Putri Buta

Putri Buta
Eps 24


__ADS_3

Di mansion Zang


Semua orang sedang merayakan atas kesembuhan putri tertuanya yaitu Zang Xue Mei.


Semua orang bahagia kecuali Selir Mu Fan, Selir Xiao Ping dan Zang Ziyi mereka hanya berwajah masam dan jelek. Merasa di keucilkan membuat mereka bertiga semakin membenci Xue Mei.


"Ayah apa ini tidak terlalu berlebihan" Ucap Xue Mei kepada ayahnya yang berada di sampingnya.


Jenderal Zang saat mengetahui bahwa putri tercintanya sembuh dirinya sangat bahagia sehingga mengadakan pesta tanda bersyukur kepada yang di atas. Banyak orang yang mengucapkan selamat atas kesembuhan Xue Mei dan banyak pula yang memberikan hadiah. Mungkin ada yang ikhlas memberikannya dan mungkin ada niat terselubung di dalamnya.


"Tidak ada yang berlebihan apa pun untukmu sayang" ujar jenderal Zang sambil mencium kepala Xue Mei sayang.


"Apapun akan ayah lakukan asal kamu bahagia nak" ucapnya lagi.


"Ayah" Xue Mei berkaca-kaca kemudian memeluk jenderal Zang.


Dirinya sungguh tidak terpikirkan akan berpindah dimensi dan bertemu dengan orang-orang yang menyayanginya, meski Xue Mei tahu mereka memberikan kasih sayang itu untuk Xue Mei yang asli tapi dirinya tidak peduli.


Pikirnya ini sudah cukup membuat Xue Mei bahagia.


"Hey kenapa jangan menangis" Jenderal Zang panik melihat putri tercintanya menangis.


"terimakasih karena Ayah telah menyanyiku"


ucap Xue Mei dengan meneteskan air mata dan semakin mengerahkan pelukannya.


"Kenapa.kau bicara seperti itu, itu semua kewajiban Ayah sebagai orang tuamu"


Kata jenderal Zang, dia mengusap kepala Xue Mei lembut.

__ADS_1


"Sekali lagi Terima kasih Ayah aku


menyayangimu"


"Ayah juga menyayangimu, sudah-sudah jangan menagis apa kamu tidak malu banyak orang yang melihatnya" jenderal Zang sedikit bergurau.


"Ayah apasih" Kemudian Xue Mei mengusap air matanya.


Tiba-tiba mansion Zang kedatangan pangeran kedua, pangeran Qin Chen. Dia datang untuk menemui teman lamanya yaitu Xue Mei.


Pangeran Qin Chen Berteman dengan Xue Mei sudah lama tapi semenjak Xue Mei kehilangan penglihatannya mereka berdua tidak pernah lagi bertemu.


"Salam Jenderal Zang" Pangeran Qin Chen menyapa jenderal Zang yang sedang bersama Xue Mei.


Saat keduanya mendengar seseorang menyapa mereka, segera Jenderal Zang dan Xue Mei menoleh.


"Pangeran kedua salam,Terima kasih telah datang kemari" jenderal Zang pun balik menyapa.


"Pangeran Qin Chen, kalau tidak salah dalam ingatan Xue Mei yang asli kalau mereka berdua adalah teman atau bisa dibilang Sahabat**" Xue Mei berkata dalam hati mencoba mengingat siapa pangeran kedua ini.


"Selamat atas kesembuhanmu Xue Xue,ini aku membawakan hadiah atas kesembuhanmu" pangeran Qin Chen menyebut Xue Mei dengan nama panggilan yang dia buat dulu dan memberikan hadiah kepada Xue Mei.


Xue Mei pun tersenyum dia suka dengan sosok pangeran Qin Chen, memiliki paras tampan, ramah dan baik. Membuat Xue Mei memberikan nilai plus kepadanya.


"Terimakasih pangeran kedua, tidak perlu repot repot memberikan saya hadiah. Tapi jika anda sudah membawakannya saya akan menerimanya dengan senang hati" Ucap Xue Mei sedikit bercanda.


"Haha.. tidak merepotkan sama sekali, kau masih sama seperti dulu" pangeran Qin Chen tertawa.


"Baiklah ayah tinggal dulu, Mei'er temani pangeran kedua ya" Jenderal Zang pamit untuk. meninggalkan kedua teman lama tersebut yang telah lama tak berjumpa.

__ADS_1


"baik ayah"


"Pangeran kedua saya permisi" ucap jenderal Zang untuk berpamitan pergi dari sana. Jika dirinya tidak sopan kepada keluarga kerajaan sama saja dia mencari matai, meski jenderal Zang tidak takut mati.


"silakan jenderal Zang" pangeran Qin Chen mempersilakan Jenderal Zang pergi.


Setelah jenderal Zang pergi tinggallah Xue Mei dan pangeran Qin Chen.


"Pangeran apa anda ingin berkeliling" Tawar Xue Mei, dirinya merasa canggung berdekatan dengan pangeran Qin Chen.


"Tidak perlu formal jika hanya kita berdua panggilan saja aku seperti dulu kau memanggilku" perintah pangeran Qin Chen.


Keduanya pun berjalan untuk berkeliling mansion Zang.


"Baiklah Chen chen" Xue Mei memanggil pangeran Qin Chen dengan panggilan yang ia buat.


Pangeran Qin Chen pun tersenyum setelah sekian lama mereka tidak bertemu akhirnya dia bisa mendengar namanya kembali di sebuah oleh Xue Mei lagi.


Mereka telah sampai di taman kemudian mereka berdua duduk di gazebo pinggir danau buatan.


Dengan menikmati teh dan kudapan manis. yang di siapkan oleh pelayan.


"Oh iya aku ingin mendengar kau bernyayi lagi untukku. Waktu kau bernyanyi di acara pesta ulang tahun ayahanda itu sangat merdu lagunya pun sangat menyentuh. Boleh kah" pinta pangeran Qin Chen kepada Xue Mei untuk bernyayi lagi.


"Tentu saja aku akan mempersembahkannya sebagai pertemuan kita kembali. setelah sekian lama tak berjumpa" Xue Mei mengiyakan permintaan pangeran Qin Chen dengan senyuman yang sangat manis.


Pangeran Qin Chen pun ikut tersenyum membalas senyuman Xue Mei.


Bersambung___

__ADS_1


Hai hai, boleh rikues kira-kira lagu apa ya yang cocok dinyanyikan oleh Xue Mei untuk pangeran Qin Chen 🤔🤔


__ADS_2