Putri Buta

Putri Buta
Eps 101


__ADS_3

Akhhh


Jerit Xue Mei kaget, dirinya begitu kaget dengan sikap kasar yang putra mahkota Feng Xian tunjukan kepadanya. Rasa sakit yang tak seberapa di punggungnya Xue Mei tak ia pedulikan.


Air mata yang masih mengalir deras Xue Mei usap secara kasar menggunakan lengan hanfu putih yang ia pakai. Berdiri dengan lesu Xue Mei menatap putra mahkota Feng Xian penuh rasa sakit


"Ada apa dengan dirimu hah?" Teriak Xue Mei dengan suara parau.


Putra mahkota Feng Xian berdiri meski sedikit meringis menahan rasa sakit dari lukanya. Berjalan dengan perlahan menghampiri Xue Mei menatap tajam gadis itu.


Saat putra mahkota Feng Xian berdiri dihadapan Xue Mei, lalu putra mahkota Feng Xian sedikit menundukkan kepalanya, menatap tajam gadis yang lebih pendek darinya. Tangan putra mahkota Feng Xian terulur mencoba memegang wajah Xue Mei.


Tapi kedatangan pelayan kecil Xue Mei membuat lengan putra mahkota Feng Xian tergantung di udara, dengan sedikit kesal putra mahkota Feng Xian mengepalkan tangannya erat lalu mengurungkan niatnya. Putra mahkota Feng Xian membalikan tubuhnya membelakangi Xue Mei dan Wei.


"Ada apa putri kenapa anda berteriak?!" Tanya Wei khawatir, gadis kecil itu langsung masuk kedalam kamar putra mahkota Feng Xian saat mendengar suara seperti barang di lempar dan tak lama mendengar jeritan sang nona.


Wei dengan cemas langsung menghampiri sang nona yang terlihat tidak baik-baik saja. "Putri anda kenapa katakan sesuatu" Ucapnya. memegang tangan sang nona dengan lembut.


Xue Mei menatap Wei sebentar lalu kembali memalingkan wajahnya. Xue Mei dengan kasar kembali menghapus air mata yang kembali jatuh membasahi pipi nya, matanya sudah sebab akibat cukup lama menangis.


"Aku baik-baik saja. Beritahu penghuni istana bahwa Putra mahkota Feng Xian telah siuman dan jangan lupa panggilkan tabib untuk memeriksa keadaannya" Titahnya Xue Mei.


Tak bisa membantah perintah sang majikan Wei pun mengangguk patuh. "Baiklah putri"


Wei pun kembali menutup pintu kamar.


"Putri! Seorang putri yang lancangnya menaiki tempat tidur seorang pria terhormat" Ucap putra mahkota Feng Xian. Dia kembali membalikan tubuhnya lalu dengan kuat mencengkram dagu Xue Mei.


Xue Mei hanya diam tak berani melawan, dirinya mencoba memaklumi kelakuan sang kekasih. "Sabar mungkin dia masih belum sadarkan diri sepenuhnya"


Tatapan itu membuat hati Xue Mei seperti tertusuk seribu jarum tak kasat mata, tatapan mencemooh dan jijik diarahkan putra mahkota Feng Xian pada dirinya.


"Sampah.Kerajaan mana yang membesarkan seorang tuan putri tak bermoral dan tak tahu malu sepertimu hah"


Brekk

__ADS_1


Sekali lagi Xue Mei dihempaskan dengan kuat sampai dirinya kembali terjatuh bersimpuh dilantai.


Xue Mei merasa seluruh tubuhnya sakit saat ini. Xue Mei kembali mencoba bersabar menghadapi sikap kasar putra mahkota Feng Xian.


"Kenapa sangat sakit sekali rasanya" Xue Mei memegang dada sebelah kirinya merasakan sesak dan sakit di hatinya saat mendengar hinaan dan caci maki yang di lontarkan oleh mulut yang biasanya berbicara manis itu.


Dengan susah payah Xue Mei berdiri tanpa ada niat untuk melihat wajah pria yang sangat ia cintai. "A**ku harus memberikan dia waktu untuk menjernihkan pikirannya"


Tap... tap... tap


Suara langkah kaki yang terdengar lebih dari dua orang itu melangkah mendekati kamar putra mahkota Feng Xian.


