Putri Buta

Putri Buta
Eps 65


__ADS_3

Desa Anhui


Pasukan dari Kerajaan Qin telah sampai di desa Anhui, desa yang dulunya makmur sekarang sudah porak-poranda oleh ulah para pemberontak yang belum diketahui siapa dalang utama dari semua ini.


Banyak rumah para penduduk yang terbakar habis dan menyisakan kepulan asap hitam yang membuat jenderal Zang merasa iba. Desa ini sudah hhancurtak tersisa.


Penduduk desa Anhui sudah diungsikan ketempat yang aman oleh para bawahan jenderal Zang, banyak orang menjadi korban anak kecil, dewasa, dan lansia tak luput menjadi korban dari pemberontakan ini.


Putra Mahkota Qin Li dan Zang Jingqin sudah menginterogasi penduduk desa Anhui satu persatu tadi, dia menanyakan tentang siapa orang pertama yang mengajak memberontak dan apa alasan mereka melakukan pemberontakan itu.


Tapi penduduk mengatakan kalau orang-orang yang memberontak bukan penduduk asli desa Anhui merea tidak mengenali orang-orang itu.


Itu semua membuat Jenderal Zang, Zang Jingqin dan putra mahkota Qin Li curiga.


Yang membuat semakin curiga saat mereka sampai didesa ini para pemberontak itu seolah lenyap mereka tidak ada di desa ini setelah membuat begitu


banyak kekacauan dan mereka juga membunuh banyak nyawa tak bersala dengan begitu mudahnya tanpa belas kasih. Ini semakin aneh dan mencurigakan.


Malam ini jenderal Zang, Zang Jingqin dan putra mahkota Qin Li membagi tugas untuk pergi berpatroli takut tiba-tiba ada musih menyerang. Jenderal Zang bertugas untuk berpatroli di bagian utara desa Anhui, sedangkan Zang Jingqin dibagian timur dan putra mahkota Qin Li di daerah selatan dan barat. sebagai putra mahkota, putra mahkota Qin Li harus lebih sigap dan cekatan agar memperkokoh kedudukannya nanti saat akan menaiki tahta.


Setelah ketiganya berpencar bersama dengan pasukannya masing-masing, sekarang jenderal Zang sedang berkeliling di desa Anhui dengan menaiki kuda dengan lengan kanan memegang tali kekang kuda dan lengan sebelah kiri memegang obor untuk menerangi pencahayaa. Jenderal Zang tidak terlalu banyak membawa perajurit, tapi perajurit yang dia bawa sudah sangat diakui ilmu bertarungnya.


Malam hari ini begitu dingin tapi tidak terlalu gelap karena kebetulan malam ini adalah bulan purnama. Desa ini dikelilingi begitu banyak pepohonan yang menjulang tinggi


Membuat semua orang harus tetap waspada.


"Kenapa perasaanku merasa begitu gelisah, tidak biasanya aku merasakan perasaan ini. apa akan terjadi sesuatu yang buruk??" Jenderal Zang mendesah dalam hati dirinya baru kali ini merasakan gelisah.


padahal dulu jika dirinya pergi ke medan perang tanpa takut dan gemetar berdiri dibarisan paling depan, sebagai panglima perang.


Tiba-tiba


Srtttt..... srttt.... puluhan akan panah meluncur kearah jenderal Zang dan pasukannya.


Jenderal Zang langsung membulatkan mata melihat serangan mendadak yang dilakukan musuh.

__ADS_1


"CEPAT BUAT PORMASI" titah jenderal Zang memerintahkan perajurit nya membuat sebuah promosi untuk menghalangi serahkan dengan menggunakan perisai yang mereka bawa.


Dengan cekatan para prajurit langsung maju kedepan melindungi jenderal mereka dan membuat pelindung dengan menggabungkan semua perisai dan


menumpuknya membuat sebuah tembok untuk menghalau semua anak panah yang meluncur kearah mereka.


Ting... ting.... ting.... tidak ada satupun anak panah yang bisa menembus perisai itu, setelah mengenai perisai semau anak panah itu jatuh ke tanah.


Jenderal Zang yang melihat prajuritnya berhasil menghalau semua anak panah itu terseyum puas, dirinya merasa bangga karena telah berhasil melatih perajuritnya untuk cekatan dan gesit di medan perang.


"HAHAHAHA" seyum jenderal Zang seketika lenyap saat mendengar suara seseorang pria tertawa dengan begitu menggelegar.


