Putri Buta

Putri Buta
Eps 62


__ADS_3

Putra mahkota Feng Xian menceritakan kapan Xue Mei bagai mana pertama kali dia bertemu dengan Shen. Xue Mei pun mendengarkan dengan serius cerita putra mahkota Feng Xian.


"Oh ya apa Guan tak ikut kemari" tiba-tiba Shen bertanya karena dirinya tak


melihat Guan sejak pertama kali putra mahkota Feng Xian muncul di danau.


Sebenarnya Guan juga berteman dengan Shen, Guan diajak ketempat Shen oleh putra mahkota Feng Xian.


"Tidak, aku menyuruhnya untuk tidak mengikutiku" Ujar putra mahkota Feng Xian.


Shen hanya menganggukan kepalanya, kemudian dia memetik guzheng


yang ada di tangannya kemudian terdengarlah suara


melodi dari alat musik itu.


Xue Mei yang tadi hanya diam dan terlihat kembali murung, langsung antusias melihat dan mendengar Aluna melodi dari Guzheng yang dipet Shen.


"Wah kau hebat sekali memainkan alat musik itu, apa kau mau mengajarkanku bagai mana memainkan guzheng" Xue Mei memohon dengan menujukan wajah imutnya.


"Boleh, kemarilah mendekat padaku" dengan senang hati Shen mengabulakn keinginan xue Mei. dirinya luluh saat melihat wajah imut Xue Mei.


Dengan semangat Xue Mei pun beringsut mendekati Shen, sedangkan putra mahkota Feng Xian cemberut


merasa dirinya dicuekin oleh dua orang di sampingnya.


"Aku menyesal telah membawamu ke sini, huuh kenapa tidak diam saja tadi dikamarnya kan aku bisa menipunya untuk


mendapatkan ciuman dari bibir manisnya" wajah putra mahkota Feng Xian ditekuk dan terus mengoceh didalam hati.


Xue Mei tak peduli sama sekali dengan putra mahkota Feng Xian, dia hanya fokus melihat Shen yang sedang memberikannya contoh cara bermain Guzheng.


"Cobalah!!" Ujar Shen menyuruh Xue Mei untuk mengulangi yang tadi ia contohkan.


Kemudian Shen meletakan Guzheng itu dihadapan Xue Mei.


Dengan antusias dan seyum yang yang mengembang Xue Mei pun mencoba memetik senarnya dan


mengeluarkan melodi yang merdu, kemudian Xue Mei pun memetik satu


persatu senarnya dan_


"aww..." Xue Mei meringis merasakan bahwa telunjuknya mengeluarkan darah karena tergores senar Guzheng, karena memang senar Guzheng berukuran kecil jadi jika tidak hati-hati akan terluka.


"Kau baik-baik sajakan" Putra mahkota Feng Xian panik kemudian langsung melihat luka di jari telunjuk Xue Mei,


saat melihat jari telunjuk Xue Mei mengeluarkan darah cukup banyak putra mahkota Feng Xian langsung


menjilat jari telunjuk Xue Mei mencoba menghentikan pendarahannya.


"A aku tidak papa" Xue Mei merasa

__ADS_1


grogi dan wajah nya seketika merona


saat merasakan telunjuknya beradu dengan lidah putra mahkota Feng Xian rasanya geli.


"Tidak papa bagai mana, lihatlah harimu terluka seharusnya kau berhati-hati tadi saat memetik senarnya" Putra mahkota Feng Xian mengomel karena khawatir, kemudian dia menyobek sedikit bajunya untuk membalut luka Xue Mei.


"Yang mulia aku benar-benar tidak papa ini hanya luka kecil" Xue Mei mencoba menjelaskan, ya memang lukanya tidak seberapa. Kalau kata mama aku tuh 'masih jauh ke jantung' berarti


tidak membahayakan nyawa.


Ya memang putra mahkota Feng Xian terlalu lebay saja Xue Mei luka sedikit saja langsung panik.


"Sudahlah turuti saja kemauan dia" Shen menasehati Xue Mei agar mau diam, karena dirinya tahu bagaimana sifat temannya itu.


Setelah membalut jari telunjuk Xue Mei putra mahkota Feng Xian pun mencium luka yang telah dibalut nya.



(anggap aja yang lukanya itu jarinya ya dan anggap aja itu malem hehe)


Wajah Xue Mei pun semakin memerah melihat perlakuan putra mahkota Feng Xian yang menurutnya terlihat sangat manis sekali.


Untung malam ini bulan sinar bulan redup jadi tidak ada yang bisa melihat wajah Xue Mei yang sudah memerah seperti kepiting rebus.


"Sudah, lain kali kau harus hati-hati,hemm!" ucap putra mahkota Feng Xian dengan tulus kemudian lengan kirinya terjulur untuk menyentuh pipi Xue Mei.


Seketika Xue Mei merasa merinding saat putra mahkota Feng Xian mengusap pipi sebelah kanannya, dan tangan putra mahkota Feng Xian terus turun dan sampai di bibir mungil Xue Mei.


Dengan halus putra mahkota Feng Xian mengusap bibir Xue Mei yang sedikit pucat karena udara yang begitu dingin.


"ehemm.ehem... " Jika tidak dihentikan oleh suatu batuk Shen mungkin putra mahkota Feng Xian akan melakukan lebih dari memegang bibir Xue Mei, mungkin dia akan menciumnya. hehe.


