Putri Buta

Putri Buta
Eps 78


__ADS_3

Di paviliun Milik Zang Jingqin.


Zang jingqin belum memejamkan mata kita


meski hari sudha hampir tengah malam, dia sedang menikmati angin malam di taman kediamannya seorang diri ,para pelayanan yang melayaninya disuruh pergi menjauh dari tempatnya sekarang. Zang jingqin masih bersedih atas kematian ayahnya, itu semua membuatnya merasa tidak berguna sebagi seorang anak, karena tidak bisa melindungi ayahnya sendiri. Kepergian ayahnya menbuat Zang Jingqin merasakan perasaan yang sama seperti waktu meninggalnya sang ibunda.


Zang jingqin sesekali menghela nafas panjang merasa sangat lelah, lukanya pun belum kering, tubuhnya pun masih terasa sakit dan mati rasa apalagi kedua kakinya yang mengalami lumpuh meski tlmasih bisa disembuhkan.


Zang Jingqin merasa bahwa sekarang dirinya adalah seorang sampah yang menyusahkan orang-orang yanga da di sekitarnya.


Dirinya harus tetap tegar masih ada orang yang membutuhkan dirinya, kedua adiknya masih membutuhkan perhatian dan juga perlindungan dari dirinya.


Zang Jingqin yang sedang duduk termenung dengan segala hal yang dia pikirkan, wajahnya menjadi serius ketika dirinya menyadari kehadiran orang lain di tempat ini.


"Siapa? keluarlah!" Raut wajah Zang Jingqin menjadi dingin. "Keluarlah! aku tahu kau ada disekitar sini"


Seorang pria dengan menggunakan hanfu mewahnya melompat dari atas pohon yang letaknya tak jauh dari Zang Jingqin duduk.


Saat melihat orang itu turun dari atas pohon, Zang Jingqin membulatkan mata. "Putra mahkota Qin Li, ada perlu apa anda selarut ini datang ke kediaman saya" Dengan senyum yang sedikit dipaksakan,


Zang Jingqin menanyakan maksud kedatangan putra mahkota Qin Li, ya pria itu putra mahkota Qin Li.


Dengan menyeringai serta tatapan mengintimidasi, putra mahkota Qin Li menghampiri Zang Jingqin yang sedang menatapnya bingung. "Ada hal penting yang harus aku tanyakan padamu" Kemudian duduk di kursi kosong yang ada di hadapan Zang Jingqin tanpa dipersilahkan terlebih dahulu.


Zang Jingqin sedikit menyipitkan matanya, sedikit curiga dengan kedatangan orang yang ada di depannya ini. "Ditanyakan? apa maksudnya, tumben sekali ini pertama kalinya putra mahkota Qin Li datang ke mansion Zang". Batin Zang Jingqin, dia terus menatap putra mahkota Qin Li dengan penuh selidik.


"Aku kesini tidak ada niat buruk, Ku hanya ingin menanyakan sesuatu padamu" Seperti mengerti apa yang dipikirkan Zang Jingqin.


Zang Jingqin langsung mengubah trauma wajahnya sedikit lebih ramah pada orang penting di hadapannya. "Maafkan saya putra mahkota, memang anda ingin menanyakan apa?" Ucap Zang Jingqin. "Eh apakah anda mau minum, kalau begitu saya akan panggilkan pelayan" lanjut Zang Jingqin, saat dia akan memanggil pelayan, tapi. langsung dicegah putra mahkota Qin Li.


"Tidak perlu aku tidak akan lama" tolak putra mahkota Qin Li dengan mengangkat tangan kanannya.

__ADS_1


Dengan sedikit kikuk Zang Jingqin langsung mengurungkan niatnya memanggilnya pelayan. "Oh baiklah, jadi_?"


Seperti mengerti dengan pertanyaan yang dilontarkan Zang Jingqin putra mahkota Qin Li langsung menjawab, wajah ya berubah menjadi serius dengan sedikit mengintimidasi, tapi Zang Jingqin


biasa saja.


"Siapa dia? Siapa orang yang sedang dekat dengan Zang Xue Mei?" tidak mau basa bau putra mahkota Qin Li langusng keintiman pertanyaan yang sejak tadi mengganggu pikirannya.


Zang Jingqin menaikan sebelah alisnya, bingung. "Mei'er, maksud anda apa ya yang mulia saya tidak mengerti". Sekarang Zang Jingqin mengerutkan keningnya dirinya semakin merasa sikap putra mahkota Qin Li semakina aneh.


"Siapa kekasihnya? Aku akan membunuh orang itu. Beraninya dia mau mengambil miliku. Aku menginginkannya!" Dengan menatap tajam Zang Jingqin menggebrak meja yang ada di hadapannya.


Tatapan Zang Jingqin berubah menatap putra mahkota Qin Li tidak suka. "Milikmu, apa anda sadar dulu anda sendiri yang membatalkan pertunangan itu dan anda juga mencacimaki dia" Ucap Zang Jingqin dengan ketus.


