Putri Buta

Putri Buta
Eps 74


__ADS_3

Malam hari, mansion Zang.


Meski pun malam masih belum terlalu larut tapi keadaan di mansion Zang begitu sunyi padahal di mansion itu banyak penghuninya. perasaanq duka masih menyelimuti mereka semua yang ada di mansion Zang. para pekerja di sana pun ikut bersedih atas kematian tuannya yang begitu dermawan dan baik hati.


Xue Mei, Zang Jingqin, Zang Yuki dan disana juga ada putra mahkota Feng XIan dan Guan. Sedang berkumpul di ruang keluarga mereka berlima masih mengenakan baju yang tadi di gunakan ke pemakaman, Zang Yuki dan Zang Jingqin hanya terdiam dan melamun masih terlarut dalam kesedihan. Xue Mei pun ikut terdiam melihat keadaan keduanya, dirinya juga sedih karena kepergian orang yang sudah dirinya anggap ayah sendiri.


Makan malam yang dihidangkan pelayan pun tidak disentuh sama sekali oleh mereka hanya dilihat tanpa ada nafsu sama sekali untuk memasukan makana itu kedalam perut.


putra mahkota Feng Xian dan Guan pun ikut diam tidak mengeluarkan sepatah katapun.


Hufff.... Xue Mei menghela nafas panjang setelah itu menghapus sisa-sisa air mata yang masih membasahi pipinya.


"Kakak, Yuki, putra mahkota dan Guan ayo kita makan malam dulu!!" Ujar Xue Mei memulai obrolan nya. "Kakak kau harus makan agar kau cepat sembuh dan lukanya cepat kering" Lanjutnya, dengan tangan memegang piring perak Mei memasukan aneka lauk pauk kedalamnya, lalu memberikan pitung yang sudah penuh tersebut kepada Zang Jingqin.


"Ayo makan kak!" Ucap Xue Mei dengan lembut dan mengulas seyum manis, meski senyum tersebut terlihat sedikit terpaksa.


Zang Jingqin hanya diam saat disodorkan makanan, lalu tangannya memegang sendok dengan malas dan memakan makanannya meski tak nafsu sekalipun, semua ini dia lakukan untuk menghargai adik-adiknya.


"Yuki kau juga makan agar cepat besar!"


"Baik kak, terimakasih" Yuki pun menerima piring yang disodorkan Xue Mei padanya.


Putra mahkota Feng Xian hanya terseyum tipis melihat Xue Mei yang sedang sibuk meletakan makanan kedalam piring.


"Dia memang kandidat yang tepat untuk calon permaisuriku, aku harus segera menikahinya" Ucap putra mahkota Feng Xian dalam hati, dirinya merasa sudah tidak sabar untuk segera memiliki Xue Mei seutuhnya.


Xue Mei yang menyadari sedang diperhatikan oleh putra mahkota Feng Xian jadi salah tingkah. "Yang Mulia mau saya ambilkan juga makanannya?"


"Boleh" Putra mahkota Feng Xian yang masih betah memandangi wajah Xue Mei yang cantik tak sadar mengatakan nya.


Guan yang ikut bergabung di meja makan hanya melirik putra mahkota Feng Xian sinis. "Dasar butak cinta". Cibir Guan dalam hati.


Guan pun ikut mengambil makanan untuk dirinya sendiri.


Xue Mei pun menganggukan kepalanya lalu mengambilkan makanan untuk putra mahkota Feng Xian.


"Silakan"


Karena posisi duduk putra mahkota Feng Xian berhadapan dengan Xue Mei kemudian putra mahkota Feng Xian sedikit mencondongkan tubuhnya dan berbisik ditelinga kiri Xue Mei.

__ADS_1


"Makasih cintaku"


Xue Mei yang mendengar bisikan putra mahkota Feng Xian hanya terseyum malu-malu dan pipinya pun merona.


Zang Jingqin putra mengulas seyum kecil saat melihat interaksi Xue Mei dan putra mahkota Feng Xian.


"Semoga kau terus bahagia bersama dengan orang yang kau cintai" doa Zang Jingqin untuk sang adik tercinta.


Guan dan Zang Yuki hanya menonton dalam diam sambil mengunyah makanannya.


Xue Mei memalingkan wajahnya kearah Zang Jingqin, dirinya malu jika terus melihat wajah putra mahkota Feng Xian.


Setelah itu mereka berlima diam dan menikmati makanan mereka masing-masing dengan tenang tanpa ada yang ber bicara seorang pun


Stelah mereka selesai makan malam, tak terasa hari semakin larut. Mereka berlima pun keluar dari ruang tamu.