"Sudahlah malam semakin larut sebaiknya kalian kembali"


Xue Mei dengan cepat menepis lengan putra mahkota Feng Xian dan kemudian dia menundukan kepalanya dirinya merasa malu dengan kelakuan putra mahkota Feng Xian. Bisa-bisanya dia malu, tapi yang melakukannya biasa saja.


Putra mahkota Feng Xian terseyum tipis melihat Xue Mei yang salah tingkah, kemudain dia menengadah kan kepalanya melihat langit yang begitu gelap.


"Benar malam semakin larut, perkiraanku mungkin akan turun hujan lagi"


"Segeralah pulang kasian nona Zang sepertinya dia kedinginan" Ujar Shen dengan mata memperhatikan Xue Mei yang memeluk tubuhnya sendiri.


"Kalau begitu ayo kita kembali ke mansion Zang" ucap putra mahkota Feng Xian pada Xue Mei.


"Baiklah " jawab Xue Mei singkat dirinya juga merasakan udara semakin dingin seiring berjalannya waktu, hidungnya saja sampai memerah karena kedinginan.


"Kalau begitu aku pergi dulu, sampai jumpa Shen"kemudian putra mahkota Feng Xian bangkit berdiri dan berpamitan kemudian siap untuk kembali melakukan teleport.


Xue Mei hanya terseyum, dirinya pun ikut bangkit dan mendekati putra mahkota Feng Xian, dirinya tidak bisa melakukan teleport jadi dia tak mau ditinggal di sisi danau yang begitu dingin ini.


" Berhati-hatilah, lain kali berkunjung lah kemari lagi nona"

__ADS_1


"Baiklah, sampai jumpa" Xue Mei pun berpamitan, perlahan dirinya dan putra mahkota Feng Xian menghilang.


Setelah merasakan kalau keduanya benar-benar telah menghilang Shen menghela napas berat dan terseyum prihatin.


"Perjalanan cinta kalian baru saja dimulai dan akan ada banyak rintangan yang akan dilalui keduanya, berpisah dan kembali bersama" Shen berkata dalam hati.


Kuberitahu sesuatu sebenarnya Shen itu bisa meramalkan masa depan seseorang, begitu pula masa depan Xue Mei dan putra mahkota Feng Xian dirinya pun meramal keduanya secara diam-diam.


Putra mahkota Feng Xian tidak mengetahui keahlian Shen yang satu ini.


setelah membatin yang penuh tanda tanya, akhirnya Shen memilih kembali kedalam danau. Shen kembali masuk ke air dan berenang ketengah danau kemudian menghilang kedalam dasar danau.


********


Keduanya pun sampai di kamar Xue Mei, putra mahkota Feng Xian belum melepaskan pelukannya di pinggang Xue Mei.


"Lepaskan aku, aku sudah lelah seharian ini"


Xue Mei memegang tangan putra mahkota Feng Xian mencoba melepaskan pelukannya.


Putra mahkota Feng Xian tak menghiraukan ucapan Xue Mei, kemudian putra mahkota Feng Xian membalikkan tubuh Xue Mei menghadap kearahnya. putra mahkota Feng Xian sedikit membungkukan kepalanya dan berbisik.


"Ingatlah aku akan menunggumu memberikan jawaban atas lamaranku itu"


Xue Mei hanya diam tak menjawab perkataan putra mahkota Feng Xian. "Sudah?. kalian sudah silakan pergi" Xue Mei malah berkata dengan wajah datar dirinya menujukan kearah jendela dimana putra mahkota Feng Xian masuk tadi.


Wajah putra mahkota Feng Xian yang masih dekat telinga Xue Mei pun menyeringai kemudian_


cup


putra mahkota Feng Xian mengecup bukan hanya mencium kilas tapi putra mahkota Feng Xian sedikit menghisap bibir mungil Xue Mei tidak melu*a*nnya.


Xue Mei hanya bisa membulatkan matanya terkejut, Lagi-lagi dirinya di sosor lagi tanpa persetujuan darinya.


Cukup lama putra mahkota Feng Xian menempelkan bibirnya di bibir Xue Mei.


Kue Mei terus memberontak tapi tidak bisa karena tubuhnya masih di kunci oleh pelukan putra mahkota Feng Xian yang begitu erat memeluknya.


"manis" guna putra mahkota Feng Xian setelah dia melepaskan ciumannya.


"Kau... " mata Xue Mei menatap putra mahkota Feng Xian dengan tajam setajam silent.


Putra mahkota Feng Xian malah terseyum manis menanggapi tatapan Xue Mei.


"Baiklah, sayang kalau begitu aku pergi dulu, jangan merindukanku. besok aku akan datang lagi"


"cih... bisanya juga kau datang dan pergi seenak jidatmu, tak perlu minta ijin dulu dari orang nya" Ujar Xue Mei sinis.


Kemudian putra mahkota Feng Xian pergi setelah dirinya melontarkan beberapa rayuan pada Xue Mei.


"Huuuh,,, benar-benar pria meyebalkan. ibunya ngidam apa sih waktu hamil dia" Xue Mei terus menggerutu dibalik slimut yang menutupi tubuhnya itu.

__ADS_1


***Bersambung........


Jangan lupa Like & Votenya yaa 😘😘😘***


__ADS_2