"Saya juga tidak akan memberitahu Anda siapa laki-laki yang berhasil memikat adikku" lanjutnya dengan tersenyum mengejek.


"Sialan kau!". Putra mahkota Qin Li bangkit lalu dengan cepat dia mencekik Zang Jingqin. " Beraninya kau menentang keinginan tuanmu, hah. Cepat jawab!" Putra mahkota Qin Li menatap wajah Zang Jingqin dengan penuh amarah, dirinya merasa dihina.


Cekikan putra mahkota Qin Li sedikit kuat, membuat Zang Jingqin sedikit sulit mengambil oksigen. "Tidak akan" ucapan Zang Jingqin meski sedikit sulit mengeluarkan suaranya. "Anda jangan bermimpi bisa mendapatkan adiku lagi, dia sudah bahagia" Zang Jingqin memegang kedua lengan putra mahkota Qin Li mencoba melepaskan cekikannya.


"Dalam mimpimu, cuih" Zang Jingqin meludahi baju kebanggan putra mahkota Qin Li. "Aku akan melindunginya sampai titik darah terakhirku. Aku tidak akan membiarkan adikku jatuh ketangan bajin*an sepertimu"


Meskipun amarahnya sudha sampai embun embun tapi putra mahkota Qin Li mencoba menahan diri agar tidak sampai membunuh Zang Jingqin. "Cih" putra mahkota Qin Li berdecak kesal.


Tak


tak


tak


Suara beberapa pasang kaki mendekati taman dimana putra mahkota Qin Li dan Zang Jingqin sedang berdebat. "Camkan ini, aku pasti akan merebutnya kembali, kau tidak bisa membantah keinginanku lagi. Jika tidak aku akan membunuhmu langsung didepan kedua adikmu" Setelah mengatakan itu dengan menunjuk-nunjuk kearah Zang Jingqin yang masih tersungkur ditanah, putra mahkota Qin Li pun melesat pergi takut ketahuan oleh orang lain dengan menggunakan ilmu peringan tubuh.

__ADS_1


Melihat kepergian putra mahkota Qin Li Zang Jingqin hanya terseyum sinis.


"Tuan muda ada apa ini, kenapa anda sampai terjatuh seperti ini" Seorang pelayanan pria bertanya dengan khawatir saat melihat Zang Jingqin sedang tergeletak ditanah. "Oh ya tadi juga Hanbali mendengar suara gadis dari sini" tanyanya lagi.


"Aku baik-baik saja, ah mungkin kau salah mendengar karena aku sejak tadi hanya sendiri tidak ada orang lain disini" alibinya. "Aku sudah ingin istirahat, tolong bantu aku kembali ke kamarku"


"Baik tuan muda" kemudian empat orang datang dengan membawa tandu untuk dinaiki Zang Jingqin. Setelah itu Zang Jingqin dibopong dua orang pria untuk duduk ditandu, dan langsung diangkat menuju kearah barat, dimana letak kamar Zang Jingqin.


*******


"APA" Seorang pria dengan surainya yang berwarna putih sedang berteriak marah kepada ketiga anak buahnya.


"Ma.. maafkan hamba Yang Mulai karena tidak bisa membunuhnya" Seorang penjaga bayangan yang bagian lengan kanannya diperban, mungkin terluka parah.


"Dasar tidak berguna untuk apa aku melatih kalain selama ini jika kalian tidak becus melakukan tugas,Cih" Maki pria itu pada ketiga anak buahnya yang sedari tadi tadi menunduk takut. "Pasti dia akan ikut terlibat dalam pencarian siapa dalang yang terlah membunuh jenderal itu" gumamnya pelan.


Pria itu adalah Chang Yi, orang yang telah membunuh Jenderal Zang. Dan ketiga bawahannya adalah, Yun,Ming dan Meng.


Ming dan Meng dua pria tampan yang memiliki wajah sama mereka berdua kembar.


"Maafkan kami Yang Mulai, hukumlah kami yang terlah lalai melaksanakan tugas dari anda" ketiganya berlutut dikaki Chang Yi.


"Baik" Tanpa segan Chang Yi menendang ketiganya dengan kuat sampai terpental lalu membentur dinding dengan keras.


Bugh.. Bugh.. Bugh


"Itu masih hukuman ringan jika kalian gagal sekali lagi kalian akan ku kulit tubuh kalian mau bertiga" Chang Yi menatap ketiganya dengan tajam.


ketiganya bangkit berdiri meski merasa seakan semuanya tulang mereka telah remuk tak tersisa. "Baik Yang Mulai kami Janji" Ucapnya kompak.


Bersambung.......

__ADS_1


Visual Xue Mei aku ganti jadi kalian bisa lihat di episode 10 ya....


Jika kalian masih tidak suka sama Visual nya kalain cari sendirilah yang menurut kalain cocok...


__ADS_2