
Matahari masih belum menampakan wujudnya, baru saja samar-samar sinarnya mulai menyinari bumi. Meskipun keadaan masih pagi buta tapi di mansion Zang sudah sangat ramai dan heboh karena kedatangan kasian Dati kerajaan Li bersama dengan rombongannya. Membuat para pelayan di mansion Zang kalang kabut menyiapkan penyambutan kedatangan mereka.
"Hamba memberikan hormat kepada kaisar dan permaisuri" Para pelayan berjajar di gerbang utama mansion Zang menyambut kedatangan rombongan kaisar Li Juang.
Dengan wajah yang sudah mulai memiliki kerutan di keningnya nampak sekali jejak kelelahan di wajah kaisar Li dan rombongan. Karena mereka melakukan perjalanan tanpa jeda istirahat membuat mereka semua kelemahan
Kaisar Li melarang para pelayan untuk membangunkan cucu-cucunya, dirinya ingin membuat kejutan untuk ketiga cucunya.
"Maaf yang mulia jika penyambutan kami kurang maksimal" Ujar Gu Jin, dia adalah kepala pelayan di mansion Zang.
"Tidak apa" jawab kaisar Li Juang. " Bagimana keadaan Cucu-cucuku?" Tanya kaisar Li Juang pada Gu Jin. Rombongan kaisar Li berjalan beriringan menuju ke ruang tamu.
"Tuan muda pertama terluka sangat serius kedua kakinya mengalami kelumpuhan sementara dan_" Sebelum Gu Jin menyelesaikan perkataannya langsung di potong oleh permaisuri Xue Jia.
"Apa! Cucuku mengalami keleumpuhan" Permaisuri Xue Jia membelalakan matanya, dirinya tidak tahu sama sekali perihal cucunya yang mengalami kelumpuhan.
Lalu permaisuri Xue Jia melirik kaisar Li yang berjalan disampingnya. "Yang mulia kenapa kau tidak memberitahukan tentang kabar ini pasti cucuku sangat menderita" Permaisuri Xue Jia menatap tajam kaisar Li dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
Mereka pun menghentikan langkahnya saat melihat permaisuri Xue Jia mulai menangis.
"Maafkan aku permaisuriku, aku melakukan ini agar penyakitmu tidak kambuh" ujar kaisar Li, kemudian dengan penuh sayang kaisar Li memeluk permaisuri Xue Jia.
"Benar apa yang ayahanda katakan ibunda" Ucap putri Li Yu Mei menimpali, kemudian mengusap lembut punggung ibundanya.
Rombongan kaisar Li cukup lama terdiam di tempat menunggu sang permaisuri berhenti menangis. "Sudah.. sudah jangan menangis terus! ayo kita lihat kondisi Jingqin!"
Permaisuri Xue Jia pun mengusap air matanya, memang benar dirinya haris terlihat tegar dihadapan cucunya nanti. "Aku ingin melihat Jingqin, bawa aku ke paviliunnya" Pinta permaisuri Xue Jia kepada Gu Jin.
"Ba.. baik yang mulia" Gu Jin mematuhi keinginan permaisuri Xue Jia, dengan terus menundukan kepalanya tidak berani melihat wajah-wajah anggota keluarga kerajaan.
"Kalian tunggu kami di ruang tamu saja, aku akan ikut dengan permaisuri!" ucap kaisar Li memerintahkan kepada Putri Li Yu Mei dan Rong untuk pergi terlebih dahulu.
"Tapi ayahanda aku ingin pergi ke paviliun Xue Mei" Putri Li Yu Mei meminta ijin kepada kaisar.
"Hmm.. pergilah" Setelah menyetujui keinginan Putrinya kaisar Li Juang dan permaisuri Xue Jia beranjak pergi menuju paviliun milik Zang Jingqin.
"Kak Rong pergilah terlebih dahulu aku mau bertemu Xue Mei dulu"
"Baiklah"
*****
Kaisar Li dan permaisuri Xue Jia telah sampai di pintu kamar Zang Jingqin, dengan perlahan kaisar Li membuka pintu agar tidak bersuara dan mengganggu tidur Zang Jingqin.
Setelah pintu terbuka sempurna kaisar Li dan permaisuri Xue Jia masuk kedalam kamar Zang Jingqin lalu berjalan perlahan mendekati ranjang dimana Zang Jingqin masih tertidur pulas.
__ADS_1
"Oh cucuku,,, pasti kau sangat menderita" Permaisuri Xue Jia kembali menangis terisak, tapi cepat-cepat dirinya menutup mulutnya agar tidak mengganggu tidur Zang Jingqin.
Wajah Zang Jingqin yang masih terlihat pucat membuat kedua pasangan yang sudah tua itu iba melihat kondisi Zang Jingqin.
Kaisar Li memegang pundak permaisuri Xue Jia mencoba menenangkannya..
Zang Jingqin mengeliat saat merasakan belaian di pipinya, lalu perlahan mulai membuka matanya berkedip berberapa kali mencoba menyesuaikan cahaya.
Zang Jingqin memiringkan kepalanya kearah kiri saat mendengar suara seseorang menangis.
"Kakek, nenek" Ucap Zang Jingqin dengan suara Serak khas suara orang bangun tidur.
Dengan menggunakan kedua tangannya Zang Jingqin mencoba untuk duduk. dengan susah payah karena luka sayatan di dadanya masih basah membuat Zang Jingqin merasakan kesakitan saat bergerak.
