Putri Buta

Putri Buta
Eps 84


__ADS_3

"Salam yang mulia kaisar dan permaisuri." putra mahkota Feng Xian memberi hormat dengan sedikit menunduk.


Tatapan putra mahkota Feng Xian beralih ke orang yang duduk disebelah kiri kaisar Li. "Salam putra mahkota Li Hao Jin. Selamat datang kembali ke istana" lanjutnya lagi.


Hari ini putra mahkota Feng Xian mengenakan hanfu berwarna putih, biru. Dimana hanfu dalamnya berwarna biru dan jubahnya berwarna putih dipadukan dengan sibuknya yang berwarna hitam. Membuat putra mahkota Feng Xian menjadi good looking dimana Xue Mei.



Kaisar Li terseyum hangat pada putra mahkota Feng Xian. "Selamat datang putra mahkota Feng di kerajaan kami." Ujar kaisar Li menyambut kedatangan putra mahkota Feng Xian.


Jika kalian mau tahu, putra mahkota Feng Xian belum pernah bertegur sapa dengan kaisar Li, padahal dia selama ini selalu kelaur masuk paviliun Xue Mei sesuka hatinya. "Terima kasih atas sambutannya yang mulai, maaf jika saya mengganggu acara anda." Ucap putra mahkota Feng Xian menyesal. Putra mahkota Feng Xian tidak tahu jika hari ini adalah kedatangan putra mahkota Li Hao Jin ke istana, dia tahu akan diadakan pengangkatan kaisar baru tiga minggu lagi tapi putra mahkota Feng Xian tidak tahu tentang kabar kepulangan sang pewarisnya.


"Tidak papa putra mahkota Feng, saya senang karena anda datang kemari. Anda juga bisa ikut dalam pesta penyambutan putra saya." Kaisar Li berbicara dengan ramah dan menawarkan putra mahkota Feng Xian untuk bergabung dalam pesta.


Dengan tampang datarnya putra mahkota Feng Xian mengedarkan pandangannya ke sekitar aula, mencari keberadaan sang kekasih hati. Setelah menemukan sang calon permaisuribya sedang duduk dan memakan hidangan didepannya, Xue Mei terlihat cuek seperti tidak menganggap bahwa putra mahkota Feng Xian tidak ada di aula ini.


Putra mahkota Feng Xian pun sedikit melengkungkan bibirnya, membentuk seyum yang tidak bisa dilihat orang lain. "Kenapa kau selalu terlihat imut begini sih." Ucap putra mahkota Feng Xian dalam hati, dia ingin sekali mencubit pipi Xue Mei yang mengembang akibat penuh dengan makanan.


"Baiklah, saya akan ikut dalam pesta ini."


Kaisar Li menganggukkan, lalu mempersilahkan putra mahkota Feng Xian untuk duduk ditempat yang baru saja disiapkan oleh para pelayan. Dengan tenang putra mahkota Feng Xian duduk ditempatnya dan disamping kirinya terdapat Zang Jingqin yang sedang menatapnya sambil terseyum.


"Bagimana?." Tanya Zang Jingqin, tanpa memberi salam terlebih dahulu pada putra mahkota Feng Xian.


Putra mahkota Feng Xian sedikit mengerutkan keningnya. "Lancar, aku akan melamar adikmu secara resmi setelah upacara kenaikan tahta ini selesai" Jawab putra mahkota Feng Xian santai. Setelah mengucapkan itu putra mahkota Feng Xian menyesap teh yang telah dituangkan oleh pelayan.


Zang Jingqin pun mendekatkan wajahnya pada wajah putra mahkota Feng Xian, lalu menatap pria itu tajam. "Apa kau benar-benar serius menjalin hubungan dengan adikku. Aku tidak akan menyerahkannya jika kau hanya mempermainkannya nanti."

__ADS_1


Sebagai seorang kakak Zang Jingqin harus bisa memilihkan pasangan yang terbaik untuk adik perempuan satu-satunya itu. Zang Jingqin tidak mau salah memilih jodoh untuk sang adik kesayangannya. Over protektif memang tapi itu harus, kakak mana coba yang mau jika adik kesayangannya disakiti, pastinya tidak ada.


Putra mahkota Feng Xian meletakan cangkir yang isinya tinggal setengah itu, kemudian membalas tatapan Zang Jingqin dengan serius. "Sejak kapan aku pernah bermain-main dengan urusan hidupku. Kau tenang saja aku serius ingin menjalin hubungan dengan Xue Mei. Aku akan membahagiakannya dan menyayanginya seumur hidupku, aku janji"


"Aku pegang kata-katamu, jika kau mengingkari janjimu aku adalah orang pertama yang akan menghabisimu" Ujar Zang Jingqin penuh ancaman.


