
"Kamu mau aku bernyanyi lagu apa,romantis atau tentang teman" Xue Mei bertanya dan memberikan pilihan.
"Romantis itu apa?" pangeran Qin Chen bertanya dengan wajah polosnya.
" Buset dah ini zaman masih sangat kuno, romantis saja mereka tidak tahu" Xue Mei menggerutu dalam hati kelas dengan zaman yang dimana dirinya tinggali sekarang.
"emm, romantis itu. artinya percintaan yah seperti itu berkaitan dengan cinta. apa kau mengerti Chen chen?" Xue Mei menjelaskan apa yang dia tahu.
pangeran Qin Chen pun mengangguk paham. kemudian Pangeran Qin Chen pun sedikit mengerutkan alisnya pura-pura berpikir.
"Emm, bagai mana kalau kau nyanyikan keduanya aku sangat ingin mendengar lagu yang akan kau nyayikan" Pinta pangeran Qin Chen.
"Kamu terlalu serakah, tapi tak apa aku akan menyayikannya untuk teman terbaikku"
"Tentu saja aku memang terbaik di mata siapapun" ucap pangeran Qin Chen narsis.
"cih, narsis sekali" cibir Xue Mei.
"Haha... " Pangeran Qin Chen hanya tertawa menanggapi cibiran Xue Mei.
"Katanya kau akan bernyayi cepatlah aku tidak sabar ingin mendengar suara merdumu lagi"
Xue Mei yang tadinya cemberut segera mengubah ekspresinya.
"Baiklah.. ehemm" Xue Mei menyetujui untuk segera memulai bernyayi.
*Dipersimpangan jalan ku duduk sendiri
Tak ada kamu yang selalu temani aku
Saat tangis dan tawa
Kita rasa bersama
Berjanji bersama menggapai bintang
Kini hilanglah sudah semua cerita itu
Sahabat kecil dimanakah kau berada
Masih ingatkah kamu
Saat-saat yang indah
Kini aku tak tahu kau dimana*
Pangeran Qin Chen memejamkan matanya bernostalgia dengan kenangan masa lalunya dengan Xue Mei waktu kecil.
*Sahabat kecil yang selalu ku rindukan
Lelapkan tidurmu jika memang kau telah tiada
Sahabat kecil yang selalu ku nantikan
Ku berharap suatu saat nanti
Kamu akan datang
Berharap kamu akan datang
Sahabat kecil yang selalu ku rindukan
Lelapkan tidurmu jika memang kau telah tiada
Sahabat kecil yang selalu ku nantikan
__ADS_1
Ku berharap suatu saat nanti
Kamu akan datang*
Xue Mei sangat menghayati lagu yang ia nyanyikan.
Sedangkan pangeran Qin Chen senyam-senyum saat mengingat tingkah lakunya waktu kecil bersama Xue Mei.
*Sahabat kecil yang selalu ku rindukan
Lelapkan tidurmu jika memang kau telah tiada
Sahabat kecil yang selalu ku nantikan
Ku berharap suatu saat nanti
Kamu akan datang
Berharap kamu akan datang
Berharap kamu akan datang*
Prok.. prokk...
Pangeran Qin Chen bertepuk tangan saat Xue Mei menyelesaikan nyanyiannya.
"Hebat sekali, aku baru mendengar kalau ada lagu tentang sahabat. Biasanya yang aku dengar hanya tentang percintaan saja"
Puji pangeran Qin Chen untuk Xue Mei.
"Tapi apa judul lagunya?"
"judulnya sahabat kecil" jawab Xue Mei.
"apa kamu yang menciptakan lagu ini Xue Xue karena aku baru kali ini mendengar lagu tersebut?" Pangeran Qin Chen kembali bertanya.
Dasar Xue Mei memplagiat karya seseorang.
"Terus kau masih berhutang satu lagu lagi untukku sepat kau harus nyanyikan lagu yang katamu romantis itu"
"Kau ini tidak sabaran sekali, tungu dulu aku harus minum dulu tenggorokanku terasa kering"
kemudian Xue Mei meminum teh yang ada di meja sebelahnya.
"Tapi apa kau mau menjadi teman menariku, agar lagu ini terlihat sempurna" pinta Xue Mei kepada pangeran Qin Chen yang sedang menakan kudapan.
"Tentu saja apa yang harus aku lakukan" segera pangeran Qin Chen menyetujui permintaan Xue Mei dengan semangat.
Kemudian Xue Mei berdiri.
"Berdirilah" perintah Xue Mei.
Segera pangeran Qin Chen menuruti perintah Xue Mei.
"terus" tanya Pangeran Qin Chen bingung, karena dia belum pernah melakukan hal seperti yang di pinta Xue Mei.
Xue Mei pun meraih tangan pangeran Qin Chen dan mulai bernyanyi.
*Di mana pun kau berada
Kau selalu kucinta
Walau tak bersama
Sepenuh hati padamu
__ADS_1
Kucinta dengan jiwa
Tak ingin jauh darimu
Rindu takkan terkira
Gerimis melanda hati
Terlalu 'ku mencintai
Tak rela melepasmu pergi
Tak rela bila harus terjadi*
Xue Mei mengalungkan tangannya dileher pangeran Qin Chen sambil bernyanyi. Sedangkan pangeran Qin Chen dirinya merasa terkejut dengan apa yang dilakukan Xue Mei.
Hatinya berdebar-debar saat merasakan tangan Xue Mei berada di lehernya dan merasakan hembusan napas Xue Mei karena jarak mereka tidak terlalu jauh.
Wajah pangeran Qin Chen bersemu merah dengan keadaan sekarang ini.
Karena dirinya belum pernah bersentuhan dengan satupun wanita.
*Haaaaaaa
Haaaaaaaa
Haaaaaaa
Haaaaaaaa
Jarak memisahkan kita
Kutakut kau tak setia
Curiga menguras jiwa
Kuingin selalu bersama
Dengan orang yang kucinta
Tak sanggup jauh terpisah*
Xue Mei tetap menghayati nyanyiannya tanpa memperhatikan wajah pangeran Qin Chen yang memerah.
Walaupun aku percaya
Jodoh takkan ke mana
Bila Tuhan menakdirkan
Pasti diberi jalan
Di mana pun kau berada
Kau selalu kucinta
Walau tak bersama
Haaaaaaa
Haaaaaaa
Haaaaaaa
Haaaaaaa*
__ADS_1
Bersambung___ _-
Jangan lupa like dan vote🤗🤗🤗