
"Kakak, kau sedang apa?" Xue Mei menghampiri Zang Jingqin yang sedang duduk sambil membaca buku di gazebo.
Hari pertama mereka datang ke kerajaan Li, Xue Mei berinisiatif untuk membuatkan kakanya kursi roda yang gambarnya Xue Mei desain sendiri. Meski tak senyaman dan sebagus kursi roda moderen, bahannya pun bukan dari stainless steel tapi dari kayu berkualitas tinggi. Para pengerajin yang membuatkan kursi roda untuk Zang Jingqin, kayu itu berasal dari negara yang sangat jauh sampai-sampai melewati lautan.
Zang Jingqin sudah memulai terapinya untuk menyembuhkan kedua kalinya. Zang Jingqin mencoba sabar menghadapi cobaan yang sekarang sedang menimpanya.
Duduk di kursi rodanya Zang Jingqin menoleh kebelakang dan tersnyum manis pada Xue Mei. "Kemarilah, kau sepertinya sangat bahagia akhir-akhir ini. Ada apa?"
Xue Mei tersipu malu, ternyata dia selalu diperhatikan oleh kakaknya. Xue Mei malu jika harus berkata jujur tentang hubungannya dengan putra mahkota Feng Xian. Dia takut jika sang kakak akan menggodanya habis-habisan nanti. "Ti-tidka ada apa-apa"
Zang Jingqin hanya tersenyum menggoda pada Xue Mei. "Hmm.. apa kau tidak mau membagi kebahagianmu pada kakak, ya. Kakak jadi sedih loh karena kau tidak mau terbuka dengan ku" Ujar Zang Jingqin dengan sendu. Akting.
Pipi Xue Mei sedikit memerah. "Aku bukan tidak ingin memberitahukannya pada kakak. Tapi aku hanya malu untuk mengatakannya saja hehe." Xue Mei menjawab sambil cengengesan.
Dengan senyuman yang tak luntur Zang Jingqin pun berkata. "Ah sudahlah." ucapnya dengan menghembuskan nafas pelan. "Kakek akan segera turun tahta sebentar lagi digantikan oleh paman pertama Li Hao Jin. Kamu mau menyiapkan sesuatu yang sepesial nggak nanti Mei'er?." Lanjut Zang Jingqin.
"Kok aku gak tahu kalau kakek mau turun tahta, kapan acara pengangkatan kaisar batunya kak?" Xue Mei membulatkan matanya terkejut. Bahkan dia juga tidak tahu seperti apa rupa pamannya itu.
"Kakek sudah semakin tua, dia butuh istirahat. Satu bulan lagi. Keempat Kekaisaran pun akan diundang diacara itu"
"Wah pasti pestanya sangat megah nanti. Sebenarnya paman Li Hao Jin seperti apa sih, aku belum pernah melihatnya" Tanya Xue Mei penasaran dengan sosok Li Hao Jin.
"Paman itu baik sekali, dia juga sangat tegas dan adil pada rakyatnya. Ya bisa dibilang sifat paman pertama sama seperti kakek."
Xue Mei hanya membulatkan mulutnya membentuk huruf O. Dia sudah tidak sabar bertemu dengan beliau.
Li Hao Jin, putra mahkota dari Kerajaan Li. Putra tertua dari pasangan Li Juang dan Xue Jia. Usianya sudah memasuki kepala tiga. dia sudah memiliki seorang istri dan dua orang anak. Yang pertama berusia 8 tahun berjenis kelamin perempuan dan yang kedua anak laki-laki baru berusia 10 bulan.
Putra mahkota Li Hao Jin mengidap penyakit yang tidak bisa disembuhkan dari kecil meski tak membahayakan nyawanya tapi itu membuat tubuhnya lemah. Oleh sebab itu demi keamanan sebagai pewaris tahta Putra mahkota Li Hao Jin tinggal ditempat yang cukup jauh dari kerajaan Li tempatnya pun tersembunyi dan tidak sembarang orang bisa pergi ketempat itu, penjaganya pun sangat ketat. Bisa dibilang kalau putra mahkota Li Hao Jin sangat dikekang oleh Kaisar Li Juang. Disana juga putra mahkota Li Hao Jin ditempa untuk menjadi kaisar yang hebat dan bertanggung jawab terhadap masyarakat nya.
__ADS_1
****
3 minggu sebelum acara pengangkatan kaisar baru, hari ini anggota keluarga kerajaan Li sedang menyambut kedatangan Putra Mahkota Li Hao Jin beserta keluarga kecilnya.
Xue Mei pun ikut menyambut kedatangan mereka, dengan sangat antusias Xue Mei menyambut kedatangan mereka.
Sedangkan yang lainnya menunggu kedatangan mereka di aula khusus keluarga. Kaisar dan permaisuri mengadakan pesta kecil-kecilan untuk menyambut kedatangan anak mereka. Sebelum nanti mengadakan pesta besar-besaran.