"Putra mahkota Feng sebaiknya anda menginap saja disini, kami akan menyiapkan tempatnya!" Ujar Zang Jingqin menawarkan agar putra mahkota Feng Xian mau menginap di mansion Zang.


"Sebenarnya aku menyewa sebuah rumah, tapi karena jaraknya cukup jauh dari sini jadi baiklah aku akan menginap disini" ucap putra mahkota Feng Xian modus,


padahal dirinya bisa saja menggunakan teleport tapi karena ingin selalu berada di dekat Xue Mei.


"Baik tuan" pelayan itu membungkuk menerima perintah yang diberikan.


"Mei'er kakak duluan ya " Ujar Zang Jingqin. " Kalau begitu saya pergi terlebih dahulu putra mahkota Feng selamat malam" lanjutnya. kemudian Zang Jingqinpergi dengan menggunakan tandu dan di gotong oleh empat pelayan laki-laki.


"Selamat malam kak" Jawab serempak Xue Mei dan Zang Yuki.


Putra mahkota Feng Xian menganggukan kepalanya. " Baiklah Selamat malam"


Setelah itu Zang Yuki juga pergi bersama pengasuhnya ke paviliun Kamboja paviliun miliknya.


Sekarang tinggal Xue mau, putra mahkota Feng Xian, Guan dan Wei disana.


"Kalau begitu aku pergi duluan, selamat malam Xian, Guan" ucap Xue Mei, kemudian dia menatap wajah putra mahkota Feng Xian ragu untuk memandang wajah tampan putra mahkota Feng Xian.


Baru dia langkah berjalan tangan Xue Mei langsung dicekal putra mahkota Feng Xian. "Tunggu dulu!"


"Ada apa?" Xue Mei membalikan badannya kembali berhadapan dengan putra mahkota Feng Xian.

__ADS_1


"Kau jangan terus bersedih, masih banyak orang yang menyayangimu sini" Tiba-tiba putra mahkota Feng Xian memeluk Xue Mei erat.


"Eh.. eh lepasin aku malu banyak orang melihatnya" Xue Mei memberontak mencoba melepaskan pelukan putra mahkota Feng Xian.


"ehem..." Putra mahkota Feng Xian terbatuk ringan memberi kode kepada Guan dan pelayan yang lain untuk membalikkan badan mereka agar tidak melihat dirinya dan Xue Mei.


Guan dan Para pelayan pun dengan patih membelakangi badan mereka memunggungi putra mahkota Feng Xian dan Xue Mei.


"Kenapa mereka lebih patuh kepada dirimu, kan disini aku tuan rumahnya" tanya Xue Mei heran.


"Tidak penting" Putra mahkota Feng Xian semakin mengeratkan pelukannya.


"Aku mencintaimu"


"A.. apa?" Xue Mei selalu gugup saat putra mahkota Feng Xian mengungkapkan kata cinta padanya.


"Aku mencintaimu, jadi kapan kau akan menerima cintaku dan juga menerima lamaran ku? hemm" putra mahkota Feng Xian melepaskan pelukannya beralih memegang pundak Xue Mei dengan mata terus menatap wajah Xue Mei penuh cinta.


Xue Mei mendorong putra mahkota Feng Xian sehingga tangannya terlepas dari pundak Xue Mei. Lalu Xue Mei berlari.


Setelah cukup jauh dari jarak putra mahkota Feng Xian Xue Mei berhenti lalu membalikan tubuhnya. "Selamat malam Xian" ujar Xue Mei sedikit berteriak setelah itu terseyum mandi kerarah putra mahkota Feng Xian.


"Wei ayo" ujarnya lagi.


Wei yang masih diam ditempat gelagapan saat melihat nonanya sudah agak jauh darinya. "Nona tunggu saya" Wei pun berlari mengejar Xue Mei.


Putra mahkota Feng Xian terkekeh pelan melihat kelakuan Xue Mei yang selalu lucu dan menggemaskan di matanya.


"Permaisuriku sangat menggemaskan ya" ujarnya pada diri sendiri.


"Ya memang menggemaskan" ujar Guan menimpali perkataan putra mahkota Feng Xian.


"Pelayan tunjukan jalannya"


kemudiannya putra mahkota Feng Xian DNA Guan pergi menuju kamar yang disiapkan untuk keduanya, dipandu pelayan yang tadi diberi tugas oleh Zang Jingqin.


Bersambung......


Maaf aku baru up... beberapa hari yang lalu akunya sibuk cari inspirasi buat kelanjutan novel ini......

__ADS_1


Jangan lupa like, dan votenya yaaaaa🍂🍂🍂


__ADS_2