Putri Buta

Putri Buta
Eps 85


__ADS_3

Hari pelantikan kaisar baru kerajaan Li tinggal menghitung hari dan katanya hari ini para tamu undangan dari Kerajaan lain termasuk para kaisar dan anggota keluarganya akan datang ke pesta penobatan kaisar baru.


Istana pun sudah didekorasi dengan epik banyak sekali dekorasi yang berwarna merah dan emas, ciri khas kerajaan Li saat penobatan kaisar yaitu menggunakan hiasan-hiasan berwana merah dan emas.


Pesta dibagi menjadi dua yaitu, acara penobatan dan pesta menyambut kaisar baru. Dimana pada waktu penobatan akan diadakan ritual-ritual sakral yang sudah dilakukan selama beberapa ratus tahun silam jadi ritual ini sudah dilakukan turun-temurun saat penobatan kaisar baru , disini calon kaisar akan melakukan ritual menyembah pada langit dan bumi, lalu bersujud dan meminta doa kepada dewa, dewi dan para leluhur. Di acara ini sangat sakral jadi semua orang yang menyaksikan acara penobata ini sangat formal sehingga tidak boleh banyak bicara. Tapi untuk pestanya lebih ke acara nonformal dimana dipesta ini banyak sekali pertunjukan seperti musik, tarian dan nyayian. Tidak lupa juga di acara ini banyak sekali hidangan yang sangat enak.


Untuk acara pesta tersebut Xue Mei dan Li Yu Mei yang mempersiapkan mulai dari dekorasi, makanan dan tempat acaranya dipersiapkan di taman istana. Xue Mei dan Li Yu Mei berencana membuat pesta ala-ala pesta zaman moderen. Ya seperti pesta para pembisnis, tapi tidak dengan acara makan sambil berdiri pasti akan dianggap tidak sopan jiak makan sambil berdiri. Disini Xue Mei menyiapkan meja dan kursi untuk duduk para tamu.


Hari ini empat hari sebelum pelantikan Xue Mei memutuskan akan bernyanyi dipesta nanti dengan berduet menyanyikan beberapa lagu.


Sedikit informasi kalau putra mahkota Feng Xian kembali ke kerajaan Feng minggu lalu. Katanya dia diharuskan untuk datang bersama rombongan keluarga kerajaan Feng untuk datang ke penobatan kaisar baru.


Dengan riang dan seyum manisnya Xue Mei berlari kecil menuju paviliun sang bibi, di tangan kanannya Xue Mei menggenggam kertas yang dimana dipermukaan kertas itu dibubuhi tulisan tangan Xue Mei.


"Bibi" Xue Mei sedikit berteriak. Membuka pintu kamar Li Yu Mei tanpa mengutuknya sampai-sampai pintu itu berbunyi cukup keras saat membentur tembok kayu.


Li Yu Mei sakpai tersedak teh yang sedang diminumnya. "Uhuk.. uhuk." terbatuk sampai teh nya menyembur. "Punya masalah apa kau ini hah?" Sewot Li Yu Mei. menatap Xue Mei tajam.


Xue Mei hanya cekikikan merasa tak bersalah, kemudian Xue Mei berjalan pelan dan ikut duduk dikursi sebelah kiri bibinya.


Melihat wajah Xue Mei yang seperti tanpa dosa telah mengagetkannya membuat Li Yu Mei hanya bisa membuang nafas kasar.


"Mau apa kau kemari" Ujar Li Yu Mei ketus.


"Hehe.... Ayo bibi kita berlatih untuk pesta nanti. Aku sudah menyiapkan lagu yang cocok untuk pesta ini." Ucap Xue Mei. "Lihatlah aku telah menulis empat judul dan lirik lagunya disini" Ucap Xue Mei lagi sambil menyodorkan kertas yang sejak tadi dipegangnya.


"Ini lagu ciptaan tahun berapa, kok bibi merasa asing dengan dua judul lagu ini" Tanya Li Yu Mei bingung saat melihat keempat judul lagu dan liriknya yang menurutnya asing, Li Yu Mei juga tidak tahu bagaimana cara menyanyikannya.


Xue Mei hanya terseyum simpul. "Gampanglah aku akan mengajarkan bagai mana cara bernyayi nya, bibi kan pintar pasti bibi akan cepat bisa dan hapal pastinya."


"Halah... sombongnya, baiklah tolong bantuannya ya guru" Ujar Li Yu Mei bercanda.


Lalu keduanya tertawa bersama-sama saat mendengar lelucon Li Yu Mei.

__ADS_1


"Ayo bibi kita berlatih di gazebo dekat gerbang istana." Sangking semangatnya Xue Mei sampai menyeret sang bibi menuju gazebo dekat gerbang istana Li.


sebelah alis Li Yu Mei terangkat heran. "Kenapa harus jauh-jauh pergi ke gazebo dekat gerbang sih, kan itu cukup jauh?.... eh pelan-pelan dong!" Tanya Li Yu Mei heran. Lalu dia sedikit berteriak saat Xue Mei semakin cepat menyeretnya menuju gazebo.


"Ah, bibi gak asik. Disana kan kita bisa melihat para tamu yang datang ke istana ini. Pastikan banyak pangeran tampan pastinya,nanti aku akan menjodohkan bibi dengan salah satu dari mereka." Xue Mei berlari melepaskan genggaman tangannya, Xue Mei takut sang bibi akan menjambak rambutnya jadi Xue Mei berlari menjauh dari Li Yu Mei.


