Putri Buta

Putri Buta
Eps 111


__ADS_3

"Cepat angkat mayat pria itu ke darat, kenapa kalian malah bengong" Titah Liu Fan pada para prajurit yang sejak tadi hanya menonton saja.


"Baik jenderal"


Butuh lima prajurit berbadan besar untuk mengangkat jasad wuxi ke darat, semua orang langsung mengerumuni jasad wuxi dengan penasaran.


"Kenapa pria gendut ini cepat sekali mati padahal danau buatan ini tingginya cuma 2 meter" Argumen Li Yu Mei.


"Aku juga tidak tahu" Celetuk Xue Mei, menimpali ucapan bibinya.


"Ada apa ini?" Tanya jenderal besar Meng Fu.


Jenderal besar Meng Fu datang bersama rombongan para menteri dan kaisar.


Para prajurit langsung menyingkir memberikan jalan untuk kaisar Li Hao Jin dan para petinggi yang lain.


Xue Mei pun ikut menoleh saat mendengar suara jenderal besar Meng Fu. "Paman" Gumam Xue Mei pelan.


"Astaga keluar cacing dari hidungnya" Teriak prajurit berbadan besar yang berdiri tak jauh dari jasad Wukir.


"Bukan itu belut" Koreksi putri Li Yu Mei.


Xue Mei yang tadi sedang serius menatap dengan detail jasad Wuxi langsung menatap tajam sang bibi.


"Itu cacing, dari mananya terlihat seperti belut?" Ucap Xue Mei, Xue Mei merasa gemas dengan kepolosan bibinya ini.


"Tapi keduanya sama-sama bertubuh panjang, licin dan berwarna coklat. Kalau benar itu cacing kenapa bisa sebesar itu, itu sangat mustahil ada cacing sebesar jari kelingkingku. Itu pasti belut" Kekeh putri Li Yu Mei tidak mau kalah.


Seketika semua orang bingung antara percaya dan tidak kalau binatang licin itu cacing atau belut. Karena semua orang percaya dengan apa yang di ucapkan putri Li Yu Mei, bahwa tidak ada cacing sebesar jari kelingking orang dewasa di dunia ini.


"Tapi belut punya mata sedangkan cacing tidak, coba bibi lihat lebih teliti apa binatang ini punya mata dan mulut!!" Ucap Xue Mei ngotot. Meski Xue Mei tidak suka dengan di jenis binatang licin itu tapi Xue Mei bisa membedakannya.


Akhirnya putri Li Yu Mei meneliti lebih dekat binatang licin itu tanpa rasa takut, setelah dua menit meneliti tanpa menyentuhnya binatang licin itu putri Li Yu Mei pun menyerah.

__ADS_1


"Benar binatang ini cacing bukan belut, tapi ini semua tidak masuk akal kenapa ada seekor cacing memiliki ukuran tubuh hampir sama dengan ukuran belut dewasa"


Semua orang menatap jasad Wuxi ngeri, sangat menyeramkan sekali satu ekor cacing berukuran jari kelingking orang dewasa keluar dari lubang hidungnya. Cacing itu berwarna coklat gelap licin, sangat menjijikan.


"Astaga" Semua orang langsung merinding, seketika bulu kuduk semuanya berdiri. Semua orang menutup mulutnya masing-masing merasa mual saat melihat cacing itu keluar dengan sempurna dari hidung Wuxi.


Ukurannya sangat panjang jika di kira-kira mungkin panjangnya 30 cm. Menjijikan sekali saat cacing itu bergerak-gerak karena kepanasan.


"Segitu parah kah wabah yang dideritanya oleh warga desa Wang, bagai mana jika wabah itu semakin menyebar ke desa-desa lain?" Batin Xue Mei.


Sekarang Xue Mei mulai merasa cemas dia takut wabah yang diderita warga desa Wang sejenis dengan wabah yang sedang menyerang penduduk dunia nya dulu. "Tidak! Itu tidak mungkin"


"Sebenarnya wabah apa yang diderita desa Wang, kenapa sangat mengerikan sekali" Ujar kaisar Li Hao Jin frustasi, baru saja kaisar Li Hao jin menjabat beberapa bulan cobaan begitu besar langsung menimpanya.


"Tabib cepat bawa tubuh Wuxi pergi, kalian cari tahu gejala-gejala penyakit ini dan bagai mana cara menyembuhkannya"


"Baik yang mulia, kami akan berusaha dengan sekuat tenaga kami"


Langsung saja jasad Wuxi di angkat oleh enam prajurit berbadan besar, di wajah ke enam prajurit itu terlihat jijik pada cacing yang bergerak-gerak kepanasan. Salah satu dari keenamnya harus suka rela mengambil cacing yang sudah terjatuh ketanah untuk ikut di teliti jenis cacingnya.


Dua jam kemudian para tabib dan tim forensik kembali ke aula setelah melakukan autopsi pada tubuh Wuxi dan mencari gejala dan juga cara mengobati orang yang terkena wabah.


"Bagai mana?" Tanya kaisar Li penuh rasa penasaran.


Semua orang yang tadi ikut rapat di aula pun ikut menunggu dengan sabar hasil dari pemeriksaan jasad Wuxi.


