
Setelah kejadian kemarin lusa masyarakat ibukota kerajaan Li menjadi marah akan informasi yang menyebar luas di penjuru Ibukota, yaitu atas kelakuan tercela kaisar Han kepada putri kerajaan mereka.
Rakyat dan keluarga kerajaan geram dan tidak terima dengan kelakuan tak terpuji yang kaisar Han lakukan.
Tindakan kaisar Han yang sama saja dengan melecehkan putri kerajaan Li, membuat banyak masyarakat menawarkan diri untuk ikut menyerang kerajaan Han.
Tapi kaisar Li Hao Jin, meredakan amarah rakyatnya dengan baik. Dia mengatakan kepada seluruh masyarakat untuk tidak bertindak gegabah dan sembrono dalam bertindak.
Di istana Li saat ini Xue Mei begitu di jaga ketat atas perintah sangat kaisar Li Hao Jin paman Xue Mei sendiri. Seorang jenderal muda di utus untuk menjaga Xue Mei. Jenderal muda itu bernama Liu Fan, Liu Fan sendiri diberi perintah secara langsung oleh Kaisar Li Hao Jin. Kaisar Li percaya bahwa jendela muda berperesati dan multitalenta itu bisa menjaga dan memastikan sang keponakan tetap aman.
Liu Fan merasa bahwa tanggung jawab yang dirinya pikul saat ini sangat besar, dia pun bersumpah dengan nyawanya sediri akan melindungi Xue Mei sampai titik darah penghabisan.
Sebenarnya Xue Mei sempat protes karena begitu banyak prajurit yang yang di tempatkan di paviliunnya, tapi setelah di ancam oleh permaisuri Xue Jia akhirnya Xue Mei hanya bisa pasrah.
Xue Mei yang tadinya sedang bersantai dengan ditemani secangkir teh dan sepiring kue kering. Duduk dengan nyaman di dekat jendela dan menikmati udara pagi yang sejuk. Kenikmatan Xue Mei langsung hilang saat pintu kamarnya di buka dengan tidak berperasaan oleh sang bibi.
Brekk
"Xue Mei ayo ikut denganku!" Ajak Putri Li Yu Mei tiba-tiba.
Padahal putri Li Yu Mei baru saja muncul tapi dia sudah memberikan perintah kepada Xue Mei.
"Pergi kemana bibi?, kau mengganggu ketenangan ku saja" Jawab Xue Mei ketus, sebab suasana hatinya kurang
baik saat ini.
__ADS_1
Xue Mei kembali mengingat sang kekasih, dia selalu memikirkan apakah dia baik-baik saja? Apakah dia makan dengan
teratur? Apakah dia sudah sembuh? Apakah dia sudah mengingatku? Apakah dia meminum obatnya dengan teratur?. Banyak sekali pertanyaan-pertanyaan didalam benak Xue Mei yang tidak akan pernah bisa terjawab jika Xue Mei sendiri tidak bisa menemui putra mahkota Feng Xian.
"Ck Ck. Cepat pakai ini! Ayo berlatih bersamaku. Sepertinya kau kurang berlatih sampai-sampai kau tidak bisa menyerang balik kaisar Han kemarin"
Berdecak kesal karena putri Li Yu Mei tahu isi pikiran keponakan nya sekarang, dengan tidak anggunnya putri Li Yu Mei melemparkan pakaian seragam tentara yang bisanya dipakai para tentara kerajaan Li berlatih.
Putri Li Yu Mei meminta seragam itu dengan paksa pada salah satu jenderal senior di Kerajaan Li.
Putri Li Yu Mei sendiri sudah memakai seragam tersebut, sekarang giliran Xue Mei yang berganti pakaian.
"Bibi tahu? Kemarin lusa tenagaku dengan anehnya tiba-tiba menghilang, saat didalam kungkungan kaisar Han tubuhku rasanya lemah dan lemas tak memiliki tenaga sedikitpun" Sangkal Xue Mei.
Semua itu benar adanya, saat kejadian kematian tenaga Xue Mei rasanya lenyap saat kaisar Han memeluk tubuh Xue Mei. Untuk memberontak pun Xue Mei tidak bisa melakukannya. Itu aneh, membuat Xue Mei bertanya-tanya sampai sekarang.
Putri Li Yu Mei menarik Xue Mei agar beranjak dari posisi nyamannya. "Ayo bergegaslah! kalau tidak matahari akan semakin terik"
Xue Mei pasrah, dengan muka malas nya Xue Mei berjalan menuju ruang gantinya untuk mengganti hanfunya dengan seragam yang diberikan putri Li Yu Mei.
"Sudah?" Tanya putri Li Yu Mei saat melihat Xue Mei keluar dari ruang ganti.
Karena terlalu malas berbicara Xue Mei hanya mengangguk saja tanda bahwa dirinya sudah siap.
"Kalau begitu ayo kita pergi!" Dengan kasar Putri Li Yu Mei menarik lengan Xue Mei dan menyeret Xue Mei keluar dari kamarnya.
__ADS_1
Di luar kamar Xue Mei, ada dua orang prajurit sedang menjaga pintu di sana juga ada jenderal Liu Fan yang ikut menjaga keamanan lingkungan sekitar paviliun Xue Mei.
Liu Fan membulatkan katanya kaget, saat tiba-tiba Putri Li Yu Mei menendang pintu kamar Xue Mei. Liu Fan mengelus dadanya mencoba menenangkan jantungnya yang berdetak cepat akibat terkejut.
"Anda mau kemana yang mulia putri" Tanya Liu Fan. Pria yang memiliki tinggi sekitar 183 cm, memiliki kulit putih,mata sipit dan senyum manis itu berlari mengejar Xue Mei dan putri Li Yu Mei yang terus berjalan tanpa menghiraukan keberadaan Liu Fan.
Merasa tidak ada tanggapan dari keduanya Liu Fan mensejajarkan langkahnya dengan Xue Mei dam putri Li Yu Mei. "Kalian berdua mau pergi kemana yang mulai? Dan kenapa kalian juga memakai seragam latihan para tentara?"
"Jangan banyak ngomong ikuti saja kami!"
Liu Fan hanya bisa membuang nafas kasar saat mendapat kan jawaban dari putri Li Yu Mei. Akhirnya dalam diam Liu Fan berjalan mengikuti kemana langkah kaki kedua putri kesayangan kerajaan Li ini.
"Bibi panas tahu" Xue Mei menggerutu kesal kepada sang bibi, karena saat sampai di lapang pelatihan para prajurit dan tentara perang cuaca semakin terik dan udara mulai terasa menyengat di kulit.
"Ini semua gara-gara kau terlalu lelet seperti siput" Ucap putri Li Yu Mei menyalahkan kelambanan Xue Mei.
Liu Fan hanya bisa mengernyitkan keningnya penasaran. "Mau apa kedua tuan putri ini ke lapang pelatihan?"
Tadinya Xue Mei dan putri Li Yu Mei membelakangi Liu Fan, tapi keduanya segera berputar dan menghadap Liu Fan. Putri Li Yu Mei dengan wajah yang di hiasi senyum manisnya berucap.
"Tolong temani kami berlatih"
Xue Mei hanya mengangguk saja, dia terlalu malas untuk berbicara saat ini.
"Hah!"
__ADS_1
...Bersambung...