"Xue Mei, awas kau yah. Aku tidak mau dijodohkan dengan siapapun" Teriak Li Yu Mei pada Xue Mei yang sudah berlari cukup jauh darinya. "Awas kau ya" Li Yu Mei langsung ikut berlari mengejar Xue Mei.


"Hahah…ayo tangkap aku jika bibi bisa" Xue Mei memeletkan lidahnya mengejek Li Yu Mei.


"Oh, dasar keponakan sialan"


......-----------......


Setelah cape main kejar-kejaran seperti kucing dan tikus.Sekarang keduanya telah terdampar di gazebo dekat gerbang istana. Mereka kecapean sampai-sampai Xue Mei dan Li Yu Mei merebahkan tubuh mereka di lantai gazebo dengan terlentang . Mengabaikan wibawa mereka sebagai seorang putri kerajaan yang harus tetap anggun.


Penampilan keduanya pun sudah tidak secantik tadi, keringat bercucuran diwajah keduanya membuat rambut panjang keduanya ikut basah. Rambut yang tadinya rapi sekarang sedikit berantakan dan juga Hanfu cantik yang dikenakan keduanya pun sedikit acak-acakan.


"Siala* gara-gara kamu lihat pakaianku sampai berantakan seperti ini karena mengejarmu dari tadi" Dengan bersungut-sungut Li Yu Mei langsung memukul kepala Xue Mei.


"Aduhh... Sakit tahu" Xue Mei mengaduh kesakitan, karena pukulan Li Yu Mei tidak kira-kira.


Saat Xue Mei sedang mengelus elus kepalanya yang sakit, tiba-tiba kedua pelayan keduanya datang.


"Tuan putri kenapa kalian berlari-lari.. Lihatlah riasan wajah kalian. Oh ya ampun sangat kacau dan berantakan sekali dan juga kenapa anda tidur di lantai." Pelayan pribadi Lil Yu Mei mengomel saat melihat sang majikan sudah berantakan tak karuan.


Wei pun ikut mengomeli Xue Mei. Wei khawatir karena akan ada banyak tamu yang datang nantinya.


"Cerewet sekali kalian ini." Ujar Xue Mei tak peduli. Xue Mei bangkit dari rebahannya lalu melihat kedua pelayan itu bergantian. "Kalian ini berisik sekali, buat diri kalian berguna tolong ambilkan kami air putih. Aku haus" Pinta Xue Mei pada pelayan sabg bibi.


"Baik putri akan saya ambilkan, tunggu sebentar" Lalu pelayan yang bernama Suo Lan itu pergi dengan berlari kecil.


Li Yu Mei tidak peduli dengan sekitar dia memejamkan matanya saking capenya tadi mengejar Xue Mei, sampai-sampai dia merasa mengantuk sekarang.

__ADS_1


Xue Mei mendudukkan pantat nya di kursi, lalu Wei dengan sigap menghampiri sang nona dan langsung mengelurka sapu tangan lalu mengelap keringat Xue Mei yang masih bercucuran di wajah dan leher Xue Mei. Riasan wajah yang dipakai Xue Mei pun luntur dan pindah ke sapi tangan.


Sekarang wajah Xue Mei pun sudah polos tanpa riasa apapun. Meski tanpa riasan Xue Mei tetaplah cantik.


"Wei bisa tolong ikat semua rambutku, aku sangat gerah sekali" Ujar Xue Mei sambil mengibaskan tangannya kekiri dan kanan berharap ada angin yang datang.


"Tapi putri itu tidak akan cocok dengan pakaian yang kau kenalan sekarang"


"Emmm... kalau begitu dikepang satu saja, bisakah?."


"Bisa putri, baiklah kalau begitu akan saya mengepang rambut anda."


"hmm.. tapi hiasan yang ada di rambutku lepaskan semua ya. Aku merasa pusing memakainya" Pinta Xue Mei pada Wie yang sebagai mencopotkan satu persatu perhiasan yang menempel dikepala Xue Mei.


"Baik putri." Wei pun sudah tidak memanggil Xue Mei dengan sebutan 'nona' lagi.


Ketika Wei sedabg sibuk mengepang rambut Xue Mei. Li Yu Mei pun bangkit dan ikut bergabung dengan Xue Mei yang dengan duduk sambil mengipas-ngipasi wajahnya.


"Gerah banget, Kenapa sih hari ini sangat panas" Gerutut Xue Mei.


Li Yu Mei tak menimpali perkataan Xue Mei dia sedang asik membenarkan hanfu luarnya yang sedikit melorot.


"Tuan putri ini air putih yang anda minta tadi" Suo Lan datang dengan membawa teko dan dua cangkir yang terbuat dari keramik. Kemudian Suo Lan dengan sopan meletakan teko dan cangkir itu di meja kayu. Setelah itu Suo Lan menuangkannya dengan perlahan.


"Ayo kita mulai" Ujar Xue Mei setelah beberapa menit beristirahat.


"Baiklah, ayo Kita harus terlihat sempurna dan luar biasa saat kita tampil nanti"


...Bersambung ...


Masih ada yang setia gak nungguin novel ini update????


Jangan lupa kasih hadiah bunga, kopi atu pila ya buat author.. hehehe

__ADS_1


__ADS_2