Putri Buta

Putri Buta
Eps 45


__ADS_3

"Apaan sihhh" gerutu Xue Mei kesal pada putra mahkota Feng Xian.


Siapa yang gak kesal disaat suasana sedang mellow tiba-tiba seseorang datang dan mmengganggu.


yup,, putra mahkota Feng Xian tiba-tiba datang ke kamar pangeran Qin Chen tanpa. permisi dan menepis tangan pangeran Qin Chen yang menempel di kening Xue Mei.


Pangeran Qin Chen pun mendengus kesal pasti jika dirinya berduaan dengan Xue Mei selalu saja ada orang ketiga yang mengganggu yaitu putra mahkota Feng Xian.


"Anda itu bisa tidak biarkan kami berdua saja, anda itu selalu merusak suasan, ck"


Protes pangeran Qin Chen.


"Tidak dan tidak akan pernah aku ijinkan permasuriku dekat-dekat dengan kau, apa lagi tadi sapai Pegang-pegang tangan.


Aku tidak suka" kata putra mahkota Feng Xian


Dengan wajah datarnya yang selalu membuat Xue Mei kesal.


"Hey mengertilah sedikit Chen itu temanku, dia sedang sakit wajar aku pengertian apa lagi penyebab Chen terluka gara-gara aku, huh!" Ujar Xue Mei dengan mengerucutkan bibirnyn.


Ahh, hati putra mahkota Feng Xian serasa meleleh melihat wajah Xue Mei yang cemberut dan kesal,


menurutnya itu sangat imut.


"Jangan memasang ekspresi seperti itu, kau membuatku ingin menciummu" goda putra mahkota Feng Xian dengan mengedipkan mata kirinya.


Tapi pangeran Qin Chen malah terlihat murung saat Xue Mei mengatakan 'teman' berarti Xue Mei tak memeiliki perasaan untuk dirinya.


Setelah mendengar ucapan putra mahkota Feng Xian Xue Mei segera menormalkan kembali ekspresi wajahnya, dia sungguh merasa trauma jika mengingat kejadian tiga bulan lalu, dimana putra mahkota Feng Xian mencuri ciuman pertamanya.


"issss!" Xue Mei malah mendesis dia sungguh tidak suka dengan sikap putra mahkota Feng Xian pada dirinya.


"Yang mulia kita harus segera pergi!!" Tiba-tiba Guan datang entah dari mana.


"Huuh! aku sungguh tak ingin jauh dari permaisuriku tapi ayah memanggilku karena ada hal penting"


Ya putra mahkota Feng Xian akan kembali ke kerajaan Feng karena dipanggil oleh Kaisar Feng untuk kembali kekerajaan.


Guan hanya menggelengkan kepalanya bosan, hampir setiap mereka akan kembali ke kerajaan Feng pasti kata-kata itu yang akan di ucapkan majikannya sekaligus temannya itu.

__ADS_1


"Baguslah kalau kau mau pergi, huus huss sanah" Dengan melambai-lambaikan tangannya Xue Mei mengusir putra mahkota Feng Xian.


"Kau mengusirku sayang kau sungguh tega" Ucap putra mahkota Feng Xian dengan wajah memelas nya pura-pura sedih.


"Hentikanlah putra mahkota aku melihat kau seperti itu sungguh geli" cibir pangeran Qin Chen.


"Apa kau bilang? hah" teriak putra mahkota Feng Xian emosi..


"Sudahlah yang mulai mari kita pergi sekarang saya takut yang mulia Kaisar akan marah jika anda telat" Guan mencoba menghentikan perdebatan yang belum dimulai itu.


"Benar kata pengwalmu sana pergi,, huss"


"Kau sungguh tega sayang" kemudian putra mahkota Feng Xian mendekati Xue


Mei yang sedang duduk dekat pangeran Qin Chen.


"Aku pergi pasti kau akan merindukanku, tenang saja aku tak akan lama"


Ucap putra mahkota Feng Xian setelah berada dihadapan Xue Mei.


"Kebalik kawan pasti itu kau yang rindu pada nona" batin Guan mencibir.


"Ck.. banyak sekali dramamu cepat pergi" kata Xue Mei ketus.


"Terserah aku" Xue Mei melipat tangannya di dada dan memalingkan wajahnya ke sembarang agar tak melihat wajah putra mahkota Feng XXian bukan dia kesal saat melihat wajah putra mahkota Feng Xian,


Tapi saat melihat wajah tampan


dan dingin itu selalu membuat jantung Xue Mei berdetak tak karuan.


"Baiklah aku pergi ayo Guan"


"Baik yang mulia"


Wesss


Kemudian putra mahkota Feng Xian dan Guan menghilang dari hadapan Xue Mei dan pangeran Qin Chen.


Xue Mei selalu terkejut melihat putra mahkota Feng Xian datang dan pergi dengan cara menghilangkan tanpa kejak, dirinya penasaran ilmu apa yang dia pakai.

__ADS_1


"Chen kenapa dia bisa menghilang seperti itu" tanya Xue Mei penasaran.


"Mau tau apa mau tau banget" Goda pangeran Qin Chen dengan senyumnya yang memabukan.


"Iss,, aku benar-benar penasaran jangan


bercanda" Sungut Xue Mei kemudian dia memanyunkan lagi bibirnya.


"hahaha... baiklah baik kalau kau ingin tahu cium aku dulu" pangeran Qin Chen tertawa dan tak henti-hentinya menggoda Xue Mei dengan memerintahkan Xue Mei untuk mencium pipi sebelah kanan.


"Chennn!" Xue Mei malah kesal pada pangeran Qin Chen, temannya itu biasanya tak seperti ini.


kok sekarang aneh.


"Hahaha..... itu namanya adalah teleport" Ucap pangeran Qin Chen singkat dimana membuat Xue Mei pusing.


"Teleport? apa itu?"


"ya teleport adalah menghilang dari satu tempat dan muncul kembali di tempat yang berbeda dalam waktu yang singkat" Jelas pangeran Qin Chen.


"Ohhh seperti itu apa kau bisa melakukannya?"


"Tentu saja aku bisa" jawab pangeran Qin Chen sombong.


"cih... emmm hari sudah mau gelap aku akan pulang, kau istirahatlah agar lekas sembuh" ujar Xue Mei kemudian dirinya bangkit berdiri.


"Baiklah"


"Kalau begitu aku pergi yah" Ucap Xue Mei berpamitan, kemudian


dia keluar dari kamar pangeran Qin Chen.


pangeran Qin Chen melihat kepergian Xue Mei dengan tatapan sendu.


"Aku tahu hidupku tak akan lama, aku hanya ingin berada disisimu sampai aku pergi, aku ingin melihatmu bahagia Xue Xue.


Aku mencintaimu"


Ucap pangeran Qin Chen dengan meneteskan air mata.

__ADS_1


Bersambung....


Jangan lupa like dan vote 🍃🍃🍃


__ADS_2