Putri Buta

Putri Buta
Eps 80


__ADS_3

Malam sudah tiba, Xue Mei pun sudah begitu cantik dengan balutan hanfu berwarna abu-abu dan putih, Xue Mei sempat ribut dengan Wei karena hanfu yang ia kenakan sedikit ribet tapi Xue Mei akui hanfunya begitu cantik, terdapat sulaman burung angsa yang disulam indah disana.


Rambut Xue Mei pun di tata rapi, rambut nya di satukan dan di ikat oleh kain yang warnanya senada dengan warna hanfu yang ia kenakan.


Xue Mei sekarang sedang menunggu kedatangan putra mahkota Feng Xian di pintu gerbang menuju pusat kota. Tadi sebelum Xue Mei berangkat dia terlebih dahulu meminta ijin kesemua keluarganya.


Xue Mei menunggu dengan Wei di samoingnya, Xue Mei terus terseyum kearah kotak yang berisikan dua gelang couple yang dia buat susah payah.


Pestipal lampion begitu meriah, sejak di perjalanan menuju ke pusat kota Xue Mei tak berhenti mengagumi keindhan lampu-lampu lampion yang dilukis dengan indah dan dipajang sepanjang jalan.


Saking asiknya memandangi kotak yang dipegangnya, Xue Mei sampai tidak menyadari kedatangan putra mahkota Feng Xian.


Putra mahkota Feng Xian telah tiba di samping Xue Mei, Putra mahkota Feng Xian dan Guan hanya berjalan kaki untuk bisa sampai di depan gerbang pusat kota, karena kediaman yang mereka sewa tak cukup jauh dari sini.


Melihat sang pujaan hati tak menyadarinya datang dan lebih pokus melihat kotak kecil ditangannya dengan senyum-senyum tak jelas. Membuat putra mahkota Feng Xian terseyum jahil, dengan perlahan putra mahkota Feng Xian berjalan mendekati Xue Mei dari belakang. "Ada apa sih yang istimewa dari kotak itu?, sampai-sampai kau tidak menyadari kedatangan calon suamimu ini" Dengan senyum yang tak luntur di wajah putra mahkota Feng Xian, dia berbisik tepat di telinga kanan Xue Mei.


"Astaga!?" Hampir saja Xue Mei melemparkan kotak yang ada di tangannya, dirinya begitu terkejut mendengar suara putra mahkota Feng Xian.


Dengan raut wajah yang dibuat seolah sedang kesal Xue Mei membalikan badanya dan langsung berhadapan dengan putra mahkota Feng Xian yang sedang terseyum manis. Tapi menurut Xue Mei itu meyebalkan. "Kenapa sih kamu suka sekali mengagetkanku, untung aku tidak memiliki riwayat serangan jantung" Xue Mei memukul pelan pundak putra mahkota Feng Xian sambil mengomel.


Melihat Xue Mei yang kesal putra mahkota Feng Xian malah tergelak, menurutnya ekspresi wajah Xue Mei sangat menggemaskan setiap dia kesal.


Melihat putra mahkota Feng Xian malah tertawa, membuat Xue Mei menjadi kesal beneran. "Kenapa anda lama sekali Yang Mulia, kakiku hampir lumutan menunggumu".


" Maaf, aku mempersiapkan penampilanku supaya saat nanti bertemu dengan permaisuriku dia akan terpesona melihat ketampananku yang di atas rata-rata ini" Dengan sombongnya putra mahkota Feng Xian bergaya maskulin didepan Xue Mei, menghiraukan tatapan para wanita yang menatapnya penuh kagum dan puja.


Xue Mei mengakui memang putra mahkota Feng Xian begitu tampan malam ini dengan mengenakan hanfu mewah berwana putih bersulamkan daun-daun indah disetiap sisi hanfunya.


Karena ego yang tinggi Xue Mei tak mengucapkan sepatah kata pun untuk mengagumi ciptaan Tuhan yang begitu sempurna didepannya. "Ayo jalan aku ingin melihat kemeriahan malam ini" Ucap Xue Mei ketus.

__ADS_1


Guan dan Wei hanya saling pandang lalu menggelengkan kepalanya heran dengan tingkah kedua sejoli di depan mereka ini yang selalu bertengkar.


Setelah sedikit berdebat keempat orang itu memasuki Pustaka kota kerajaan Li. Memasuki pusat kota suasana menjadi berubah banyak sekali orang berseliweran kesana kemari ada yang berbelanja di kedai-kedai yang berjejer sepanjang jalan ada juga yang sedang berkumpul dan berbincang hangat. Para pedagang pun berteriak-teriak menawarkan dagangannya kepada para pembeli supaya mau membeli dagangannya.


Mata Xue Mei berbinar melihat kemeriahan didepan matanya. Dengan riang Xue Mei berjalan sambil melihat-lihat aneka manakan disetiap kedia yang dia lewati.


Banyak orang yang memandang kagum kepada Xue Mei DNA putra mahkota Feng Xian, menurut banyak orang mereka sangat serasi yang wanita cantik dan prianya juga tampan pasangan yang sangat serasi.


"Apa kau baru pertama kali pergi kesebuah pestipal".Tanya Putra Mahkota Feng Xian. Dia merasa heran kerena melihat Xue Mei yang begitu bahagia mendatangi acara pestipal lampion ini.


" Iya, aku baru pertama kali datang ke sebuah pestipal, karena setelah aku bisa melihat lagi di Kerajaan Qin tidak ada perayaan apapun yang digelar".Ucap Xue Mei jujur. "Apa jauh pernah pergi kesebuah perayaan" lanjutnya lagi.


