
"A-aku....." Xue Mei semakin bingung mau menjawab apa.
"Bagai mana ini aku bingung, apa sebaiknya aku Terima saja apa gimana ya.. argggg aku bingung tolong bantu aku Tuhan.. hiks hiks" Xue Mei menjerit dan menangis
di dalam hadapi bingung dan bimbang.
"Hmm!! aku apa? jawablah Xue Xue" Pangeran Qin Chen semakin erat memeluk tubuh ramping Xue Mei,
dan mendekatkan wajahnya dengan wajah Xue Mei.
"Ba-baiklah" Jawab Xue Mei menggantung.
"Baiklah untuk apa??" Pangeran Qin Chen malah menggoda Xue Mei.
Wajah Xue Mei bersemi merah dan menjawab pertanyaan pangeran Qin Chen dengan malu-malu.
"aku mau jadi kekasihmu" setelah mengatakan itu Xue Mei menundukan kepalanya karena malu,
dia malu jika pangeran Qin Chen melihat wajahnya yang memerah akibat terlalu malu.
"Benarkah?" Tanya pangeran Qin Chen memastikan bahwa dirinya tak
salah dengar..
Xue Mei tak menjawab tapi dia menganggukkan kepalanya
mengiyakan jawaban Xue Mei.
Senyum bahagia dan senang terpancar dari wajah pangeran Qin chen dia tersenyum lebar.
Kemudian pangeran
Qin chen semakin mendekatkan wajahnya dengan wajah Xue Mei menyisakan beberapa centi saja.
"Terimakasih karena kau mau menjadi kekasihku meski hanya sebentar" ujar pangeran Qin chen,
sangking senangnya tanpa sadar pangeran Qin chen mencium pipi sebelah kiri Xue Mei kilas.
Xue Mei terkejut karena pangeran Qin chen tiba-tiba mencium pipinya.
"C-chen" ucap Xue Mei masih dengan wajah shoknya.
Seketika Pangeran Qin chen menyadari prilakunya yang tak sopan pada Xue Mei.
"Maafkan aku Xue Xue, aku terlalu senang"
"Ah tidak pa-pa, apa kau bisa melepaskan pelukanmu aku tak bisa bernafas"
"Ah sekali lagi maaf" Pangeran Qin chen malu dengan sikapnya sendiri yang terbilang terlalu berani.
Xue Mei tersenyum lembut pada pangeran Qin chen dirinya ikut senang melihat temannya bahagia.
"Tidak papa hati semakin siang aku harus pulang kau juga harus istirahat siapa cepat pulih, ayo aku antar kekamarmu"
Xue Mei berdiri dari duduknya kemudian dia menyodorkan tangan kanannya
agar diterima pangeran Qin Chen.
"Baiklah ayo" dengan senang
hati pangeran Qin Chen menerima uluran
tangan Xue Mei,
setelah itu pangeran Qin Chen pubg ikut berdiri danereka pun
berjalan dengan bergandengan tanagn menuju kekamar pangeran Qin Chen.
"Seumur-umur aku baru kali ini bergandengan tangan dengan seorang pria
__ADS_1
, rasanya jantungku terus berdebat jika diperlakukan seperti ini oleh Qin Chen"
Ucap Xue Mei dalam hati,
Xue Mei mendongakkan kepalanya untuk melihat wajah tampan pangeran Qin Chen, tentu saja Xue Mei harus
menengadahkan kepalanya untuk melihat wajah pangeran Qin Chen karena pangeran Qin Chen sangat tinggi Xue
Mei saja tingginya hanya sebahu Pangeran Qin Chen saja, kasian.
Tal lama kemudian keduanya sampai
didepan pintu kamar pangeran Qin Chen dan setelah itu pangeran Qin Chen
mendorong pintu itu supaya terbuka.
Setelah pintu kamar terbuka keduanya masuk kedalam.
"Tidurlah aku akan menyayikan sebuah lagu pengantar tidur untukmu,agar kamu tidur nyenyak dan mimpi indah"
Xue Mei menuntun pangeran Qin Chen untuk berbaring di ranjangnya.
"Baiklah" Ucap pangeran Qin Chen setelah merebahkan tubuhnya.
Xue Mei pun mencari kursi untuk dirinya duduk, dia mencari kekiri dan kekanan.
pangeran Qin Chen malah bingung melihat Xue Mei yang celingukan.
"Kau sedang mencari apa Xue Xue?"
"Aku sedang mencari kursi untuk duduk" jawab Xue Mei, dia masih saja celingukan mencari kursi.
Pangeran Qin Chen Menggelengkan kepalanya, dia pikir Xue Mei
kenapa-napa ternyata hanya mencari kursi.
pangeran Qin Chen duduk dan menyandarkan kepalanya di kepala ranjangnya
dan kemudian dia menepuk pinggiran ranjangnya memerintahkan Xue Mei untuk duduk di Sampingnya.
"Emmm baiklah" setelah itu Xue Mei pun duduk di samping pangeran
Qin Chen.
Setelah melihat Xue Mei duduk dengan benar pangeran Qin Chen malah tidur si pangkuan Xue Mei. "Ayo bernyanyilah!"
ucap pangeran Qin Chen, pangeran Qin Chen merasa nyaman berada dipangkuan Xue Mei kemudian ia
memejamkan matanya.
Xue Mei kembali terkejut menerima sikap sepontan dari pangeran Qin Chen yang tiba-tiba. tapi dia segera
menghilangkan keterkejutan nya.
"Baiklah" Xue Mei pun mulai bernyayi.
*Selamat malam duhai kekasih
sebutlah namaku
menjelang tidurmu
bawalah aku
dalam mimpi yang indah
di malam yang dingin
__ADS_1
sesunyi ini
Selamat malam duhai kekasih
aku sebut namamu
menjelang tidurku
agar kau hadir
dalam mimpi indahku
di peraduan yang
sepi ini*
Xue Mei mengusap rambut pangeran Qin Chen dengan lembut dan
terus bernyayi sedangkan pangeran Qin Chen memejamkan matanya dan
mulai memasuki alam bawah
sadarnya
*Gelisah hatiku
karena kau jauh dariku
tak lelap tidurku
karena terbalut rindu
adakah rindu
di dalam hatimu
seperti diriku
merindukanmu*
(Gapapa ya siang nyanyinya selamat malam heheh"
Xue Mei pun selesai bernyanyi dia
melihat pangeran Qin Chen telah terlelap, kemudian dengan sigap Xue Mei memindahkan kepala pangeran
Qin Chen ke bantal dan membenarkan posisi tidurnya.
"Sampai jumpa lagi"
dengan tak sadar Xue Mei mengecup kening pangeran Qin Chen.
"aku pasti sudah gila"
Xue Mei merutuki kebodohannya.
setelah itu Xue Mei berjalan menuju pintu keluar, sebelum Xue Mei kembali menutup pintu kamar pangeran
Qin Chen dia menengok kearah pangeran Qin Chen yang telah tertidur pulas
dan Xue Mei pun terseyum.
Meski dalam senyum itu tergurat
kesedihan.
Bersambung......
Jangan lupa Like dan Vote🌻🌻🌻
__ADS_1