Putra mahkota Feng Xian menatap sinis pada kedua kaki Zang Jingqin yang lumpuh sementara. "Coba saja jika kau bisa" Ucapnya dengan nada mengejek.


"Sialan kau" Dengan berani Zang Jingqin memukul punggung putra mahkota Feng Xian dengan cukup kuat.


Mereka berdua berbicara dengan berbisik takut acara ini terganggu dengan ocehan keduanya.


Tak jauh dari posisi keduanya Xue Mei sedang menatap kedua pria tampan itu dengan penasaran. " Mereka sedang membicarakan apa sih, aku penasaran sekali. Kenapa coba sampai berbisik segala." Gerutu Xue Mei dalam hati.


*******


"kenapa sih kamu selalu datang dan pergi begitu saja, tanpa memberitahuku terlebih dahulu" Xue Mei memulai pembicaraannya dengan sewot. Dia sedikit kurang menyukai sifat putra mahkota Feng Xian yang satu ini. Pulang dan pergi seenaknya.


Putra mahkota Feng Xian yang sejak tadi memperhatikan wajah cantik Xue Mei dalam diam, tiba-tiba tertawa pelan. "Tidak mau, aku suka seperti itu." Ujar putra mahkota Feng Xian.


Mendengar jawaban dari putra mahkota Feng Xian membuat Xue Mei cemberut dia merasa bahwa putra mahkota Feng Xian itu manusia paling menyebalkan diseluruh Kekaisaran.


"Ya sudah terserah kamu saja" Ujarnya ketus.


Lalu keduanya duduk dibawah pohon dengan beralaskan rumput hijau. Udara disekitar taman pun samejuk meski hari sudah semakin siang.


Putra mahkota Feng Xian terus memandang Xue Mei tanpa bosan, membuat sang pemilik wajah cantik itu salah tingkah. Xue Mei menundukan kepalanya, dia malu jika terus dilihat seperti itu oleh putra mahkota Feng Xian. "Kenapa sih? apa ada yang aneh dengan wajahku. Kenapa kamu selalu menatap wajahky seperti itu?"

__ADS_1


"Tidak ada" Ucap putra mahkota Feng Xian singkat.


"Terus, kenapa kau selalu menatap wajahku seperti itu?"


"Kamu cantik." Setelah berbicara seperti itu putra mahkota Feng Xian langsung menarik pinggang Xue Mei untuk lebih dekat denganya. "Kenapa sih kamu cantik sekali sayang? Aku tidak bisa jika harus jauh-jauh darimu."


Wajah keduanya sangat dekat, putra mahkota Feng Xian mengadukan keningnya dengan kening Xue Mei.


Perkataan dan keadaannya yang sedikit terlihat lebih intim, membuat kedua pipi Xue Mei memerah. "Apaan sih, jangan merayuku itu tidak lucu. Tahu" Xue Mei memalingkan wajahnya dan mendorong dada bidang putra mahkota Feng Xian untuk menjauh darinya.


"Hey siapa yang merayumu, itu sebuah pakta sayang. Kau sangat cantik sekali." Seperti tidak ingin menjauh sedetikpun dari sang pujaan hati, putra mahkota Feng Xian semakin mengeratkan pelukannya.


Tiba-tiba ada dua pelayan yang tidak sengaja melewati taman istana dibuat merona melihat kelakuan kedua sejoli itu.


"Lihatlah tuan putri begitu serasi selain dengan putra mahkota Feng" Ujar pelayan A berbisik pada temannya yang berjalan di sebelahnya.


"Benar, apakah mereka mempunyai hubungan yang sepesial ya. Mereka sangat romantis sekali. Aku juga mau" Ucap Pelayan B menimpali ucapan temannya.


Xue Mei yang memiliki pendengaran tajam, dibuat semakin merona pipinya saat mendengar ucapan kedua pelayan itu.


"Sudah lepaskan aku, aku malu dilihat mereka." Xue Mei semakin memberontak di dalam pelukan putra mahkota Feng Xian.


Putra mahkota Feng Xian haya terkekeh melihat wajah Xue Mei yang merah padam karena malu. Dengan sedikit tidak rela. putra mahkota Feng Xian melepaskan pelukannya.


...Bersambung...


Jika kalian mau vote, update dulu aplikasi NTnya ke versi terbaru ya.....

__ADS_1


Kalian bisa memberikan hadiah untuk author berupa bunga, kopi, hati ataupun piala heheh.


__ADS_2