
Kedua pria berbeda jenis itu duduk di atas batu dengan ditemani sebotol anggur merah yang di bawa putra mahkota Feng Xian dari paviliun nya.
Keduanya diam tanpa ada sepatah katapun yang keluar dari mulut keduanya, hanya suara hewan-hewan malam yang terdengar di keheningan ini. Angin malam tak membuat keduanya kedinginan dan gelapnya malam tak membuat keduanya ketakutan.
"Kenapa kau diam saja? Katanya kau membutuhkanku!" Ucap Shen memulai percakapan nya terlebih dulu.
Tangan kanannya mengambil cawan kecil yang telah diisi penuh oleh anggur merah memabukkan itu lalu meminumnya dengan elegan.
Menarik nafas dan membuangnya dengan kasar putra mahkota Feng Xian lakukan, hatinya merasa resah dan gelisah dan juga isi kepalanya tidak bisa di ajak bekerja sama. Selalu saja sekelebat bayangan wanita yang dirinya perlakukan kasar itu muncul tanpa diminta, membuatnya menjadi susah untuk memejamkan mata di malam hari.
"Kau lihat mataku" Putra mahkota Feng Xian menunjuk matanya, memperlihatkan lingkaran hitam di bawah mata nya.
"Kenapa?"
Shen memiringkan kepalanya berlagak polos tak mengerti dengan apa yang di ucapkan oleh putra mahkota Feng Xian.
Kembali membuang napasnya dengan kasar putra mahkota Feng Xian merasa Shen dan Guan sama saja tidak bisa diajak serius.
"Aku hampir satu bulan ini sulit sekali tidur, jadi ini hasilnya aku memiliki mata panda".
Shen hanya terkekeh melihat kemalangan yang diterima sahabatnya itu. Ekor bersisik nya itu ia goyangkan ke kiri dan ke kanan.
" Kenapa kau tidak pergi ke tabib untuk mengobati matamu, tapi kau malah pergi ke sini. Dasar aneh".
"Apa kau tahu, satu bulan lalu aku mendapatkan banyak sekali luka di tubuhku, tapi yang membuatku heran aku tidak mengingat kapan dan dimana kau mendapatkan luka ini" Ujar putra mahkota Feng Xian memulai bercerita. "Padahal yang aku ingin waktu itu aku pergi berburu bersama adik-adikku"
Shen hanya diam mendengar kan cerita putra mahkota Feng Xian mencoba menjadi sahabat yang baik.
"Tapi saat aku bangun aku sangat terkejut saat melihat seorang perempuan tertidur di sampingku"
__ADS_1
"Oh yah? Siapa perempuan yang sangat berani menaiki tempat tidur mu" Ucap Shen bertanya dengan mimik wajah dibuat sepenasaran mungkin. Padahal dia tahu kalau perempuan itu adalah Xue Mei.
Sebelum bercerita kembali putra mahkota Feng Xian menuangkan cairan merah pekat itu kembali kedalam cawan yang sudah kosong, setelah penuh putra mahkota Feng Xian meneguk semuanya sekaligus.
"Semua orang yang ada di kamar itu bilang kalau perempuan itu adalah tunangan ku dan perempuan yang sangat aku cintai. Tapi aku tidak percaya itu semua"
"Kenapa kau tidak mempercayai perkataan mereka? Siapa tahu itu semua kebenaran"
Bibir seksi Shen yang menggoda itu tersenyum misterius, membuat putra mahkota Feng Xian memancing kan matanya heran.
"Tidak mungkin. Selama yang aku ingat tidak ada satupun perempuan yang aku sukai di seluruh Kekaisaran ini"
...🥀🥀🥀🥀🥀🥀...
Sudah tiga minggu putra mahkota Qin Li tidak diperbolehkan keluar dari paviliun nya atas titah kaisar Qin Luo, itu semua gara-gara kasus yang putra mahkota Qin Li tidak mengerti. Putra mahkota Qin Li dihukum selama satu bulan tidak diperbolehkan berkeliaran diluar paviliun.
"Sialan, bajingan mana yang berani mencuri token ku"
Tapi putra mahkota Qin Li juga menyalahkan dirinya sendiri, kenapa dirinya bodoh sekali tidak bisa merasakan pergerakan orang-orang yang mencurigakan disekitarnya.
"Bodoh"
...🥀🥀🥀🥀🥀🥀...
Brekk
"Putri" Wei mendorong pintu kamar Xue Mei dengan tergesa, wajahnya terlihat cemas. "Putri, dimana anda"
Wei mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kamar sang majukan, tapi nihil orang yang di cari tidak ada di sudut ruangan mana pun.
__ADS_1
"Ada apa Wei? Aku sedang mandi, kenapa kau berteriak-teriak tidak jelas" Ucap Xue Mei tiba-tiba, ia datang dari bilik kamar mandi dengan keadaan rambut basah dan hanya memakai jubah mandinya.
"Gawat putri! gawat!"
Xue Mei hanya mengerutkan keningnya aneh dengan tingkah laku pelayannya, tak peduli Xue Mei berjalan menuju meja riasnya dengan tangan yang sibuk mengeringkan rambutnya dengan kain yang dijadikan handuk oleh Xue Mei.
"Apa yang gawat?" Tanya Xue Mei santai, tidak seperti wei yang heboh sendiri.
"Itu.. itu_"
"Itu apa? Coba santai saja, jangan seperti kau sedang dikejar pembunuh Wei!"
"Kaisar Han tiba-tiba datang ke kerajaan Li putri"
Xue Mei tidak terkejut sama sekali saat mendengar kaisar dari Kerajaan Han itu datang. Xue Mei tidak peduli sama sekali, tapi demi menghargai pelayan setianya Xue Mei berekspresi seolah-olah dia antusias mendengar berita dari Wei.
"Oh yah? Ada kepentingan apa kaisar Han datang ke istana"
Xue Mei menyisir rambut panjangnya setelah merasakan tidak ada lagi air yang menetes.
Melihat pantulan wajah cantik di cermin Xue Mei selalu berdecak kagum dengan kecantikan pemilik tubuh ini.
"Itu saya tak sengaja mendengar percakapan para kasim kaisar, katanya kaisar Han datang untuk melamar anda putri"
Ucapan Wei membuat Xue Mei menjatuhkan sisirnya terkejut, matanya melotot horor.
"Apa? Kau pasti salah dengar, dia pasti datang untuk melamar bibi" Sangkal Xue Mei dirinya merasa tidak mungkin dirinya yang akan di pinang oleh Kaisar Han.
"Saya tidak salah dengar putri, kaisar Han ingin melamar anda"
__ADS_1
...Bersambung...