"Selamat datang kembali yang mulia putra mahkota Li Hao Jin." Para pelayan membungkukan badan mereka memberikan hormat.
Putri Li Yu Mei tidak sabar untuk melihat sang kakak dan saat sang kakak turun dari kereta putri Li Yu Mei langsung berlari.
"Kakak... apapun kabar aku sangat merindukanmu" Putri Li Yu Mei menghambur kedalam pelukan kakak tertuanya.
Putra mahkota Li Hao jin terseyum manis lalu membalas pelukan sang adik. "Kakak baik-baik saja. Lihatlah para keponakanmu mereka ingin dipeluk oleh bibinya."
Putri Li Yu Mei pun langsung melepaskan pelukan dari sang kakak dan langsung beralih untuk menyambut kedatangan para keponakan kecilnya itu.
"Apakah ini, Zang Xue Mei?" Tanya putra mahkota Li Hao Jin.
Xue Mei pun hanya terseyum dan sedikit membungkuk sopan. "Halo paman. Benar aku Zang Xue Mei" Jawab Xue Mei.
Dilihat dari mimik wajah putra mahkota Li Hao Jin, dia sangat bahagia bisa melihat anak-anak dari adik perempuannya. "Wah! kau tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik sekali. Pasti adik dan adik ipar sangat bangga padamu di nirwana sana"
Xue Mei hanya terseyum saja mendengar ucapan paman pemilik tubuh ini.
"Hey... Mei'er lihat ini dia sangat menggemaskan bukan. Pangeran kecil kakak" tiba-tiba Li Yi Mei datang dengan menggendong seorang bayi laki-laki. Yang sangat menggemaskan dengan pipi tembem dan mata sipitnya.
"Wah.. Siapa namamu sepupu keci? dia sangat tampan"
"Namanya Li Hua Yun" Jawab seorang wanita cantik, ibu si bayi laki-laki yang digendong Li Yu Mei.
__ADS_1
Xue Mei pun melihat kearah wanita cantik itu, meski lebih cantik dirinya sih. Terseyum ramah padanya. "Hey Yun Yun sepupu kecilku. Aku Zang Xue Mei sepupu besamu." Xue Mei berbicara dengan tertawa kecil. Merasa lucu dengan perkataannya sendiri.
"Sudah-sudah ayo kita masuk diluar sangat panas."
Setelah penyambutan yang berkesan, semuanya kangsung pergi menuju ke aula, untuk merayakan kedatangan putra mahkota Li Hao Jin.
******
Saat mereka sedang menikmati pesta penyambutan pewaris tahta kerajaan Li. Di aula ini hanya ada anggota keluarga saja tidak ada para petinggi kerajaan yang ikut dalam pesta ini.
Tiba-tiba ada seorang prajurit masuk kedalam aula sedikit mengganggu acara pesta.
"Ada apa?" Tanya kaisar Li.
"Hormat kepada yang mulia kaisar. maaf mengganggu waktunya saya mau memberitahu bahwa diluar ada putra mahkota Feng Xian ingin bertemu dengan anda"
Xue Mei yang kendengr bahwa ada putra mahkota Feng Xian diluar, langsung tersediak makanan yang sedang dia kunya. "Kenapa sih dia selalu datang dan pergi secara tiba-tiba tanpa memberikan tahuku terlebih dahulu." Ucap Xue Mei dalam hati.
Dengan sebelah alis yang terangkat kaisar Li pun berkata. "Putra mahkota Feng Xian?" Gumam kaisar lalu kaisar Li beralih menatap cucu perempuannya Xue Mei. Seyum pun langsung mengembang di wajahnya. "Baiklah persilakan dia masuk!." ujarnya lagi.
"Baik yang mulia" Penjaga itu pun kembali keluar dari aula.
Putra mahkota Li Hao Jin ngegerutkan alisnya binggung. Posisinya yang duduk disebelah ayahnya yang begitu ia hormat membuat putra mahkota Li Hao Jin mudharat untuk bertanya. "Ayah. mau apa putra mahkota Feng itu kemari apa ada urusan yang sangat penting sampai seorang putra mahkota sehebat dia datang kemari tanpa ada pertemuan khusus?" tanyanya.
Kaisar Li hanya terseyum mendengar pertanyaan putranya. "hmm.Tidak ada yang penting. Mungkin dia ingin bertemu denganku untuk melamar Xue Mei" Ujar kaisar Li.
"Apa! jadi dia memiliki hubungan yang sepesial dengan Xue Mei"
"benar, kita akan memiliki menantu yang sangat hebat" Ujar kaisar Li. Kemudian seyumnya semakin lebar saat pintu kembali terbuka dan menaoilkan sosok jangkung dan gagah disana.
Bersambung....
__ADS_1