"Siapa itu?" ujar Jenderal Zang dengan dingin. Kemudian jenderal Zang mengedarkan pandangannya mencari keberadaan orang-orang yang menyerang tadi.


Keadaan yang gelap dan haya terlihat remang-remang membuat Pengngelihata jenderal Zang sedikit terbatas, dia tidak bisa melihat dengan jelas dimana keberadaan musuhnya itu.


"Tahan" tangan jenderal Zang terangkat untuk menahan perajuritnya agar tetap diposisi.


Dan dengan patuh merekapun tetap diam diposisi mempertahankan perisai yang mereka buat.


"AKU YANG AKAN MENJADI MALAIKAT KEMATIANMU, AJALMU SUDAH DI DEPAN MATA JENDERAL BESAR ZANG YUAN" orang itu berbicara dengan suara yang dingin dan lantang.


Jenderal Zang malah terseyum sinis, dirinya tak merasa takut mendapatkan ancaman seperti itu.


sudah biasa baginya.


"Ya jika kau ingin mencabut nyawaku tunjukan dirimu, bagaimana kau akan mengambil nyawaku jika kau terus bermain petak umpet denganku"


Dengan Santai jenderal Zang memancing musuhnya untuk menunjukan barang hidungnya.


"Baiklah, aku juga tak ingin terlalu lama berada di sini" Suara pria itu terdengar sudah tidak bersemangat lagi,


itu yang jenderal Zang dengar dari nada bicara pria asing itu.


Tak butuh waktu lama hanya butuh satu kali kedipan mata pria yang tadi berbicara sudah ada di depan jenderal Zang hanya berjarak sekitar 20 meter.

__ADS_1


Jenderal Zang mengerutkan alisnya,


"Siapa dia? orang ini buka penduduk desa Anhui??B dia bukan orang sembarangan orang itu bahkan bisa melakukan teleport" gumam jenderal Zang dalam hati dirinya semakin waspada.


Dari yang jenderal Zang lihat laki-laki didepannya ini masih muda mungkin seusia dengan putra pertamanya, laki-laki itu menggunakan jubah dan menutupi kepalanya, rambutnya berwarna perak.


Warna rambut yang langka dan menurutnya tidak ada seorang pun masyarakat kerajaan Qin yang memiliki rambut berwarna putih keperakan itu.


laki-laki itu juga mengenakan sebuah topeng yang menutupi sebagian wajahnya.


"pria ini bukan berasal dari Kerajaan Qin, dari mana sebenarnya dia??" Jenderal Zang terus saja bergumam dalan diam.


"SERANGANNN!!!" pria muda didepan jenderal Zang ini memerintahkan pasukannya yang bersembunyi untuk langsung meyerang pasukan jenderal Zang tanpa aba-aba.


Dan kemudian dari kegelapan keluarlah sekitar seratus perajurit dengan tangan membawa pedang dan perisai tak lupa menggunakan baju zirah dari besi.


Jenderal Zang pun sudah siap ditempat dirinya masih menunggangi kudu.


"Atur posisi!" jenderal Zang memerintahkan pasukannya untuk membubarkan diri dan berbaris kembali bersiap menyerang musuh.


"SERANGAN" Jenderal Zang mengayunkan lengan kanannya untuk memerintahkan perajurinya untuk menyerang musuh.


Meski jumlah perajurit jenderal Zang kalah banyak dengan jumlah perajurit yang dibawa pria asing itu, jenderal Zang tak takut sama sekali.


"SERANGNNNN" suara para perajurit musuh maupun perajurit dari jenderal Zang saling bersahutan. Bersemangat untuk menyerang meskipun dengan minimnya pencahayaan.


Haya diterangi cahaya bulan purnama.


Jenderal Zang masih duduk tenang diatas kudanya dia akan turun tangan jika perajurit kewalahan. kemudian jenderal Zang menatap lurus keara pria muda itu,


dilihatnya pria itu sedang erseyum licik jenderal Zang. "Apa yang orang itu inginkan sebenarnya"


Bersambung


***Maaf aku baru muncul lagi, beberapa hari kemarin saya sibuk ngerjain soal PAS, jadi baru keburu nulis hari ini. Besok hari terakhir aku PAS, doain ya semoga dapat bila yang memuaskan.. Aminnnnnn

__ADS_1


jangan lupa kasih like & vote nya***........


__ADS_2