"Jawab yang mulia" Ujar seorang tabib senior yang bernama Zhi Long. "Gejala-gejala dari penyakit itu adalah, saat hari pertama mereka akan mengalami rasa lapar yang tidak bisa di sembuhkan dengan memakan makanan apapun dan selang tiga hari mereka akan kehilangan nafsu makannya.


Lalu digantikan dengan rasa haus yang ekstrim, sampai-sampai meminum satu kendi air pun. Sepertinya tidak akan cukup untuk mengobati rasa haus tersebut sehingga tanpa pikir panjang mereka akan menceburkan diri ke dalam sungai,danau dan sumur untuk menghilangkan rasa haus itu, sama seperti yang Wuxi alami"


" Dan jenis cacing yang keluar dari hidung Wuxi bernama cacing bulu kuda mereka hidup bebas didalam air. Cacing bulu kuda sebenarnya tidak berbahaya bagi manusia, tapi sepertinya mereka terinfeksi sebuah virus. Sehinga sangat berbahaya sebab bisa masuk ke dalam tubuh manusia melalui pori-pori kulit. Larva cacing yang masuk melalui pori-pori kulit lalu masuk ke aliran darah, kemudian hidup di usus halus. Cacing ini mampu menggigit usus sehingga bisa menghisap darah yang jumlah banyak"


"Saat kami mengautopsi tubuh Wuxi kami menemukan banyak sekali cacing bulu kuda yang baru menetas ukuran mereka pun sangat kecil berbeda dengan cacing dewasa " Jawab seorang pria muda dari tim forensik.

__ADS_1


Tubuh semua orang langsung merinding mendengar penjelasan pria muda dari tim forensik itu, otak mereka secara otomatis membayangkan apa yang dijelaskan oleh pria muda itu.


"Virus? Virus apa yang menginfeksi cacing bulu kuda itu?"


"Maaf yang mulia, kami tidak tahu cacing bulu kuda itu terinfeksi oleh virus apa, saya menduga bahwa virus itu bisa mengendalikan otak inangnya" Ujar Zhi Long lagi.


Pria tua yang sudah memiliki kerutan-kerutan diwajahnya itu terlihat sangat frustasi dengan penyakit baru yang baru saja di temukan ini.


"Otak inangnya? Maksudnya apa?" Jenderal besar Meng Fu bertanya dengan tidak sabaran, dia kesal dengan tabib Zhi Long yang menggantungkan ucapannya.


Wu Tian selaku murid dari tabib Zhi Long dan juga tabib muda yang sekarang bertugas sebagai asisten tabib Zhi Long sementara waktu sebelum Wu Tian terjun secara langsung ke dunia medis.


"Hamba menjawab yang mulia. Otak inangnya adalah ketika cacing berada di inangnya sudah dewasa dan siap bereproduksi, cacing akan mengendalikan tubuh inangnya untuk masuk kedalam air dan setelah masuk kedalam.air cacing dewasa itu akan keluar dari inangnya dan mencari inang yang baru. Yang di maksud tubuh inangnya ini adalah tubuh manusia" Ujar Wu Tian, ia angkat bicara mengantikan sang guru Zhi Long.


"Apa jadi cacing ini mengendalikan tubuh korbannya?"


"Benar yang mulai, tubuh sang korban juga akan kehilangan nutrisi dan menyebabkan kematian bago sang korban" Ucap Wu Tian.


"Sepertinya cacing-cacing ini berkembang biak di sungai panjang umur, kita harus bergegas yang mulia. Jika tidak akan lebih banyak korban yang terkena virus ini"


"Sebegitu mengerikan kah cacing bulu kuda yang terinfeksi virus ini?" Liu Fan juga ikut berbicara, dia yang sejak tadi berdiri di belakang tubuh Xue Mei tak bisa untuk tidak bertanya pada sang tabib.


Xue Mei sendiri memilih diam untuk bisa menyerap informasi yang di berikan oleh tabib dan tim forensik.


"Benar jenderal"


"Apa ada cara untuk mengatasi dan membunuh cacing bulu kuda ini?" Wajah kaisar Li Hao Jin terlihat sangat gelisah. Hatinya juga terasa sakit saat mendengar betapa berbahaya wabah yang diderita rakyatnya..


"Maaf yang mulia kami sudah mencari di seluruh buku medis yang di tinggalkan oleh para tabib terdahulu, tapi tidak ada satupun buku yang membahas tentang penyakit ini"


Seketika semua orang langsung menunduk, berduka atas musibah yang sedang diderita warga desa Wang.


"Kenapa kalian malah menunduk, ayo bergegaslah kirim balabantuan kita ke desa Wang. Selamatkan nyawa warga desa Wang sebelum mereka juga ikut menenggelamkan diri kedalam sungai seperti pria gendut itu dan mati " Ucap Xue Mei menggebu-gebu, dia harus menjadi orang berguna disini. "Jika di pikir lebih jernih, air sungai itu mungkin bukan hanya di pakai oleh warga desa Wang saja, pasti ada desa lain kan yang memakai air dari sungai panjang umur itu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka?"

__ADS_1


Seketika semua orang yang tadi menunduk kembali menegakan kepala mereka. "Benar ada 5 desa yang memakai air sungai untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka dan juga air sungai itu mengalir sampai ke kerajaan Feng" Ujar kaisar Li Hao Jin.


...Bersambung...


__ADS_2