"Emm...pernah tapi itu dulu waktu aku masih kecil aku pergi bersama adik-adik ku". Jawab putra mahkota Feng Xian.


" oh.." Xue Mei haya ber oh ria. Xue Mei mencoba menghindari tatapan mata putra mahkota Feng Xian sejak tadi. Dirinya begitu gugup setiap kali bertatap muka.


Melihat Xue Mei salah tingkah membuat putra mahkota Feng Xian gemes sendiri dia terkekeh pelan sambil terus mengikuti kemana pun Xue Mei berjalan dan membelikan apapun yang Xue Mei mau.


Guan hanya di jadikan kuli oleh putra mahkota Feng Xian untuk membawa barang-barang yang dibawa Xue Mei. Meski ingin menolak tapi Guan tid kan mempunyai keberanian, dia hanya lapang dada dijadikan kuli disinu ..


Miris sekali nasibmu.


Puncak pestipal lampion ini adalah pelepasan lampu lampion ke udara, bayak orang yang sudah memegang lampu lampion yang terbuat dari kertas minyak yang ringan dan mudah terbang. Semua orang sudah menyalakan lampion mereka masing-masing, bersiap menerbangkannya bersamadengan yang lain.


Xue Mei dan putra mahkota Feng Xian saling berhadapan dengan tangan masing-masing sibuk memegang lampion.


"Apa kau sudah menyiapkan jawaban untuk lamatanku sayang" Dengan tangan yang memegang lampion yang sudah siap diterbangkan putra mahkota Feng Xian bertanya dengan nanda lembut.


Xue Mei terseyum lembut dan menatap wajah putra mahkota Feng Xian yang bercahaya terkena pantulan cahaya dari lampion. "Sudah".Jawab Xue Mei menggantung membuat putra mahkota Feng Xian penasaran sekaligus sedikit tegang.

__ADS_1


"Apa?"


Wajah Xue Mei berubah serius. " Sebelum aku menjawab lamaranmu, aku ingin memberikan satu syarat padamu. Jika kau menyetujuinya aku akan menjawab lamaranmu malam ini, tapi jika kau menolak aku akan pergi dari hidupmu" Ujar Xue Mei dengan tegas...


"Syarat? Katakan saja aku akan mengabulkannya apapun itu. ayo katakan saja!"


Meskipun Xue Mei ragu untuk mengatakannya, tapi ini harus selesai sekarang. "Jika aku menjadi istrimu, aku tidak mau ada orang ketiga atau pen keberapa diantara hubungan kita. Aku tidak mau kau memiliki selir, mungkin ini terdengar bahwa aku serakah. Tapi aku tidak ingin berbagi apa yang sudah menjadi miliku tidak akan aku biarkan orang lain memilikinya juga".Xue Mei berbicara dengan menundukan kepalanya..


Putra mahkota Feng Xian tertegun mendengar keinginan Xue Mei, tentu saja dia sejak dulu tidak ada niatan untuk memiliki banyak istri satu saja sudah cukup, pikiran. " Jadi kau mau menerima lamaranku?. Tentu saja aku bersedia memenuhi syaratmu itu, sejak dulu saya tidak pernah berpikir untuk memiliki banyak istri"


"Janji?" Xue Mei menatap mata putra mahkota Feng Xian, mencari kebohongan disana.


"Aku bahkan berani bersumpah demi langit dan bumi aku tdik akan menikah dua kali seumur hidupku, kau yang akan menjadi istriku satu-satunya Nanti" Dengan sungguh-sungguh putra mahkota Feng Xian bersumpah.


Xue Mei terseyum penuh ketulusan, setelah melihat sorot mata putra mahkota Feng Xian tidak ada jejak kebohongan tapi kesungguhan yang ada dari sorot matanya.


Xue Mei semakin yakin untuk menerima putra mahkota Feng Xian. "Ya aku bersedia menjadi istrimu satu-satunya" Ujar Xue Mei dengan terseyum lembut, menambah kadar kecantikannya.


Lampion yang dipegang putra mahkota Feng Xian terlepas, lalu terbang. Wajah putra mahkota Feng Xian terlihat semakin bahagia dengan senyum yang semakin lebar disana. "Sungguh?".Putra Mahkota Feng Xian bertanya lagi, takut yang didengarnya tadi salah.


Xue Mei malah tertawa dalam hati, merasa lucu melihat ekspresi wajah putra mahkota Feng Xian yang menurut Xue Mei terlalu bahagia. Xue Mei pun ikut melepaskan lampion yang dia pegang, padahal orang lain belum melepaskan lampion mereka. "Sungguh. Tapi berjanjilah sekali lagi kau tidak akan mengingkari janjimu itu"


Tanpa aba-aba putra mahkota Feng Xian menarik Xue Mei kedalam dekapannya memeluk tubuh Xue Mei erat. "Aku berjanji. Aku akan selalu setiap padamu"


Xue Mei membalas pelukan putra mahkota Feng Xian tak kalah erat. Lampu lampion mereka sudah terbang tinggi, sedangkan lampion lampion yang lain baru di terbangkan setelah diberi aba-aba oleh seseorang untuk diterbangkan. Suasana menjadi terang benderang, Xue Mei dan putra mahkota Feng Xian masih saling berpelukan mengabaikan banyak orang yang memandang mereka penasaran.



Bersambung_

__ADS_1


__ADS_2