
Xue Mei terus berjalan semakin dalam masuk ke dalam hutan kayangan, hari sudah semakin senja dan langit pun sudah berubah warna.
sekarang posisi Xue Mei berada di hutan bambu yang sangat lebat dan rindang dengan pohon-pohon bambu yang menjulang tinggi.
"Dimana aku akan menemukan sungai, sejak tadi aku terus berjalan
tapi tak menemukan sungai satupun" Sepanjang perjalanan mencari sungai Xue Mei teris saja menggerutu.
Tak lama kemudian Xie Mei
mendengar seperti suara air yang
jatuh dari ketinggian.
"Seperti suara air terjun" segera Xue Mei berjalan cepat mencari sumber suara tersebut.
Tak perlu berjalan terlalu jauh Xue Mei telah menemukan sebuah air
terjun yang sangat indah, bukan hanya indah tapi wahhh sangat indah sekali menakjubkan.
Banyak angsa liar yang sedang
berenang di sungai dan banyak pula bunga-bunga liat tumbuh subur dan memiliki. beragam warna.
"Wah indahnya, banyak sekali angsa yang hidup di sekitar sungai ini,
dan juga bunganya pun aku baru pernah melihat bung yang seperti ini mereka sangan cantik dan indah"
Xue Mei berdecak kagum melihat pemandangan yang disajikan didepan matanya senyumnya pun merekah
lebar.
Dengan perlahan Xue Mei mendekati pinggir sungai agar tak mengganggu
__ADS_1
para anda yang berenang itu, segera Xue Mei berjongkok dan mengambil
air sungai yang jernih itu menggunakan kedua telapak tangannya.
"Segarnya" Xue Mei merasa lega setelah meminum air sungai yang dingin dan menyegarkan itu.
"Mereka sangat romantis" Xue Mei menatap sepadang angsa yang sedang berenang dengan tatapan berbinar senang.
"Lebih baik aku diam disini saja sebelum pulang, lagian disini tidak ada hewan buas atau predator menggangguku"
ujar Xue Mei, kemudian Xue Mei duduk di batu besar yang berada di pinggir sungai.
sirna sudah niatan Xue Mei untuk berlatih di hutan ini karena
sejak Xue Mei memasuki hutan kayangan tidak ada satupun hewan bias yang menyerang Xue Mei entah apa penyebabnya, apa mereka sudah kenyang berburu, pikir Xue Mei.
Karena suasana hatinya yang sangat bahagia Xue Mei pun bersenandung ria,
*Mencari apa yang aku cari
Bulan bawa bintang menari, iringi langkahku
Malam hadir bawa diriku, berjumpa denganmu
Dua hati satu tujuan, melangkah bersama
Cinta hadir bawa diriku, menyentuh indahnya
Haa-aa, haa-aa*
Xue Mei terus bersenandung dengan memejamkan matanya tanpa ia sadari angsa-angsa yang sejak tadi sibuk berenang sekarang menghampiri Xue Mei yang sedang bersenandung merdu.
Angsa-angsa itu berkerumun melingkari Xue Mei.
"Eh...."Xue Mei terkejut karena kakinya dipatuk seekor angsa betina.
__ADS_1
"sakit..Loh.. loh kok jadi seperti ini,,,, apa karena suaraku begitu merdu membuat angsa-angsa ini menghampiriku. kalau seperti itu aku sangat terharu, berarti bukan hanya manusia saja yang menyukai suaraku hewan juga termasuk" Ucap Xue Mei dengan sedikit kenarsisannya.
Tak jauh dari posisi Xue Mei sekarang ada sepasang mata yang sedang mengawasi Xue Mei tanpa Xue Mei sadari.
Sosok itu tak sengaja mendengar samar-samar suara Xue Mei yang sedang bernyayi dengan sangat merdunya, dia penasaran siapa gerangan yang begitu berani memasuki hutan kayangan ini.
Ya meskipun sama persis seperti putra mahkota Feng Xian pertama kali bertemu dengan Xue Mei, tapi ini beda tempatnya yaitu di hutan sedangkan putra mahkota Feng Xian di paviliun mawar.
Sosok yang ternyata Seorang pria itu pun berhasil menemukan seseorang yang sedang ia cari duduk diatas batu di pinggir sungai yang sedang bernyayi.
"Siapa dia? kenapa dia memiliki begitu banyak keberanian untuk memasuki hutan ini? dari postur tubuhnya dia adalah seorang wanita"
Pria itu memiliki begitu banyak pertanyaan di benaknya.
Pria yang memiliki paras yang tak kalah tampan dari pangeran Qin Chen tapi tak selembut Pangetan Qin Chen melainkan pria itu terlihat sangat dingin itu terus saja memperhatikan Xue Mei, dari tempat yang cukup jauh dia bersembunyi di belakang bohong bambu yang lebat.
Tanpa pria itu sadari dirinya terseyum saat melihat Xue Mei berbicara sendiri, pria itu tak bisa melihat wajah Xue Mei karena Xue Mei terus saja menatap kearah air terjun membuat pria itu penasaran ingin melihat wajah Xue Mei.
Pria itu berjalan perlahan agar semakin dekat dengan Xue Mei tanpa si empu menyadarinya, dia anggap penasaran dengaj soso yang sedang duduk diatas baru besar itu.
tapi nasib sedang tidak berpihak kepada pria itu saat pira itu menginjakan kaki kanannya kedepan tanpa dia sadari kakinya menginjak ranting.
Krekk...
"Sialll"
Xue Mei yang memiliki pendengaran
yang tajam langsung menoleh kearah belakang dan berkata.
"Siapa itu tunjukan dirimu" Xue Mei berkata dengan nada dingin kemudian
dia langsung dalam mode siaga satu.
__ADS_1