Putri Buta

Putri Buta
Eps 59


__ADS_3

Dimalam hari yang dingin hujan pun belum reda tapi hujan yang turun tak sederas tadi.


Waraga kerajaan Qin masih berkabung atas kepergian pangeran kedua.


Disinilah Xue Mei setelah menghadiri pemakaman pangeran Qin Chen yaitu di paviliun nya sendiri.


Dengan kepala yang disandarkan dinding jendela Xue Mei terus saja melamun, membayangkan setiap kenangan indah yang dirinya lalui bersama dengan pangeran Win Chen.


kepergian Pangeran Qin Chen mungkin belum sampai 24 jam tapi Xue Mei sudah sangat merindukan nya, merindukan senyumannya yang indah dan pelukan pangeran Qin Chen yang hangat.


Tatapan Xue Mei masih terdapat kesedihan, kehilangan yang masih dirinya rasakan, tentu saja siapa yang tidak akan sedih ditinggal orang yang paling berharga di hidup kita.


tapi bayangan putra mahkota Feng Xian tiba-tiba singgah dipikirannya membuat Xue Mei mengerutkan alisnya, dia tidak tahu putra mahkota Feng Xian pergi kemana.


"Kenapa dengan ku ini sebenarnya siapa yang aku suka sebernya" ujar Xue Mei dalam hati.


Dirinya dilanda dilema, apa ungkapan cinta yang waktu itu iya ucapkan pada pangeran Qin Chen hanya sebatas kasihan atau apa dia tak mengerti.


Tapi dirinya juga selalu merasa berdebar jika dekat dengan putra mahkota Feng Xian. Xue Mei frustasi memikirkan nya.


Xue Mei terus menyenderkan punggungnya dengan tangan kanan yang sibuk memegang kipas lipat milik pangeran Qin Chen yang dulu diberikan sebagai hadiah.


dia tak ingin memikirkan masalah itu sekarang.



(anggap aja seperti ini posisi Xue Mei)


Tiba-tiba Xue Mei merasakan ada yang menepuk pundaknya dari luar jendela, kemudian dengan perasaan


sedikit was-was Xue Mei menengok kearah luar jendela.


"Kau!?" dengan suara yang sedikit lemas Xue Mei memanggil orang yang sudah sangat dikenalnya.

__ADS_1


"Mau apa kau kesini" ucap Xue Mei dengan ketus dan kemudian melengos setelah melihat pria yang sekitar satu


bulan ini tidak dilihatnya.


"Apa kabarmu sayang" Dengan suara yang sedikit menggoda putra mahkota


Feng Xian menanyakan keadaan Xue Mei.


putra mahkota Feng Xian


meloncati jendela dan masuk kedalam kamar Xue Mei tanpa dipersilahkan.


"Aku baik" Xue Mei kembali berkata ketus pada putra mahkota Feng Xian.


" Hey,,, kau itu apa tak tahu bagaimana cara bertamu" Pekik Xue Mei saat tiba-tiba putra mahkota Feng Xian meloncat memasuki kamarnya.


"Apa kau tega membiarkanku kehujanan dan kedinginan diluar sana" Ucap putra mahkota Feng Xian dengan sedikit memelas.


"Apa peduliku" Xue Mei berkata dengan memalingkan wajahnya,


"Mau apa kau kesini, satu bulan menghilang dan sekarang datang lagi diwaktu seperti ini"


Putra mahkota Feng Xian mendudukan dirinya di ranjang Xue Mei.


"Apa kau merindukan ku karena aku selama ini tak memberikan kabar padamu" godanya.


"Tidak siapa yang merindukan pria meyebalkan sepertimu" Tak bisa di hngkiri dalam lebih hati Xue Mei yang paling dalam sebenarnya dirinya pun merindukan pria tampan didepannya ini.


"Aku tidak yakin, jujurlah kalau kau merindukanku"


"Hey kau itu jangan memaksa ya" Xue Mei menjadi kesal karenanya.


"Apa kau baik-baik saja" sekarang putra mahkota Feng Xian bertanya serius menayangkan keadaan.

__ADS_1


"Apa kau tak meliahatku, aku baik" ucapan Xue Mei dengan nada galak.


"Aku tahu pasti sakit ditinggal orang yang kau cintai" Meski hati putra mahkota Feng Xian sedikit nyeri saat mengatakannya tapi dirinya harus tegar dan kembali memulai untuk mendapatkan hati Xue Mei lagi yang telah berpaling.


Dicintai apa benar dirinya mencintai pangeran Qin Chen. entahlah dirinya pusing memikirkan itu semua, dan tanpa Xue Mei sadari dia kembali meneteskan air mata saat mengingat kembali dimana pangeran Qin Chen dimasukan kedalam liang lahat.


putra mahkota Feng Xian mendekati Xue Mei yang masih duduk di jendela kemudian putra mahkota Feng Xian memeluk Xue Mei dan berkata.


"suttttt... kau jangan menangis jika kau menangis dia tak akan pergi dengan tenang.


Disini masih ada aku yang akan melindungi mu"


"Memang kau siapa berlaga mau melindungiku, kita tak sedekat itu" meskipun berkata seperti itu Xue Mei tak melepaskan pelukan putra mahkota Feng Xian.


"Kata siapa kita tau sedekat itu, aku sudah melamar mu pada jenderal Zang" Kata putra mahkota Feng Xian.


"Apa jenderal Zang sudah mengatakannya padamu?" ucapnya lagi.


"Sudah" jawab Xue Mei singkat.


"Jadi apa jawabanmu? kuharap kau menerima lamaranku.karean aku sudah tidak sabar menjadikan mu istriku" Putra mahkota Feng Xian menunggu jawaban Xue Mei dengan penasaran.


"emm.... " Xue Mei sangat binggung, mau diterima atau tidak ya. Selama ini dirinya tak memikirkan jawaban atas lamaran yang diajukan untuk dirinya, untuk apa orang yang melamarnya pun tidak ada di kerajaan ini. pikir Xue Mei.


ya karena waktu itu putra mahkota Feng Xian masih belum kembali ke kerajaan Qin, saat jenderal Zang menceritakan niat putra mahkota Feng Xian yang mau melamar Xue Mei. Jadi Xue Mei tapi perlu pusing memikirkan lamaran itu.


"Ayo cepat jawab" dengan tidka sabar putra mahkota Feng Xian kembali berkata.


"Aku.... "


***Bersambung.......


Maaf ya jika typo masih banyak bertebaran 🙏🙏

__ADS_1


oke kira-kira apa yang jawaban Xue Mei atas lamaran putra mahkota Feng Xian????


Jangan lupa like & vote nya yaaaa✨*✨✨✨


__ADS_2