Putri Buta

Putri Buta
Eps 41


__ADS_3

"to tolong ampuni Sa saya" Pinta pembunuh itu dengan terbata, tubuhnya sudah babak belur di siksa oleh Guan.


Dengan dinginnya putra mahkota Feng Xian bertanya,


"Katakan siapa yang menyuruhmu mencoba membunuh nona Zang!!"


pembunuhan bayaran itu hanya diam.


"Ayo katakan" Kembali putra mahkota Feng Xian bertanya dengan nada rendah, tapi itu membuat orang-orang yang ada disana merinding.


"Tunggu dulu putra mahkota Feng saya tahu siapa pelaku yang sebenarnya" Ujar jenderal Zang, membuat semua orang di sana menoleh kearahnya.


"Anda tahu dalang dari ini semua jenderal? siapa?" Tanya kaisar Qin Luo dengan tegas, kaisar Qin sangat ingin menghukum orang yang telah berani membuat putranya terluka dengan hukuman seberat-beratnya.


"Menjawab yang mulia tunggulah sebesar saya akan menyuruh pengwal saya menangkap mereka" Ucap jenderal Zang sangat sopan kepada kaisar Qin.


"Bawa mereka kemaru!!" titah jenderal Zang kepada pengawalnya untuk membawa dalang dari pencobaan pembunuhan ini.


"Baik" Seketika pengawal itu pergi dengan cepat setelah menerima perintah.


Suasana di depan kamar pangeran Qin Chen tetap tegang terutama kaisar dan selir agung mereka sangat menghawatirkan anaknya.


Sedangkan Xue Mei hanya bisa diam didekat ayahnya dan putra mahkota Feng Xian.


Xue Mei pun meresap bersalah atas tragedi yang menimpa temannya itu,


jika saja dirinya bisa ilmu medis maka dirinya kau dengan senang hati membantu temannya mengeluarkan racun,


tapi sayang dia tak mengerti tentang ilmu kedokteran atau ilmu medis yang dia tahu hanya tentang musik dan panggung saja.

__ADS_1


Sedangkan untuk pembunuh bayaran itu telah dibawa oleh prajurit dan di sekap dipenjara.


Sekitar satu jam menunggu akhirnya tabib Yu pun keluar dari kamar pangeran Qin Chen dengan raut wajah yang sangat sulit diartikan dan ditambah wajahnya yang pucat.


Segera para anggota kerajaan menghapiri tabib Yu.


"Silakan yang mulia masuk kedalam saya akan menjelaskannya didalam"


Seketika keluarga kerajaan, jenderal Zang, Xue Mei dan putra mahkota Feng Xian ikut memasuki kamar pangeran Qin Chen sedangkan untuk menteri-menteri mereka telah dibubarkan oleh Kaisar.


"Tabib Yu bagi mana keadaan pangeran kedua" Tanya selir Yue Mi saat melihat putranya terbaring lemah wajahnya yang tampan sekarang tampak sangat pucat bibirnya tidak seperti biasa yang merah alami, yang sekarang bisa dilihat hanyalah bibir pucat tampak tak dialiri darah sedikitpun.


Xue Mei yang melihat keadaan temannya hanya menampilkan raut sedih dia tak bisa membantu apapun di situasi seperti ini, dia bodoh dalam ilmu kedokteran.


"Tidak apa temanmu akan baik-baik saja permaisuriku" Bisik putra mahkota Feng Xian yang selalu berada disisinya mencoba membuat Xue Mei tak bersedih.


Xue Mei tak menimpali ucapan putra mahkota Feng Xian dia hanya diam menunggu jawaban dari tabib Yu mengenai kondisi temannya.


"Mohon ampun yang mulia Kaisar,Permaisuri dan selir hamba sungguh tak berguna.." Perkataan tabib Yu menggantung membuat ketegangan semakin menbah.


"Katakan dengan jelas tabib Yu jangan setengah-setengah" Bentak kaisar Qin dia sangat sangat cemas.


"Ke-keadaan pangeran ke-kedua sudah sangat patal racunnya


mu-mungkin tidak terlalu sulit u-untuk disembuhkan ta-tapi penyakit pangeran kedua yang dulu dia derita kembali terpancing oleh


racun itu membuat penyakitnya kambuh kembali dan memperparah keadaan pangeran kedua karena penyakit langka yang diderita pangeran kedua sudah tidak bisa disembuhkan lagi"


Ya dulu pangeran Qin Chen mengidap penyakit langka yang tak diketahui seluruh tabib di benua ini mereka tidak mengetahui penawar dari penyakit yang pangeran Qin Chen derita, tapi saat usianya menginjak umur sepuluh tahun tiba-tiba penyakitnya itu hilang secara ajaib membuat seluruh keluarga kerajaan senang.

__ADS_1


Jederrr


Bak tersambar Petir disiang bolong semua orang yang berada dikamar pangeran Qin Chen sangat sangat terkejut dan Shok mendengarkan penjelasan dari tabib Yu.


Brekkk


Tiba-tiba Selir Yue Mi terjatuh tubuhnya di lantai kayu kamar pangerna Qin Chen yang berwarna coklat.Tubuh selir Yue Mi menjadi sangat lemah tentu saja dia shok saat mendengar nyawa putranya sudah hampir di ujung tanduk.


"Putraku.. tidak putraku pasti akan baik-baik sajakan" Ujarnya lemas kemudian selir Yue Mi pingsan. Membuat suasana semakin menegangkan.


"Antarkan selir agung kembali ke kamarnya untuk istirahat" Perintah Kaisar Qin kepada para pelayanan selir Yue Mi, kaisar Qin harus tetap tegar meski didalam hatinya dia merasa sangat sedih melihat putra keduanya dalam keadaan tak berdaya.


"Apa tak ada obat untuk menyembuhkan Chen?" Kaisar bertanya penuh harap kepada tabib Yu.


"Mohon maafkan hamba yang tak berguna ini yang mulia, penyakit langka yang dideritanya pangeran kedua sejak kecil mungkin sudah sembuh tapi penyakit langka yang tak saya ketahui itu kembali kambuh dan semakin parah setelah pangeran kedua terkena racun dari anak panah itu mungkin pangeran kedua hanya bisa bertahan selama satu bulan" kembali ucapan tabib Yu membuat semua orang kembali terkejut.


"Apa sa-satu bulan" Suara kaisar Qin sedikit gemetar, dia juga merasa terpukul.


Xue Mei pun tentu saja ikut terkejut dan juga shok. "Satu bulan, jadi Chen haya bisa bertahan hidup selama satu bulan ini, tunggu sebenarnya penyakit apa yang diderita Chen kenapa aku tidak tahu" Xue Mei terus membatin, dia sangat sedih bahwa temannya hanya bisa bertahan hidup selama satu bulan kesepan.


"Tabib Yu apa saya boleh bertanya?" Ucap Xue Mei ragu.


Seketika semua orang menoleh kearahnya.


"Silakan nona anda ingin bertanya tentang apa?" ujar tabib Yu menimpali pertanyaan Xue Mei.


"Sebenarnya gejala dari penyakit yang dideritanya pangeran kedua itu seperti apa" Tanya Xue Mei dengan wajah serius mungkin saja dia tahu sesuatu tentang penyakit yang diderita temannya itu, pikir Xue Mei.


"Sebenarnya gejalanya itu..."

__ADS_1


Bersambung


jangan lupa like & vote.......


__ADS_2