
Setelah makan malam Xue Mei segera merebahkan badannya di tempat tidur, dirinya lelah karena seharian bersama pangeran Qin Chen. Segra Xue Mei memejamkan matanya.
Wuss
Tiba-tiba jenderal kamar Xue Mei terbuka sendiri, mungkin karena angin kencang. pikir Xue Mei
Xue Mei tidak bereaksi apapun dia tetap memejamkan matanya.
Tapi tak lama kemudian Xue Mei mengerutkan alisnya dia merasakan ada yang menindih tubuhnya.
Seketika Xue Mei membuka matanya, alangkah terkejut saat dia menatap bahwa dirinya di tindih tubuh besar. putra mahkota Feng Xian. Tiba-tiba Xue Mei menjerit.
"Aa hmm" tapi saat Xue Mei akan menjerit keras Tiba-tiba putra mahkota Feng Xian membungkam mulut Xue Mei dengan bibirnya.
Xue Mei kaget dengan tindakan putra mahkota Feng Xian, dia membulatkan matanya, tubuhnya merasa kaku saat menerima serangan mendadak dari putra mahkota Feng Xian.
"Emmm em" Xue Mei memberontak dan mendorong tubuh besar putra mahkota Feng Xian untuk melepaskan ciumannya. Tapi sayang tenaganya kalah besar dengan tenaga putra mahkota Feng Xian.
tak lama kemudian putra mahkota Feng Xian melepaskan ciumannya. "Itu hukuman untukmu sayang karena berani berselingkuh dengan peria lain" putra mahkota Feng Xian mengeringai. Kemudian dia turun dari atas tubuh Xue Mei.
__ADS_1
Saat Xue Mei merasa dirinya lepas dari cengkraman putra mahkota Feng Xian dirinya segera mendudukan badannya dan menjaga jarak dari putra mahkota Feng Xian. Xue Mei. mengusap bisa Irma kasar.
"apa yang kau lakukan itu ciuman pertamaku, siapa pun yang aku temui itu bukan urusanmu, lagian siapa dirimu. kamu bukan siapa-siapa aku.Lagi pula pangeran Qin Chen adalah temanku" wajah Xue Mei memerah marah. dia sangat emosi dengan kelakuan putra mahkota Feng Xian.
Putra mahkota Feng Xian hanya tersenyum melihat permaisuri masa depannya sangat marah kepadanya. Tapi saat melihat wajah merah Xue Mei dia. merasa gemas dan serasa ingin mencubit pipi Xue Mei.
"Oh jadi itu ciuman pertamamu, baguslah jadi bisa bibirmu hanya aku yang akan merasakannya tidak ada yang lain dan juga aku tidak peduli mau itu sahabatmu aku tidak suka kau dekat dengan laki-laki lain selain diriku" dengan tidak tahu malunya putra mahkota Feng Xian mencapai kepemilikannya terhadap
bibir Xue Mei dengan tersenyum bahagia.
"Apa dasar gila" Xue Mei semakin tersulut emosi.
Kemudian Xue Mei menyabar pedang yang ada di pinggang putra mahkota Feng Xian dan mengayunkan pedang itu kearah putra Mahkota Feng Xian.
Ucap Xue Mei dengan tangan mengayunkan pedang kearah putra mahkota Feng Xian.
Putra mahkota Feng Xian dengan santai mengindari setiap serangan yang Xue Mei arahkan kepadanya.
"Permasuriku permainan pedang mulai masih kurang, apa kau mau aku ajarkan cara bermain pedang dengan baik dan benar" masih sempat sempatnya putra mahkota Feng Xian menggoda Xue Mei di saat Xue Mei sedang emosi.
__ADS_1
pakk
kemudian karena lelah bermain-main putra mahkota Feng Xian mencekal lengan Xue Mei untuk menghentikan serangannya.
"Sudahlah hentikan sayangku, lebih baik kau ikut denganku" ajak putra mahkota Feng Xian.
"Ikut kemana? aku tidak mau" Xue Mei memberontak mencoba melepaskan tangannya dari cengkraman putra mahkota Feng Xian.
Tapi putra mahkota Feng Xian malah menarik lengan Xue Mei sehingga tubuh Xue Mei menabrak dada bidang putra mahkota Feng Xian.
"Rahasi sayangku,Sudah lah ikut saja denganku nanti kau pasti akan suka" putra mahkota Feng Xian tetap kekeh untuk mengajak Xue Mei pergi.
"aku tidak mau ikut dengan ba*in*an sepertimu, lepaskan aku" Xue Mei terus saja memberontak dalam pelukan putra mahkota Feng Xian.
Seakan tuli putra mahkota Feng Xian tidak mendengarkan ocehan Xue Mei yang meminta untuk dilepaskan.
Wussss
Kemudian Putra mahkota Feng Xian menghilang dari kamar Xue Mei dengan membawa Xue Mei yang berada dalam pelukannya.
__ADS_1
Bersambung_______
Vote, vote!!!