
"jadi apa jenderal Zang yuan menerima lamaranmu?" tanya Permasuri Rong Lin.
Semua orang kembali menganggukkan kepala mereka secara serentak menyetujui pertanyaan permaisuri Rong Lin.
"Jenderal Zang Yuan belum memberikanku jawaban tapi dia berkata jika Zang Xue Mei menerima apapun keputusan putrinya" Putra mahkota Feng Xian menjelaskan kepada semua orang yang sedang mendengarkannya dengan seksama.
"Jadi kau harus semangat untuk mendapatkan hati nona Zang" kaisar Feng Yi San menyemangati putranya tersebut, supaya tidak pantang menyerah mendapatkan hati seorang gadis.
"Tentu saja aku akan menyiapkan segala taktik untuk menaklukan Zang Xue Mei" Ucap putra mahkota Feng Xian percaya diri dengan semua rencana yang ada di otak cerdasnya itu.
"Baguslah kami akan mendoakan yang terbaik untukmu" kata selir kedua, selir Gu Ling.
"benar sekali apa yang dikatakan ibunda" ucap putri ketiga, putri Feng Li An menimpali ucapan ibunya selir Gu Ling.
flashback_
Saat jenderal Zang Yuan kembali ke mansion Zang dari perbatasan, putra mahal sudah berniat meminta restu untuk melamar Xue Mei.
Pada saat acara pesta penyambutan Jenderal Zang Yuan selesai semua orang kembali ke paviliun masing-masing termasuk jenderal Zang. Saat tiba dikamarnya yang sudah dia tinggalkan sangat lama.
"Sekarang putri kita kita sudah tumbuh dewasa dan semakin cantik sama sepertimu sayang" gumam jenderal Zang berharap mendiang istrinya mendengar.
"Tentu saja Zang Xue Mei sangat cantik" tiba-tiba terdengar suara seseorang dari belakang jenderal Zang.
Segera jenderal Zang waspada dan memegang pedang yang ada di pinggangnya kemudian membalikan badannya.
Sringg
Jenderal Zang mencabut pedangn dari sarungnya sehingga menimbulkan gesekan.
jenderal Zang segera mengarahkan pedangnya kearah leher seseorang yang berada di belakangnya.
Jenderal Zang tidak mengenali wajah putra mahkota Feng Xian karena sudah lama dia tidak melihatnya.
__ADS_1
"Tenanglah paman ini aku Feng Xian" ujar orang yang dihunus pedang oleh jenderal Zang.
Jenderal Zang mengernyitkan alisnya heran. "Apakah itu benar kau Xian Xian,wah kau sangat tampan sekarang dan sudah menjadi laki-laki yang hebat aku sudah mendengar banyak berita tentang dirimu" ucap jenderal Zang menyebutkan nama panggilannya untuk putra mahkota Feng Xian dan memujinya.
"Ayolah paman aku sudah besar kenakau masih ingat dengan nama panggilannyamu yang jelek itu" putra mahkota Feng Xian sedikit kesal karena jenderal Zang selalu menyebutnya seperti itu.
Sebenarnya anatara jenderal Zang Yuan dengan putra mahkota Feng Xian tidak da hubungan darah atau kerabat, dulu saat ada perjamuan antar kerajaan jenderal Zang menyelamatkan putra mahkota Feng Xian dari penyerangan penyusup yang mengincar putra mahkota Feng Xian. sehingga setelah jenderal Zang Yuan menyelamatkan putra mahkota Feng Xian menjadi lengket kepada jenderal Zang.
kembali kecerita_
Segera jenderal Zang menurunkan pedangnya dari leher putri Feng Xian.
"Kau ini mengejutkan paman saja, ada urusan apa kau kesini Xian Xian?" tanya jenderal Zang. Segera jenderal Zang duduk dikursi dan menyesap teh yang telah disediakan pelayan tadi di atas meja.
putra mahkota Feng Xian pun iku duduk di sebelah jenderal Zang.
"Aku kesini ingin melamar putrimu Zang Xue Mei" putra mahkota Feng Xian to the poin.
"apa kau hilang barusan? apa aku tidak salah dengar" ucap jenderal Zang kembali bertnya dia takut salah dengar.
"Tentu saja kau tidak salah dengar paman aku serius aku ingin melamar putrimu Zang Xue Mei" ucap putra mahkota Feng Xian dengan serius.
"apa kau tidak berbohong padaku" jenderal Zang kali bertanya untuk memastikan saja.
"Tentu saja apa wajahku terlihat seperti seorang penipu paman" ujar putra mahkota Feng Xian dengan menunjuk wajahnya sendiri.
"Tidak bukan malahan wajahku ini sangatlah tampan berjuta pesona" ucapnya lagi dengan kenarsisan yang hakiki.
Dibalik wajahnya yang datar dan dingin ternyata putra mahkota Feng Xian sangat narsis, dia akan membanggakan ketampanannya di depan orang-orang yang siap sayangi.
"Dasar sombong" sindiran jenderal Zang.
"Sejak kapan kau bertemu dengan putriku bahkan aku tidak pernah mengajak Mei'er kemanapun" tanya jenderal Zang heran kenapa putar mahkota Feng Xian tiba-tiba ingin melamar putih pertamanya, pikirnya.
__ADS_1
"Sebenarnya aku baru dua kali bertemu dengan Zang Xue Mei, tapi sejak saat itu aku mulai jatuh cinta padanya" ucap putra mahkota Feng Xian dengan senyum senyum sendiri.
Jenderal Zang hanya memutar bola mata malas.
"benar-benar anak muda baru pertama kali jatuh cinta" gumam jenderal Zang dalam hati.
"dimana kau bertemu dengan Mei'er?" jenderal Zang bertanya kembali dia kembali heran karena yang dia tahu putrinya tidak pernah keluar dari Mansion Zang.
"itu aku menyelinap masuk ke Mansion Zang" ucap putra mahkota Feng Xian sedikit ragu, dia takut dimarahi oleh pamannya ini.
"Apa! dasar kau ini" kemudian jenderal Zang menjewer kuping sebelah kiri putra mahkota Feng Xian dengan keras. berani-beraninya dia masuk tanpa ijin darurat, pikir jenderal Zang.
"Aduh paman sakittt" putar mahkota Feng Xian merintih kesakitan.
"Paman jawab saja pertanyaanku apa kau akan menerima lamaranku atau tidak" ucapnya lagi.
Kemudian jenderal Zang melepaskan jewerannya.
"ehem.. Kalau masalah itu aku tidak bisa menjawabnya, tapi jika kau berhasil mendapatkan hati mei'er dan mei'er menerima lamaranmu makan akupun akan menyetujuinya" ujar jenderal Zang. dia tidak mau asal menerima perjodohan anaknya, karena dia berpikir ingin memberikan yang terbaik untuk smua anak-anaknya.Agar semuanya bahagia dikemudian hari.
"Baiklah aku tidak akan memaksa paman untuk menerima lamaranku, tapi aku akan berusaha untuk membuat Zang Xue Mei jatuh cinta padaku dengan segala taktik yang ku miliki"
"Berjuanglah" jenderal Zang menyemangati putra mahkota Feng Xian.
"tentu saja paman, kalau begitu aku permisi, karena hari semakin larut malam" kemudian putra mahkota Feng Xian melesat pergi dari hadapan jenderal Zang.
"Dasar" jenderal Zang berdecak kesal.
flashback off_
Bersambung____
Jangan lupa like dan vote..... 🤗🤗
__ADS_1