
Di tempat lain Putra Mahkota Feng Xian kembali ke kerajaan Feng karena ada keperluan. Dia pergi dengan hati yang berat untuk meninggalkan Xue Mei di Kerajaan Qin.
"Hufffff.. aku merindukan permasuriku" Ucap putra Mahkota Feng Xian menghela nafas panjang. Menahan rindu yang menggebu.
Guam yang ada di sampingnya sudah bosan dengan perkataan tuannya, dia sudah tak bisa menghitung berapa kali tuannya mengatakan kalimat itu berulang kali.
"Siapa?"
Serempak Putra Mahkota Feng Xian dan Guan berbicara, mereka berdua merasakan kehadiran orang asing di kediaman putra Mahkota Feng Xian.
"Haha... ternyata kau masih sama seperti dulu selalu siaga dan waspada" Ucap seseorang yang entah keberadaannya dimana.
"Siapa kau tunjukan dirimu" Ucap Guan waspada, dia mengeluarkan pedangnya dan siaga takut ada serangan dadakan.
Sedangkan putra Mahkota Feng Xian tetap tenang dia masih duduk santai meminum tehnya.
"Keluarlah aku tak suka bermain dengan pengecut" Ujar putra mahkota Feng Xian dengan nada santai tapi terkesan dingin dan mengintimidasi sekitar, membuat suasana sedikit sesak.
Wusssss
Seketika munculah dia peria entah dari mana, pria yang paling mencolok adalah pria yang bersurai putih keperakan, dengan wajah tampan dengan sorot mata yang tajam dan dingin. Memakai hanfu berwarna merah bercorak hitam sangat elegan wajahnya yang tampan, tapi sayang dari matanya sudah terlihat pancaran kekejaman dan kejahatan
__ADS_1
Dan peria satu lagi berpakaian seperti pengawala bayangan.
" Apa kabar teman lama" Sapa pria asing itu.
Putra Mahkota Feng Xian hanya menatapnya datar tak tertarik sama sekali.
"Kita sudah tak sedekat dulu jadi jangan sok akrab"
"Hey tenang kawan apa kau tak merindukan teman lamamu ini" Ujar pria asing itu menampilkan senyum liciknya.
" tak perlu basa basi,Apa tujuanmu menemuiku Chang Yi" Tanya putra Mahkota Feng Xian dingin.
"Cih... Kau masih sama seperti dulu sombong dan tak suka basa-basi" ucap peria bersurai putih yang bernama Chang Yi tersenyum sinis.
Hiyattt
Chang Yi tiba-tiba maju menyerang Putra Mahkota Feng Xian dengan menghunus kan pedang kearahnya, Chang Yi melesat cepat menyerang Putra Mahkota Feng Xian.
"Yang mulia" Guan akan menangkis serangan Chang Yi tapi dia di hadang oleh pengawal bayangan Chang Yi yang bernama Yun.
__ADS_1
"Lawanmu adalah aku" Ujar Yun, dia menahan pedang Guan dengan pedangnya agar tak berhasil menyerang tuannya
"Cih" Guan berdecak kesal.
Sedangkan putra Mahkota Feng Xian masih santai meski dia selalu siaga dimana pun.
Setelah merasakan Chang Yi semakin dekat Putra Mahkota Feng Xian segera menghindari hunusan pedang Chang Yi.
"Rupanya kau semakin kuat" Puji putra Mahkota Feng Xian meski dalam nadanya terkandung sindiran.
"Tentu saja aku berlatih selama bertahun-tahun untuk bisa membalaskan dendamnya"
"heh" Putra Mahkota Feng Xian menyeringai, mungkin jika orang biasa akan merinding sekaligus lemas melihat l senyum mengerikan milik putra Mahkota Feng Xian.
"Kita pergi dari sini jangn bertarung di area istana dan membuat kacau itu akan membuat paviliun kesayanganku berantakan" Segera putra Mahkota Feng Xian memegang pundak Chang Yi setelah menghindari serangannya dan menghilang dari paviliun itu.
Wussss
Guan yang melihat majikannya pergi, dia pun ikut menghilang dan meyusul tuannya takut terjadi sesuatu.
Yun pun sama dia juga ikut melesat pergi dan menghilang.
__ADS_1
paviliun yang tadinya terjadi sedikit kegaduhan sekarang sepi seperti tak ada penghuninya karena para pelayan tak berani memasuki paviliun putra Mahkota Feng Xian kecuali ada perintah.