Putri Buta

Putri Buta
Eps 25


__ADS_3

"Kamu mau aku bernyanyi lagu apa,romantis atau tentang teman" Xue Mei bertanya dan memberikan pilihan.


"Romantis itu apa?" pangeran Qin Chen bertanya dengan wajah polosnya.


" Buset dah ini zaman masih sangat kuno, romantis saja mereka tidak tahu" Xue Mei menggerutu dalam hati kelas dengan zaman yang dimana dirinya tinggali sekarang.


"emm, romantis itu. artinya percintaan yah seperti itu berkaitan dengan cinta. apa kau mengerti Chen chen?" Xue Mei menjelaskan apa yang dia tahu.


pangeran Qin Chen pun mengangguk paham. kemudian Pangeran Qin Chen pun sedikit mengerutkan alisnya pura-pura berpikir.


"Emm, bagai mana kalau kau nyanyikan keduanya aku sangat ingin mendengar lagu yang akan kau nyayikan" Pinta pangeran Qin Chen.


"Kamu terlalu serakah, tapi tak apa aku akan menyayikannya untuk teman terbaikku"


"Tentu saja aku memang terbaik di mata siapapun" ucap pangeran Qin Chen narsis.


"cih, narsis sekali" cibir Xue Mei.


"Haha... " Pangeran Qin Chen hanya tertawa menanggapi cibiran Xue Mei.


"Katanya kau akan bernyayi cepatlah aku tidak sabar ingin mendengar suara merdumu lagi"


Xue Mei yang tadinya cemberut segera mengubah ekspresinya.


"Baiklah.. ehemm" Xue Mei menyetujui untuk segera memulai bernyayi.


*Dipersimpangan jalan ku duduk sendiri


Tak ada kamu yang selalu temani aku


Saat tangis dan tawa


Kita rasa bersama


Berjanji bersama menggapai bintang


Kini hilanglah sudah semua cerita itu


Sahabat kecil dimanakah kau berada


Masih ingatkah kamu


Saat-saat yang indah


Kini aku tak tahu kau dimana*


Pangeran Qin Chen memejamkan matanya bernostalgia dengan kenangan masa lalunya dengan Xue Mei waktu kecil.


*Sahabat kecil yang selalu ku rindukan


Lelapkan tidurmu jika memang kau telah tiada


Sahabat kecil yang selalu ku nantikan


Ku berharap suatu saat nanti


Kamu akan datang


Berharap kamu akan datang


Sahabat kecil yang selalu ku rindukan


Lelapkan tidurmu jika memang kau telah tiada


Sahabat kecil yang selalu ku nantikan

__ADS_1


Ku berharap suatu saat nanti


Kamu akan datang*


Xue Mei sangat menghayati lagu yang ia nyanyikan.


Sedangkan pangeran Qin Chen senyam-senyum saat mengingat tingkah lakunya waktu kecil bersama Xue Mei.


*Sahabat kecil yang selalu ku rindukan


Lelapkan tidurmu jika memang kau telah tiada


Sahabat kecil yang selalu ku nantikan


Ku berharap suatu saat nanti


Kamu akan datang


Berharap kamu akan datang


Berharap kamu akan datang*


Prok.. prokk...


Pangeran Qin Chen bertepuk tangan saat Xue Mei menyelesaikan nyanyiannya.


"Hebat sekali, aku baru mendengar kalau ada lagu tentang sahabat. Biasanya yang aku dengar hanya tentang percintaan saja"


Puji pangeran Qin Chen untuk Xue Mei.


"Tapi apa judul lagunya?"


"judulnya sahabat kecil" jawab Xue Mei.


"apa kamu yang menciptakan lagu ini Xue Xue karena aku baru kali ini mendengar lagu tersebut?" Pangeran Qin Chen kembali bertanya.


Dasar Xue Mei memplagiat karya seseorang.


"Terus kau masih berhutang satu lagu lagi untukku sepat kau harus nyanyikan lagu yang katamu romantis itu"


"Kau ini tidak sabaran sekali, tungu dulu aku harus minum dulu tenggorokanku terasa kering"


kemudian Xue Mei meminum teh yang ada di meja sebelahnya.


"Tapi apa kau mau menjadi teman menariku, agar lagu ini terlihat sempurna" pinta Xue Mei kepada pangeran Qin Chen yang sedang menakan kudapan.


"Tentu saja apa yang harus aku lakukan" segera pangeran Qin Chen menyetujui permintaan Xue Mei dengan semangat.


Kemudian Xue Mei berdiri.


"Berdirilah" perintah Xue Mei.


Segera pangeran Qin Chen menuruti perintah Xue Mei.


"terus" tanya Pangeran Qin Chen bingung, karena dia belum pernah melakukan hal seperti yang di pinta Xue Mei.


Xue Mei pun meraih tangan pangeran Qin Chen dan mulai bernyanyi.


*Di mana pun kau berada


Kau selalu kucinta


Walau tak bersama


Sepenuh hati padamu

__ADS_1


Kucinta dengan jiwa


Tak ingin jauh darimu


Rindu takkan terkira


Gerimis melanda hati


Terlalu 'ku mencintai


Tak rela melepasmu pergi


Tak rela bila harus terjadi*


Xue Mei mengalungkan tangannya dileher pangeran Qin Chen sambil bernyanyi. Sedangkan pangeran Qin Chen dirinya merasa terkejut dengan apa yang dilakukan Xue Mei.


Hatinya berdebar-debar saat merasakan tangan Xue Mei berada di lehernya dan merasakan hembusan napas Xue Mei karena jarak mereka tidak terlalu jauh.


Wajah pangeran Qin Chen bersemu merah dengan keadaan sekarang ini.


Karena dirinya belum pernah bersentuhan dengan satupun wanita.


*Haaaaaaa


Haaaaaaaa


Haaaaaaa


Haaaaaaaa


Jarak memisahkan kita


Kutakut kau tak setia


Curiga menguras jiwa


Kuingin selalu bersama


Dengan orang yang kucinta


Tak sanggup jauh terpisah*


Xue Mei tetap menghayati nyanyiannya tanpa memperhatikan wajah pangeran Qin Chen yang memerah.


Walaupun aku percaya


Jodoh takkan ke mana


Bila Tuhan menakdirkan


Pasti diberi jalan


Di mana pun kau berada


Kau selalu kucinta


Walau tak bersama


Haaaaaaa


Haaaaaaa


Haaaaaaa


Haaaaaaa*

__ADS_1


Bersambung___ _-


Jangan lupa like dan vote🤗🤗🤗


__ADS_2