
Kaisar Han Jing Yun sekarang sedang berada di hutan yang masih berada di wilayah kekuasaan kerajaan Li. Kaisar Han Jing Yun belum ingin kembali ke kerajaannya meskipun tamu-tamu yang lainnya sudah pergi meninggalkan kerajaan Li, dirinya juga tahu bahwa sang gadis incarannya akan bertunangan nanti malam secara kekeluargaan tanpa memberi tahu pihak lain. Kaisar Han bisa tahu kabar tersebut karena dia menaruh mata-mata untuk mengawasi setiap gerak-gerik Xue Mei. Meski saat acara pesta kemarin malam kaisar Han tidak dapan kesempatan untuk bertatap muka dengan Xue Mei, tap dirinya tidak peduli, dia hanya memberikan waktu gadisnya untuk lebih lama lagi bersama dengan keluarganya. Karena saat nanti Xue Mei sudah menjadi miliknya dia tidak akan membiarkan Xue Mei pergi kemana pun tanpa seijin nya. Kaisar Han pun sudah membuatkan istana yang indah untuk ditempati Xue Mei nanti.
Di hutan ini Kaisar Han Jing Yun sedang berburu tentu saja dirinya meminta ijin terlebih dulu kepada kaisar Li. Dengan ditemani tiga orang pengawal kaisar Han menelusuri hutan yang baru pertama kali dirinya datangi, menurut kaisar Han ini sangat menantang karena dirinya tidak tahu seberapa berbahaya kah hutan yang sedang dirinya datangi sekarang.
Mata tajam itu mengawasi sekitar mencari hewan untuk dijadikan buruan. Saat kaisar Han menatap kearah barat di sana dirinya melihat seekor rusa besar yang dengan tenangnya sedang memakan rerumputan, mungkin jaraknya rusa dengan kaisar Han sekitar 20 meter.
Seringai pun terlihat di wajah kaisar Han saat melihat hewan buruannya. Kemudian dengan pelan kaisar Han mengarahkan kudanya untuk bisa lebih dekat dengan rusa itu. Saat dirasa posisinya sudah pas kaisar Han mengambil busur dan anak panah yang dikaitkan di punggung kaisar Han.
Anak panah sudah diarahkan kepada rusa itu kaisar Han pun bersiap untuk membidik nya. "Mati kau" Gumamnya pelan.
Suttt
Anak panah pun meluncur dengan cepat kearah rusa besar itu, tapi sayang bidikan kaisar Han meleset dia malah mengenai kaki kirinya saja.
Karena kaget rusa itu pun berlari kencang meninggalkan kaisar Han yang sedang mengumpat sangking kesalnya karena tidak bisa mengenai target dengan tepat. "Sialan, cepat kejar" Titahnya pada ketiga pengawalnya.
Kaisar Han pun memerintahkan kudanya untuk mengejar kemana arah perginya rusa itu.
Saat kaisar Han melihat buruannya, kaisar Han pun langsung menyeringai senang. Tapi saat melihat rusa itu tidak bergerak kaisar Han mengerutkan kening nya heran.Kemudian kaisar Han menuruni kudanya dan mendekati rusa itu ternyata dia sudah sekarat dengan anak panah yang menancap di lehernya.
Melihat itu membuat kaisar Han mengeram kesal, siapa gerangan yang berani membunuh target buruannya. Melihat ke sekitar kaisar Han tidak menemukan seorang pun kecuali pepohonan yang menjulang tinggi.
__ADS_1
"Bajingan mana yang berani mengincar buruan ku, keluar kau tunjukan wujud mu dasar sialan" Teriak kaisar Han kesal.
Tiba-tiba terdengar suara seseorang tertawa keras, mendengar tawa itu kaisar Han merasa sedang diejek membuat kaisar Han semakin kesal saja.
"Keluar kau brengsek"
Saat mendengar kaisar Han kembali berteriak suara tawa itu pun lenyap, digantikan dengan kehadiran sosok pria tampan berambut putih keperakan, pria itu muncul secara tiba-tiba didepan kaisar Han.
Tak lama setelah pria berambut putih keperakan itu datang dua orang pria berpakaian hitam pun ikut menampakkan wujud mereka. Bisa ditebak jika mereka adalah bawahan pria berambut putih.
Kaisar Han hanya menatap datar pria yang ada di hadapannya. "Siapa kau, berani-beraninya kau membunuh binatang buruanku" Ucap kaisar Han dingin.
Pria berambut putih itu hanya menyeringai. "Aku, apa anda tidak mengenaliku kaisar Han Jing Yun" Pria itu bukannya menjawab tapi malah balik bertanya.
"Saya tahu siapa musuh terbesar putra mahkota Feng Xian"
"Siapa?"
"Chang Yi"
"Ciri yang paling menonjol dari Chang Yi adalah dia memiliki warna rambut putih keperakan yang sangat jarang sekali orang bisa memilikinya"
__ADS_1
Percakapan itu membuat kaisar Han menerka-nerka bahwa pria yang ada didepan adalah Chang Yi musuh dari putra mahkota Feng Xian. "Kau Chang Yi" Ujar kaisar Han tanpa ragu.
"Wah, Ternyata aku sangat terkenal ya Qing Ming" Ujar Chang Yi sambil tertawa terbahak-bahak.
"Benar tuan" Jawab pengawal yang bernama Qing Ming.
Setelah tertawa puas Chang Yi langsung mengubah mimik wajahnya menjadi datar. "Ya itu aku"
Kaisar Han tersenyum kecil, setelah tebakannya ternyata benar. "Sepertinya kita ditakdirkan untuk bertemu ya" Ujar kaisar Han ambigu.
Chang Yi yang mendengar perkataan tidak jelas dari kaisar Han hanya bisa mengangkat kedua alisnya.
Seperti mengerti dengan raut bingung Chang Yi kaisar Han pun berkata. "Aku membutuhkan bantuan mu Chang Yi"
"Bantuan? bantuan apa"
Kaisar Han menyeringai saat melihat Chang Yi, sepertinya pria berambut putih itu akan menerima tawarannya. "Bantu aku membunuh putra mahkota Feng Xian" Ucap kaisar Han tanpa bertele-tele.
...Bersambung...
Maaf ya kakak-kakak beberapa hari ini aku gak update.....
__ADS_1
Aku lagi kekurangan inspirasi soalnya, dan juga dari kemarin aku kurang enak badan......