Putri Buta

Putri Buta
Eps 56


__ADS_3

Dengan tergesa-gesa Xue Mei pergi ke paviliun pangeran Qin Chen saat mendengar dari Wei bahwa kondisi Pangeran Qin Chen semakin memburuk.


Dengan raut wajah cemas dan khawatir Xue Mei terus berjalan memasuki paviliun milik pangeran Qin Chen.


"Kenapa Chen menutupi semua ini dariku" Xue Mei terus saja berbicara


pada dirinya sendiri, karena selama ini Pangeran Qin Chen selalu terlihat baik-baik saja jika hanya berdua


dengan Xue Mei.


"Tenanglah nona mungkin pangeran kedua tidak ingin melihat anda khawatir" ujar Wei, dirinya selalu mengikuti Xue Mei kemanapun kecuali pergi kekamar mandi. hehe


"Bagaimana aku bisa tenang sedangkan kondisinya semakin memburuk" mata Xue Mei sudah berkaca-kaca dan


akhirnya air mata pun mengalir deras di pipi nya yang putih.


dirinya sadar selama ia menjadi kekasih pangeran Qin Chen, Xue Mei


mungkin sudah memiliki rasa pada pangeran Qin Chen sebagai seorang pria bukan


sebagai teman biasa.


Setelah sampai didepan pintu kamar pangeran Qin Chen,


Xue Mei ingin segera masuk tapi


lengannya dicekal oleh Wei.


"apa???" ucap Xue Mei sedikit teriak.

__ADS_1


"Perbaiki dulu penampilan dan hapus air mata anda, agar pangeran Qin Chen tidak ikut khawatir saat melihat anda seperti ini" Ucap Xue Mei menasehati majikannya,


memang saat tadi Xue Mei mendengar


bahwa pangeran Qin Chen kondisinya semakin memburuk, saat itu Xue Mei baru saja selesai membersihkan diri.


Xue Mei tak sempat merias dirinya


karena dia buru-buru, Xue Mei hanya memakai hanfu tanpa merias wajahnya rambutnya pun acak-acakan.


"oh.. " Dengan cepat Xue Mei menyeka airmatanya dan merapihkan hanfu dan menyisir rambutnya menggunakan jari.


"Sudah?" tanya Xue Mei pada Wei agar melihat penampilannya sekarang.


Wei pun menganggukan kepalanya tanda mengiyakan pertanyaan Xue Mei.


"Baiklah kalau begitu aku masuk"


langsung masuk dan kedua penjaga itu pun tak melarang dirinya masuk malah membukakan pintu.


Tanpa sungkan Xue Mei pun langsung masuk tapi dirinya terkejut ternyata didalam kamar pangeran Qin Chen banyak


sekali anggota keluarga kerajaan termasuk kaisar dan permaisuri pun ada di dalam.


Xue Mei pun menjadi gugup karena dirinya ditatap oleh semua orang,


dengan sigap dirinya membungkuk memberi hormat pada semua orang


yang didalam.

__ADS_1


"Salam yang mulia raja, salam yang mulia permaisuri, salam selir, salam


pangeran dan salam putri semoga kalian semua selalu panjang umur" Xue Mei menunduk dan memberi hormat pada


semua orang tanpa terlewat.


Kaisar Qin pun mengangkat tangan kanannya tanda menerima salam dari Xue Mei.


Setelah itu Xue Mei pun kembali berdiri tegak dan melihat kearah ranjang disana terlihat pangeran Qin Chen sedang menatap dirinya, wajahnya sangat pucat.


"Maaf yang mulia boleh saya melihat pangeran kedua" Xue Mei meminta izin terlebih dahulu, masa dirinya langsung nyelonong kearah pangeran Qin Chen kan gak sopan.


"Silakan" Kaisar Qin pun mengizinkan Xue Mei untuk mendekat kearah pangeran Qin Chen.


Dengan langkah pelan Xue Mei menghampiri pangeran Qin Chen yang sedang terbaring lemas diatas ranjangnya.


"Chen.. " dengan suara pelan Xue Mei memanggil pangeran Qin Chen.


"Ayah bisakah kalian meninggalkan kami berdua saja" pangeran Qin Chen memohon pada kaisar Qin.


Kaisar Qin pun mengerti putranya ingin berduaan dengan kekasihnya,


ya kaisar Qin tahu bahwa putra nya


menjalin kasih dengan putri tertua jenderalnya.


"Baiklah" Kaisar pun memberikan code kepada yang lain supaya meninggalkan kamar pangeran Qin Chen.


Dengan patuh semuanya pun

__ADS_1


menginggalkan kamar pangeran Qin Chen


Bersambung.........


__ADS_2