Brekk


Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu seorang wanita paruh baya langsung menerobos masuk begitu saja dengan raut wajah bahagia.


"Oh putraku akhirnya kau sadarkan diri" Permaisuri Rong Lin langsung memeluk putra mahkota Feng Xian dengan penuh suka cita.


Sedangkan yang lain masih tertegun di pintu kamar, mereka tersenyum melihat pria tampan itu telah siuman. Mereka senang akhirnya gadis kesayangan mereka tidak akan khawatir lagi. Yang di maksud mereka itu Xue Mei.


Dengan lembut putri Li Yu Mei merapihkan rambut Xue Mei agar tidak berantakan. Melihat mata Xue Mei yang sebab, putri Li Yu Mei kembali bertanya. "Hey kau menangis?"


Xue Mei dengan cepat mengubah kembali ekspresi wajahnya yang tadinya murung langsung terlihat ceria. "Aku tidak apa-apa, aku sangat bahagia melihat putra mahkota Feng Xian sadar" Bohongnya.


Cih... Putra mahkota Feng Xian berdecak pelan saat melihat Xue Mei tersenyum secara paksa, membuat dirinya merasa kesal.


"Tabib cepat periksa putra mahkota Feng Xian, apa dia masih merasakan sakit!" Titah kaisar Li Hao Jin.


"Baik yang mulia"


Putra mahkota Feng Xian langsung disuruh untuk duduk di tepi ranjang oleh permaisuri Rong Lin. "Ayo duduklah biarkan tabib memeriksa keadaanmu!"


Dengan patuh putra mahkota Feng Xian langsung duduk.


Dengan telaten tabib memeriksa secara rinci setiap luka putra mahkota Feng Xian.

__ADS_1


Tuan yang berdiri dipojokan merasa ada aneh dengan majikan sekaligus sahabat nya itu.


Saat dirinya melihat sorot mata sang


sahabat dirinya melihat tatapan itu begitu tajam dan dingin saat melihat Xue Mei tadi. "


Ada apa ini?"


"Yang mulia apakah anda merasa tidak nyaman di suatu tempat" Tanya sang tabib.


"Kenapa.." Putra mahkota Feng Xian menggantung perkataannya. "Kenapa saya bisa mendapatkan semua luka ini?" Tanya putra mahkota Feng Xian kebingungan.


Pertanyaan Putra mahkota Feng Xian membuat semua orang yang ada di sana mengerutkan alisnya.


"Kau tidak mengingat dimana kamu mendapatkan luka ini putraku?" Tanya permaisuri Rong Lin cemas.


Putra mahkota Feng Xian hanya menggelengkan kepalanya mengiyakan pertanyaan sang ibunda.


"Kejadian secara garis besarnya satu minggu yang lalu saat kau akan bertunangan dengan adikku tiba-tiba kau menghilang lalu Guan mencari mu dan satu Guan menemukanmu. Kau sudah terluka parah dan tak sadarkan diri" Ucap Zang Jingqin menjelaskannya.


"Bertunangan dengan adikmu?"


"iya"


"Siapa? Dan sejak kapan aku dekat dengan perempuan" .Putra mahkota Feng Xian menatap permaisuri Rong Lin. "Apa ibunda yang menjodohkan ku?". Saat ini rasanya putra mahkota Feng Xian ingin membenturkan kepalanya kuat-kuat saat mendengar informasi yang tidak ada di ingatannya.


"Bukan. Ibunda tidak menjodohkan mu dengan siapapun. Kau sendiri yang melamar dan ingin segera menikahi cucu dari Kaisar Li Juang dan kau juga bilang pada ibunda bahwa kau sangat mencintai nya"


Putra mahkota Feng Xian memegangi kepalanya yang kembali berdenyut sakit. "Siapa wanita itu"


"Hey yang benar saja apa kau mengalami hilang ingatan, sampai-sampai kau melupakan Xue Mei. Ini dia tunangan mu" Ucap Li Yu Mei sedikit sewot, lalu dia memegang kedua pundak Xue Mei.


"Dia wanita jalang? Tunangan ku?"


"Apa kau bilang" Jang Zingqin langsung tersulut emosi mendengar adik kesayangannya dihina. "Jaga bicaramu ya. Adikku bukan wanita seperti itu"

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2