Kaisar Li yang melihat Zang Jingqin kesulitan langsung membantu cucunya itu. "Jangan terlalu banyak bergerak, lukamu bisa terbuka lagi"
Setelah bisa bisa duduk Zang Jingqin menyandarkan punggungnya dikepala ranjang.
"Kenapa kakek dan nenek tidak memeberi tahuku akan berkunjung kesini, aku sangat terkejut melihat kalian berada di kamarku"
"Saat kakek mendengar berita kematian ayah kalian kakek langsung bergegas kesini, jadi tidak sempat untuk mengirim surat terlebih dahulu" jawab kaisar Li.
Permaisuri Xue Jia mengusap air matanya lagi lalu memeluk Zang Jingqin erat. " Cucuku yang malang kau pasti sangat sedih melihat ayah mu meninggal"
Kaisar Li yang menyadari itu langsung meminta permaisuri Xue Jia untuk melepaskan pelukannya.
"Maafkan nenek sayang, apa perlu nenek panggilkan tabib"
"Tidak perlu nek aku baik-baik saja" Dengan memejamkan kedua matanya menahan rasa sakit Zang Jingqin menolak tawaran permaisuri Xue Jia.
"Benar tidak papa?" tanya permaisuri Xue Jia memastikan.
"Kakek nenek bisa tolong panggilkan pelayan aku ingin membersihkan diriku"
"Biarkan nenek saja yang membantumu" Permaisuri Xue Jia menawarkan dirinya untuk membantu Zang Jingqin membersihkan dirinya.
"Tidak perlu nek aku Rifka mau merepotkanmu" Bagi mana pun dirinya merasa tidak enak jika harus meminta tolong pada neneknya.
"Baiklah kakek akan memanggil pelayan untuk membantumu" Kaisar Li pun berjalan keluar dan memanggil beberapa pelayan pria untuk membantu Zang Jingqin membersihkan tubuhnya.
Dua orang pelayan pria memasuki kamar Zang Jingqin, Zang Jingqin sendiri tidak suka dilayani oleh pelayan wanita entah kenapa.
Satu orang pelayan membantu melepaskan hanfu bagian atas Zang Jingqin dan satu lagi membuka perban yang menutupi luka sayatan di dadanya.
Setelah semua nya terbuka kedua pelayan pria itu menyeka tubuh Zang Jingqin menggunakan kain yang sudah di celupkan kedalam air hangat.
__ADS_1
Permaisuri Xue Jia dan kaisar Li Juang hanya mengawasi dari samping. "Setelah ini kau bersama dengan kedua adikmu ikutlah bersama kami ke kerajaan Li.Kuta lakukan pengobatan disana agar kakimu kembali pulih!" perintah Kaisar Li Juang.
Zang Jingqin menatap kaisar Li Juang dengN sendu. " Tapi jika aku ikut bagai mana dengan mansion ini, disini tidak akan ada yang menjaganya"
"Tidak perlu khawatir, kakek akan mengutus seseorang untuk menjaga mansion ini, kalian bertiga jika tinggal disini tidak Ada yang mengurus"
"Baiklah kek, tapi mungkin aku akan menyusahkan kalian,aku sekarang tidk bisa berjalan lagi"
"Kata siapa kau itu cucu kami jadi tidak ada yang merasa susah disini" ujar permaisuri Xue Jia dengan mengeluh pelan kepala Zang Jingqin penuh kasih sayang.
Kedua pelayan itu undur diri sebelah selesai mengganti perban dan pakaian Zang Jingqin.
"Terimakasih" Ucap Zang Jingqin dengan mengulas seyum meski sedikit terpaksa.
"Kakek dan nenek pergilah istirahat terlebih dahulu pasti kalian kelelahan setelah melakukan perjalanan jauh, lagian ini masih pagi sekali. Nanti kita kumpul lagi untuk sarapan bersama"
"Kalau begitu kami pergi dulu, kau istirahatlah lagi" Kaisar Li Juang dan permaisuri Xue Jia pun berjalan menuju pintu keluar kamar Zang Jingqin.
Sebelum kaisar Li Juang dan permaisuri Xue Jia sampai di pintu Zang Jingqin menghentikan keduanya. "Kakek nenek tunggu dulu"
Seketika kaisar Li Juang dan permaisuri Xue Jia pun menghentikan langkahnya, lalu membalikan tubuhnya. "Apa ada yang kamu butuhkan"
"Tidak ada, aku hanya ingin memberi tahu kalian kalau di mansion sedang ada tamu" ujar Zang Jingqin.
"Tamu? siapa?"
"Putra mahkota Feng Xian, dia menginap di sini" Zang jingqin memberitahu tentang keberadaan putra mahkota Feng Xian. agar nanti kakek nenek nya tidak kaget jika bertemu di meja makan.
Kaisar Li Juang dan permaisuri Xue Jia tentu saja kaget, mereka berdua tentu saja tahu siapa putra mahkota Feng Xian. "Sedang apa putra mahkota itu disini"
"Dia sedang mendekat Xue Mei kek"
**Bersambung......
Semoga di tahun 2021 kita bisa mendapatkan apa yang di tahun 2020 belum terkabulkan....
Seperti yang jomblo cepet dapat pacar...
yang udah punya pacar cepet nikah.....
Pokonya harapanku di tahun 2021 semoga Covid-19 cepet musnah dan kita bisa beraktivitas seperti semula amin.. amin...
Selamat tahun baru semua nya....
Heppy new year Allπππππππ**
__ADS_1