
Berita kematian jenderal Zang sudah menyebar keseluruh kerajaan, bahkan ke empat kerajaan pun sudah mengetahui kabar tersebut.
Kaisar Li Juang langsung berangkat ke kerajaan Qin bersama dengan permaisuri Xue Jia dan putri ketiga Li Yumei.
Mereka bertiga pergi dengan dikawal oleh Rong dan perajuri perajurit handal.
Kaisar Li begitu khawatir saat mendengar berita itu, dia juga ikut sedih saat mendengar berita itu.
Perjalanan memakai kereta kuda membutuhkan waktu lebih lama sekitar satu hari perjalanan, mungkin rombongan dari Kerajaan Li akan sampai pagi-pagi di Kerajaan Qin.
********
Petang ini cuaca sangat cerah dengan langit dihiasi warna jingga, begitu indah.
Tapi pemandangan langit sore itu tak seindah suasana pemakaman yang diselimuti duka dan derai air mata.
Sore ini., jenderal Zang akan dimakamkan di pemakaman khusus keluarga kerajaan. Kenapa di pemakaman khusus? Itu semua karena kaisar Qin, dirinya ingin memberikan penghormatan terakhir pada jenderal Zang dengan mengijinkannya dimakamkan di sana.
__ADS_1
Pemakaman sore ini di penuhi dengan isak tangisan terutama keluarga Zang yang tersisa hanya tiga orang mereka bertiga menangisi kepergian jenderal Zang.
Posisi Xue Mei saat ini sedang berdiri dekat putra mahkota Feng Xian, sedangkan Zang Yuki terus memeluk Zang Jingqin yang duduk dikursi.
Jenazah jenderal Zang dimasukan kedalam peti mati yang diatasnya di hiasi bunga mawar putih dan bersiap dimasukan kedalam kubur oleh para jenderal muda.
Ini sudah menjadi tradisi di Kerajaan Qin, apa bila ada seorang jenderal gugur di mendan perang maka para jenderal muda lah yang akan menguburkannya.
Saat Peti mati jenderal Zang diangkat dan dimasukan secara perlahan kedalam Liang lahat, Xue Mei langsung memejamkan matanya lalu membuang mukanya kebelakang dimana posisi putra mahkota Feng Xian ada di belakangnya.
Xue Mei tak sanggup melihat untuk yang kedua kalinya orang yang sudah dia sayangi sejak. berada di dunia ini di masukan kedalam liang lahat.
Putra mahkota Feng Xian yang melihat pujaan hatinya begitu bersedih, dirinya pun ikut merasakan apa yang dirasakan Xue Mei.
Putra mahkota Feng Xian memajukan langkahnya dia langkah agar lebih dekat dengan Xue Mei, lalu dirinya mengulurkan lengan kanannya kemudian meletakkannya di kepala Xue Mei. Dengan pelan putra mahkota Feng Xian meletakkan kepala Xue Mei di dada bidangnya setelah itu memeluk tubuh mungil Xue Mei.
"Menangislah.. setelah itu aku tidak mau ada satupun air mata yang menetes dan membasahi pipimu" Dengan lembut putra mahkota Feng Xian mengelap air mata Xue Mei menggunakan ibu jaringannya.
__ADS_1
Xue Mei mendongakkan kepalanya untuk melihat wajah putra mahkota Feng Xian dengan matanya yang sudah bengkak karena sejak tadi terus menagis.
Tangisan yang sudah mulaiereda kini. kembali pecah Xue Mei kembali sesegukan didalam pelukan putra mahkota Feng Xian.
"Hiks.. hiks... ayahhhh" Dengan suara yang sudah serak Xue Mei terus menyebut jenderal Zang.
"Sutttt... Ikhlaskan jenderal Zang pergi, aku sudah berjanji pada beliau bahwa aku akan melindungimu dengan segenap ragaku" Putra Mahkota Feng Xian semakin erat memeluk Xue Mei.
Interaksi keduanya ternyata tak luput dari pengawasan putra Mahkota Qin Li, semenjak tadi di aula putra Mahkota Qin Li terus memperhatikan Xue Mei. Obsesinya semakin meninggi untuk memiliki Xue Mei, saat ini putra Mahkota Qin Li menatap Putra Mahkota Feng Xian penuh rasa benci. Dirinya cemburu melihat Putra Mahkota Feng Xian sedang memeluk Xue Mei.
Seharga dirinya yang menjadi sandaran di saat Xue keienjadi rapuh buka putra Mahkota Feng Xian.
"Sebenarnya ada hubungan apa anntara dia dan Xue Meiku" Dengan tatapan membunuh putra Mahkota Qin Li terus menatap keduanya. Putra Mahkota Qin Li mengepalkan kedua tangannya sampai Buku-bukunya memutih, dirinya begitu kesal melihat putra Mahkota Feng Xian sesuai memeluk Xue Mei.
"AYAHHH.... " Perhatian putra Mahkota Qin Li terpecah saat melihat Zang Yuki berteriak histerisabggil jenderal Zang.
"Ayah.. huu.. huu" Dan Yuki kembali menangis histeris setelah tadi cukup tenang. Zang Yuki menagis karena melihat peti mati jenderal jang mulai kembali di timbun tanah, dirinya tidak rela melihat sang ayah tercinta dimakamkan.
__ADS_1
Sedangkan Zang jingqin hanya bisa menagis dalam diam dengan tangan yang terus memeluk adik kecilnya yang terus menangis histeris. "Tenangkan dirimu Yuki, ayah sudha perhitungan kesurga ikhlaskan dia pergi ya! kau masih memiliki kakak Jing dan kakak Mei. Dan juga kau masih memiliki. kakek dan nenek di Kerajaan Li" Zang Jingqin mengusap pucuk kepala Zang Yuki mencoba menenangkannya.
Bersambung......