Putri Buta

Putri Buta
Eps 44


__ADS_3

"Chen apa ada yang sakit?" Tanya kaisar Qin dengan khawatir, kaisar Qin merasa senang sekaligus sedih. Senang karena putra keduannya telah siuman dan sedih karena putranya tak bisa bertahan hidup lebih dari satu bulan.


"Saya tidak apa-apa ayah, saya sudah lebih baik" Ujar pangeran Qin Chen dengan sopan, kemudian dia mencoba untuk menyandarkan tubuhnya di ranjang.


"ada apa ini kenapa semua orang berkumpul dikamarku?" dengen heran pangeran Qin Chen bertanya, karena biasanya dia tak suka bila ada banyak orang berkerumun di paviliunnya.


"Eh... tidak apa Chen kami sangat mengkhawatirkan mu


jadi kami semua berkumpul disini" Ucap permaisuri Bai Xia, dia tak ingin Chen tahu bahwa dirinya hanya bisa bertahan hidup sebentar lagi.


Orang-orang pun sepakat untuk tidak memberitahu kebenarannya kepada


pangeran Qin Chen termasuk Xue Mei dan putra mahkota Feng Xian.


"Ayah dimana ibu?" tanya pangeran Qin chen pada kaisar Qin Luo.


"Ibumu sedang beristirahat di paviliunnya, tadi dia sempat pingsan saat melihatmu bersimbah darah"


"Apa ibu baik-baik saja?" raut wajah pangeran Qin chen sangat khwatir mendengar ibunda tercintanya pingsan.


"Aku akan menjenguknya" Saat Pangeran Qin chen ingin menampakan kakinya dilantai segera dicegah oleh jenderal Zang.


"Pangeran kondisi anda sedang kurang baik lebih baik anda istirahat untuk memulihkan Kesehatan anda dan supaya lukanya cepat sembuh" Usul jenderal Zang kepada pangeran Qin Chen, dengan sebelah tangan jenderal Zang menahan tubuh pangeran Qin Chen yang akan beranjak dari tempat tidurnya.


"Benar kakak apa kata paman jenderal lebih baik kakak istirahat agar cepat pulih,mungkin ibu selir sudah baik-baik saja" Pinta putri Qin Yuna.


Sedangkan yang lainnya hanya diam.


Jika kalian tanya dimana putra mahkota Qin Li? sekarang dia sedang menatap Xue Mei dengan penuh nafsu, dirinya tak pernah melepaskan pandangan matanya dari setiap gerakan yang dilakukan oleh Xue Mei. putra mahkota Qin Li tak menghiraukan adik keduannya, dia memang tak peduli dengan adik-adiknya tapi dia lebih peduli dengan para wanita yang berada di haremnya.


"Aku akan sesegera mungkin menyusun rencana untuk

__ADS_1


mendapatkanmu lagi haha" ujar putra mahkota Qin Li dalam hati dengan seringai licik yang dia tampilkan.


sebenarnya Xue meu menyadari sedang ditatap sejak tadi apalagi tatapannya itu sangat membuatnya risih dan merasa tak nyaman berlama-lama tinggal dikamar temannya itu.


"Baiklah kalau begitu aku akan istirahat agar segera pulih" akhirnya karena banyak yang memaksanya untuk istirahat pangeran Qin Chen pun pasrah dan memilih untuk membaringkan kembali tubuhnya.


"Baiklah istirahatlah agar kau cepat pulih anakku, kalau begitu kami akan pegi dari sini agar kau bisa istirahat dengan tenang" kaisar Qin Luo berucap kepada pangeran Qin Chen dengan tatapan sendu.


setelah itu semua orang keluar dari kamar pangeran Qin Chen didahului oleh kaisar Qin Luo ndan diikut oleh yang lainnya.


Saat semua orang pergi keluar dari kamar pangeran Qin Chen Xue Mei malah mendekati ranjang pangeran Qin Chen dan menatap pangeran Qin Chen dengan tatapan bersalah.


"Maafkan aku Chen gara-gara aku laut jadi yang terluka" Ucapnya dengan penuh penyesalan. Kemudian Xue Mei mendudukan dirinya disamping pangeran Qin Chen.


Xue Mei merasa sangat prihatin melihat tubuh pangeran Qin Chen yang dibalut kain putih untuk menutupi lukanya.


"pasti sangat sakit ya kan?" Dalam situasi seperti ini Xue Mei malah melontarkan pertanyaan yang bodoh dan meraba luka panah yang telah di perban kain putih.


Xue Mei dirinya malah merasa terhibur.


"Tentu ini sakit, tapi tak seberapa" dengan senyumnya yang menawan kemudian dia memegang tangan Xue Mei yang berada di dada kanannya.


Ya memang pangeran


Qin Chen baik-baik saja


luka panahnya tak terlalu sakit tapi dia merasa tubuhnya sangat lemah.


"sekali lagi maaf"


"Tidak pa-panini bukan salahmu" Dengan lembut pangeran Qin Chen mengecup lengan kiri Xue Mei.

__ADS_1


*Cup...


Deg*....


Tiba-tiba jantung Xue Mei berdetak lebih cepat dari biasanya saat melihat perlakuan lembut pangeran Qin Chen yang mengecup lebut tangan kirinya, Xue Mei meras


wajahnya panas saat ini.


Pangeran Qin Chen memperhatikan wajah Xue Mei.


" apa kau sakit Xue Xue wajahmu memerah" dengan lembut pangeran Qin Chen menempelkan telapak


tangannya di kening Xue Mei mengecek suhu tubuhnya.


Xue Mei tak menjawab pertanyaan itu tapi pipinya malah semakin meriah dia malu diperlakukan seperti ini oleh laki-laki.


"Kok semakin memerah, lebih baik ku panggilkan tabib Yu ya!"


"Ti-tidak usah aku tidak papa" tolak Xue Mei, dengan perlahan dia mulai menormalkan kembali detak jantungnya yang sempat lari maraton.


"Benar kau tak apa?" pangeran Qin Chen mencoba matikan dengan kembali memegang kening Xue Mei, tapi


Plakk


"Jangan sentuh permaisuriku"


Bersambung.....


***Jangan lupa Like & Vote


Bye bye see you Again 😘😘***

__ADS_1


__ADS_2