orang yang menyeretnya


pergi dari paviliun karena hanya


terlihat punggungnya saja


yang bidang.


"Hey kau lepaskan aku!!" Xue Mei terus memberontak tapi orang yang menyeretnya tak menanggapinya.


Akhirnya laki-laki yang menyeret Xue Mei pun melepaskan cengkeraman tangannya di tempat sepi.


"Kau ini sudah gila ya" Xue Mei berteriak marah pada orang yang menarik


dirinya pergi ke tempat yang sepi,


kemudian Xue Mei memegang


pergelangan tangannya yang sedikit


sakit.


Laki-laki itu pun membalikan badannya.


"Aku sangat merindukanmu tunanganku" Putra mahkota Qin Li mendekati


Xue Mei dan mencoba memeluk


tubuh Xue Mei.

__ADS_1


Tapi Xue Mei memberontak mencoba agar tidak masuk kedalam dekapan mantan tunangan Xue Mei yang asli.


"Gila,tak tau malu kau mau apa hah? kita sudah tidak memiliki hubungan apa-apa. Ck" Xue Mei berteriak dan memberontak supaya bisa menjauhkan


dirinya dari putra mahkota Qin Li.


Tadi setelah dirinya keluar dari kamar adiknya Putra mahkota Qin Li tak langsung kembali ke paviliunnya tetapi menunggu Xue Mei keluar dari kamar pangeran Qin Chen tadi dan setelah melihat Xue Mei


keluar dari kamar itu putra mahkota Qin Li pun langsung menarik lengan


Xue Mei mnuju tempat yang sepi.


"Jangan berbicara seperti itu aku tahu kau masih mencintaiku" Dengan pedenya putra mahkota Qin Li berbicara dan menampilkan senyum menggoda yang selalu berhasil memikat wanita manapun.


"Cinta dengkulmu, aku sudah tak lagi menaruh hati padamu. Yang ada sekarang aku malah membencimu,


melihat wajahmu membuatku mual. cih"


Dengan pedasnya Xue Mei berkata dengan telunjuknya menunjuk kearah wajah putra mahkota Qin Li.


"Benarkah kau sudah tak mencintaiku lagi,, tidak apa meski kau tak lagi mencintaiku aku akan meminta kaisar untuk mengeluarkan kali dekrit pertunangan kita" Seenaknya putra mahkota Qin Li berbicara, dimana itu membuat Xue Mei kesal.


"Seenaknya saja kau berbicara aku tak sudi menjadi tunanganku, lagi


pula aku sudah mempunyai tunangan


lagi" Ucapan Xue Mei berdusta.


"Apa kau bilang katakan siapa tunanganmu sekarag aku akan membunuhnya"


Putra mahkota Qin Li seketika naik patah mendengar bahwa Xue


Mei telah memiliki pengganti


dirinya, putra mahkota Qin Li cemburu.


Brekk,, putra mahkota Qin Li mendorong bahu Xue Mei sampai membentur dinding kayu sebuah bangunan disana.


Xue Mei pun meringis merasakan punggungnya sakit berbenturan


dengan dinding yang keras.


Putra mahkota Qin Li pun menjepit


Xue Mei.


"Cepat katakan siapa penggantiku"


Tanya putra mahkota Qin Li, aura disekitar mereka berdua tiba-tiba menjadi menyeramkan.

__ADS_1


"Kuat tak perli tahu siapa dia, kau bukan siapa-siapaku" Jawab Xue Mei acuh, dengan beraninya Xue Mei melihat


wajah putra mahkota Qin Li yang mengapit tubuhnya.


"Tentu saja aku tunanganku,, kembalilah padaku kau akan mendapatkan apapun yang kau mau jika bersamaku, aku akan menjadikanmu permaisur kerajaan


ini jika aku telah menjadi raja" putra mahkota Qin Li meng iming-imingi Xue Mei dengan jabatan tertinggi sebagai permaisuri.


"Hehh.. aku tak tertarik sama sekali


memiliki suami sepertimu yang memiliki banyak wanita di haremnya dan


aku juga tak tertarik menjadi seorang permaisuri.cih itu menjijikan" Ucap Xue Mei mengejek putra mahkota Qin Li.


"Belum pernah ada seorang wanita yang berani menolakku, beraninya kau menolakku" Bentak putra mahkota Qin Li pada Xue Mei kemudian dia meremas bahu Xue Mei kuat.


Xue Mei memejamkan matanya


memcoba agar tak berteriak menahan


rasa sakit dari bahunya, mungkin


sekarang


bahunya sudah memerah.


"Br*ngs*k kau" Xue Mei menatap putra mahkota Qin Li dengan tajam dan


Bugghh


Xue me menendang aset berharga putra mahkota Qin Li Sekuat-kuatnya sampai putra mahkota Qin Li pun melepaskan cengkeraman nya.


Akhhh... teriak putra mahkota Qin Li, dia segera memegang asetnya.


"Aku doakan semoga awet muda tidak bisa lagi berfungsi" Xue Mei berlari dengan cepat agar tidak tertangkap oleh putra mahkota Qin Li.


"Awas saja kau Xue Mei aku pasti akan mendapatmu kembali apapun itu caranya"


Xue Mei terus berlari dan sampailah dia didepan gerbang dan disana Xue Mei melihat Wei sedang menunggunya di sisi


keretayang di siapkan oleh ayahnya.


"Wei" Panggil Xue Mei dengan terengah-engah.


"Kenapa nona berlari, apa ada masalah?" tanya Wei heran.


"Aku baik-baik saja ayo kita pulang" Xue Mie pun masuk kedalam kereta kuda dan duduk diikuti Wei.


BERSAMBUNG........

__ADS_1


Jangan lupa LIKE & VOTE ^_^


__ADS_2