
Selama satu minggu Xue Mei terus diseret ke tempat pelatihan tentara kerajaan Li oleh bibinya sendiri putri Li Yu Mei. Akibatnya sekarang Xue Mei merasa seluruh tubuhnya remuk dan pegal-pegal.
Hari ini akhirnya Xue Mei bisa hidup dengan damai karena putriLi Yu Mei tidak datang ke paviliun nya dan mengganggu ketenangan nya.
Hari ini Xue Mei hanya bermalas-malasan ditempat tidur. Dengan di temani Wei yang senantiasa mengurus semua keperluan Xue Mei, termasuk memijit Xue Mei.
Terlihat dari jendela kamar Xue Mei, hari ini matahari terlibat sangat terik dan udaranya pun sangat panas. Hanfu tipis yang di pakai Xue Mei pun sampai basah oleh keringat.
"Oh tuhan kenapa panas sekali" Keluh Xue Mei. sejak tadi tangannya tak henti-henti menggerakkan kipas ditangannya.
Meski pun angin yang di hasilkan kecil tak sebesar angin yang di hasilkan dari kipas angin listrik. Tapi itu cukup membantu Xue Mei untuk menghilangkan sedikit rasa gerahnya.
"Aku menginginkan es jeruk ditambah dengan batu es yang banyak" Sekarang Xue Mei mulai berfantasi, membayangkan betapa segarnya meminum es jeruk di cuaca yang panas ini.
"Putri anda di panggil oleh yang mulia kaisar untuk ikut mendiskusikan masalah penting"
Fantasi Xue Mei langsung buyar saat mendengar suara Liu Fan dari balik pintu. Tapi saat mendengar kata 'masalah penting' Xue Mei langsung bangkit dari posisi nyamannya.
"Aku akan bersiap-siap terlebih dahulu" Ucap Xue Mei sedikit berteriak, Xue Mei takut jika hanya berbicara pelan suaranya tidak akan sampai terdengar keluar kamar.
"Baik putri"
Setelah mendengar balasan dari Liu Fan Xue Mei langsung menganti hanfu tipis nya dengan hanfu tertutup dengan di bantu Wei.
"Sebenarnya ada masalah apa ini, tiba-tiba perasaanku menjadi tidak enak"
"Hamba tidak tahu putri, apapun yang terjadi anda harus tetap tenang" Jawab Wei, dia hanya pelayan biasa jadi jika ada masalah apapun Wei tidak akan pernah tahu kecuali mendengar gosip dari para pelayan lain. "Sudah selesai putri" Ujar Wei lagi setelah selesai mengepang rambut Xue Mei.
Xue Mei keluar dari kamarnya dan diluar sudah terlihat Liu Fan menunggu kedatangannya. "Mari putri" Liu Fan menuntun jalan menuju ke aula pertemuan.
__ADS_1
Xue Mei hanya mengikuti Liu Fan, padahal tidak perlu di tuntun Xue Mei sudah hapal setiap sudut istana Li. Saat sudah sampai di depan pintu,Xue Mei merasa ada yang tidak beres dalam pertemuan ini.
"Kira-kira ada apa ya?"
"TUAN PUTRI ZANG XUE MEI MEMASUKI RUANGAN" Teriak penjaga pintu.
Xue Mei pun berjalan masuk di ikuti Liu Fan di belakangnya sedangkan Wei menunggu Xue Mei di luar.
Suasana tegang langsung terasa saat Xue Mei memasuki aula yang selalu digunakan kaisar untuk membahas permasalahan-permasalahan kerajaan Liu bersama dengan para menteri nya.
Xue Mei mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru aula, para mentri dan jendela berkumpul di aula untuk ikut serta dalam pertemuan ini.
"Sepertinya ini sangat serius" Batin Xue Mei.
"Maaf atas keterlambatan saya yang mulia"
"Baik" Ucap Xue Mei singkat. Dengan anggun Xue Mei duduk di dekat putri Li Yu Mei.
Setelah diteliti lebih detail ternyata bukan hanya ada para mentri dan jenderal yang ikut rapat ini, tapi ada beberapa tabib yang juga hadir.
"Mulai lah" Titah kaisar Li Hao Jin meminta memulai rapat ini.
"Baik bawa dia masuk" Jenderal besar kerajaan Li memberikan perintah kepada prajurit yang menjaga pintu untuk mempersilahkan seseorang masuk.
Saat pintu aula terbuka seorang pria bertubuh
gemuk berlari sempoyongan, kemudian tubuhnya ambruk dibawah singgasana kaisar Li.
"Ya-yang mulia to-tolong bantu warga desa kam-i" Nada suara pria bertubuh gemuk itu sangat lirih dan penuh ketakutan, wajannya pun terlihat sangat pucat dan bibirnya membiru.
__ADS_1
Kaisar Li langsung berdiri dari singgasananya. "Sebenarnya ada apa ini, tolong tenanglah dulu!" Kaisar Li Hao Jin mengkode kasim untuk membawakan air untuk pria gemuk itu. "Siapa namamu?" Tanya kaisar Li lagi, dengan perlahan kaisar Li mendekati pria gemuk itu dan membantunya berdiri.
"Na-nama hamba Wuxi yang mulia"
Kasim pun datang dengan membawa nampan yang diatasnya terdapat gelas dan teko yang terbuat dari keramik.
Kemudian dengan tulus kaisar Li memberikan gelas yang telah di isi air itu kepada si pria gemuk. "Minumlah dulu" Pintanya.
Para menteri, jenderal dan tabib hanya menyaksikan dalam diam hati mereka mungkin sedang memuji kaisar Li. " Kami sangat bersyukur karena tidak salah memilih anda menjadi kaisar kami"
Bagaimana tidak bersyukur kaisar Li begitu tulus memberikan air kepada pria gemuk yang hanya seorang rakyat biasa saja tanpa ada rasa jijik sedikit pun.
"Sudah lebih tenang?" Kemudian dengan dengan secepat kilas raut wajah kaisar Li berubah, yang tadinya terlihat menenangkan sekarang menjadi sangat serius.
"Iya Yang Mulia" Jawab si pria gemuk.
"Sudah separah apa wabah yang terjadi di desa Wang?"
Desa Wang, desa kecil dan terletak di sisi sungai besar yang di namakan sungai panjang umur. Kenapa dinamakan seperti itu karena air sungai tak pernah surut meski musim kemarau panjang. Penduduknya pun banyak yang berprofesi menjadi seorang petani mereka memanfaatkan air sungai untuk mengairi sawah dan ladang mereka.
Beras, buah-buahan dan sayuran yang di hasilkan Pun memiliki kualitas yang bagus.
"Se-semakin parah yang mulia, hampir seluruh penduduk desa Wang menderita pe-penyakit yang sama yang mulia" Wuxi berbicara dengan nada bergetar.
"Penyakit? Coba jelaskan lebih rinci tentang penyakit ini, dan sejak kapan penyakit itu muncul"
Kaisar Li Hao Jin sudah mendengar tentang penyakit yang dideritanya para penduduk desa Wang, tapi agar lebih jelasnya kaisar Li Hao Jin memanggil Wuxi selalu kepala desa di desa Wang.
...Bersambung...
__ADS_1