
Kemudian Sun Ming dan putra mahkota Qin Li memapah Zang Jingqin keluar dari tenda dengan susah payah karena tubuh Zang Jingqin tinggi dan besar.
"Maafkan saya putra mahkota, saya sudah tidak berguna lagi dan merepotkan anda" Dengan kedua tangannya yang di letakan dipundak putra mahkota Qin Li dan sun Ming, Zang Jingqin menundukan kepalanya malu dengan keadaannya sekarang.
"Apa yang kau katakan,
tidak apa nanti aku akan meminta yang mulia kaisar untuk mencarikan tabib yang hebat untuk menyembuhkanmu dan mengembalikanmu seperti sediakala"
"Maaf" Zang Jingqin hanya bisa menunduk, keadaanya sedang sangat kacau. dirinya begitu sedih kehilangan ayahnya dan meratapi nasibnya yang mengenaskan berakhir dengan kelumpuhan.
"Sudahlah" putra mahkota Qin Li menimpali kemudian terseyum tipis.
Dengan keadaan jenderal Zang yang mati dan Zang Jingqin yang lumpuh putra mahkota Qin Li merasakan kesempatan
yang besa untuk kembali mendapatkan Xue Mei dengan segala cara.
Sebenarnya putra mahkota Qin Li menolong jenderal Zang dan Zang Jingqin buka dengan ikhlas melainkan ada tujuan
__ADS_1
lain dibalik semua kebaikan yang dia lakukan kepada keduanya.
Hari sudah mulai pagi dengan langit yang sudah mulai terang, matahari pun sudah mulia terbit dari arah timur, membuat udara yang dingin mulai terasa hangat sepertinya pagi ini akan cerah.
Tapi tidak dengan suasana hati Zang Jingqin yang sedang kalut.
Terpampang nyata didepan mata, tubuh jenderal Zang yang terbujur kaku diatas pemba ringan yang terbuat dari bambu dengan keadaan masih berlumuran darah.
Dengan mata yang sudah berkaca-kaca dan bibir bergetar Zang Jingqin melepaskan lengannya dari pundak Sun Ming dan putra mahkota Qin Li sehingga lembutnya ambruk terjatuh disisi tubuh jenderal Zang yang sudah tidak bernyawa lagi.
"A.. ayah... " Tanpa ijin air mata mengalir di pipi Zang Jingqin, dirinya begitu sedih ditinggal kedua kalinya oleh orang yang begitu ia cintai,
Zang Jingqin menyeret kakinya untuk semakin dekat dengan sang ayah, kemudian dia menundukan kepalanya dalam-dalam sampai bersentuhan dengan tanah.
Putra mahkota Qin Li hanya diam dibelakang Zang Jingqin dengan raut wajah datar sedangkan Sub Ming ikut meneteskan air mata, dirinya juga ikut sedih atas kepergian jenderal paling disegani itu.
"Maafkan aku tidak bisa menolongmu" Zang Jingqin semakin sesegukan, merasakan pedih hidupnya sekarang dieinya sudah menjadi anak yatim-piatu bersama kedua adiknya Zang Xue Mei dan Zang Yuki.
__ADS_1
"Aku harus kuat masih ada kedua adikku yang masih membutuhkanku" Kemudian Zang Jingqin mengangkat kembali kepalanya dan menghapus air mata.
"Hari ini juga kita kembali ke kerajaan biarkan Sun Ming yang menyelesaikan semuanya disini,agar jenderal Zang segera di kebumikan" Ucapan putra mahkota Qin Li pada Zang Jingqin dengan menepuk pundaknya.
Zang Jingqin hanya menganggukan kepalanya saja tak berniat berbicara apapun, Zang Jingqin mencoba menguatkan hatinya untuk nanti mebgjadapi kedua adiknya.
"Sun Ming aku kupercaya kepadamu untuk menyelesaikan sisanya disini" titah putra mahkota Qin Li pada Sub Ming.
"Perintah saya terima" Dengan menekuk kaki kirinya sampai menyentuh tanah dan lengan kanannya di letakan didada Sun Ming menerima perintah putra mahkota Qin Li, meski dalam hati Sun Ming pun ingin ikut mengantarkan jenderal Zang ke tempat peristirahatan terakhirnya.
"Jingqin pergilah kembali ketenda mu, bersihkan dirimu dulu sebelum pergi. perajurit!" tak lama kemudian beberapa perajurit datang mengahadap.
"Bawa jendela muda kembali ketendanya dan bantu dia bersiap" Titannya lagi.
"Baik"
Kemudian dua orang perajurit maju dan memboyong tubuh Zang Jingqin untuk kembali ketendanya.
__ADS_1
Setelah melihat Zang Jingqin masuk kedalam tendanya, putra mahkota Qin Li memerintahkan kembali beberapa perajurit untuk membersihkan tubuh jenderal Zang.
Bersambung......