Putri Buta

Putri Buta
Eps 95


__ADS_3

Fajar telah terlihat di ufuk timur orang-orang sudah memulai aktivitasnya masing-masing, berbeda dengan putri yang satu ini. Xue Mei dia masih terlelap dan terbuai dengan mimpinya, cara tidurnya yang tidak seperti seorang putri itu membuat Wei geleng-geleng kepala heran.


Saat ini Wei belum membangunkan sang majikan, karena dia tahu pasti nona nya sangat letih setelah berpesta semalam.


Tapi tanpa sepengetahuan para pelayan dan penjaga paviliun, ada seorang pria menyelinap masuk ke kamar Xue Mei. Pria itu tersenyum dan terkekeh pelan saat melihat cara Xue Mei tidur.


"Kau sangat brutal sekali saat tidur ya, bagai mana kalau nanti kita sudah menikah. Pasti aku akan habis ditendang olehmu saat tidur nanti" Gumamnya pelan. Putra Mahkota Feng Xian pun duduk di tepian ranjang yang tidak terisi oleh tubuh Xue Mei.


Tangan putra Mahkota Feng Xian dengan lembut menyingkirkan helaian rambut yang menghalangi wajah cantik Xue Mei. "Kapan dan dimana pun kau selalu terlihat cantik" Ucapnya dengan penuh pujaan.


Dimata putra mahkota Feng Xian di keadaan apapun Xue Mei tetaplah cantik, mau itu saat dia tidur sambil ileran pun akan dirinya bilang cantik. Memang cinta membuat orang buta saja, ckck.


Lekukan indah dibibir putra mahkota Feng Xian tak pernah pudar jika berada di sisi sang kekasih. Bagaimana kalau nanti Xue Mei pergi dari dirinya putra mahkota Feng Xian mungkin tidak akan bisa hidup lagi. "Tidak aku tidak akan membiarkan dia pergi kemana pun, dia akan selalu ada di sisiku. Jika takdir dan Tuhan menentang kita bersama aku akan melawannya walaupun dengan taruhan nyawa sekalipun"


Emmhh


Xue Mei menggeliat dan menggaruk pipinya saat merasakan tidurnya terganggu. "Wei diam lah aku masih mengantuk" Gumamnya pelan dengan suara serka khas suara orang bangun tidur.


Putra mahkota Feng Xian hanya bisa tertawa pelan melihat tingkah laku Xue Mei yang mengirim bahwa dirinya adalah pelayannya. "Hey bangun ini sudah pagi sayang" Ujar putra mahkota Feng Xian, mencoba membangunkan Xue Mei dengan mengelus pipi mulusnya.


"Lima menit lagi ya" Tawar Xue Mei manja, matanya masih tertutup rapat tapi bibirnya terus bergumam tidak jelas.


"Tidak ada lima menit, lima menit lagi ayo bangun. Dasar pemalas, bangun" Sekarang putra mahkota Feng Xian menjepit hidung kecil Xue Mei dengan ibu jari dan jari telunjuk.


Xue Mei merasa sesak nafas langsung gelagapan mencari cara agar oksigen bisa masuk ke paru-parunya. Akhirnya matanya langsung terbuka lebar sekaligus dengan mulutnya yang terbuka mencoba menghirup oksigen sebanyak-banyaknya. Xue Mei sadar ada yang mengerjai nya, kemudian dengan kesal dia langsung menepis lengan kekar yang masih bertengger manis di hidung kecilnya.


"Astaga, apa yang kau lakukan pagi-pagi buta seperti ini di kamarku, hah" Bentak Xue Mei, emosi pada sang kekasih. Saat ini Xue Mei sedang menstruasi, membuat nya menjadi emosional. Kemarin setelah pesta selesai saat diperjalanan kembali ke paviliunnya Xue Mei merasakan perutnya tiba-tiba sangat nyeri dan daerah sensitif nya pun terasa tidak nyaman dan akhirnya saat sampai di paviliun Xue Mei langsung perhitungan ke kamar mandi.


Dan hasilnya sekarang dia langsung marah-marah pada putra mahkota Feng Xian. "Aku tidak bisa bernafas tahu, bagai mana kalau aku meninggal nanti dan apa kamu tidak bisa membangunkan ku dengan lembut hah"


Putra mahkota Feng Xian hanya bungkam saat terkena amukan singa betina ini. Apa salahnya kenapa pagi-pagi dirinya sudah dimarahi seperti ini. Mungkin seperti itu isi pikiran putra mahkota Feng Xian sekarang.

__ADS_1


"Jawab heh" Sewot Xue Mei.


"Maaf aku salah, tadi aku sudah menepuk-nepuk pipimu tapi kau tidak bangun-bangun sayang" Lebih baik mengaku salah dari pada terkena amuk lagi, pikir putra mahkota Feng Xian.


Mungkin para musuh putra mahkota Feng Xian akan terkejut saat melihat putra mahkota Feng Xian hanya diam tak berkutik saat dimarahi Xue Mei seperti anak kecil dimarahi ibunya karena berbuat salah.


"Ya kamu salah dan _... Akhh. Aduh" Sebelum Xue Mei menyelesaikan omelan nya, tiba-tiba perutnya kembali terasa sangat nyeri. Membuat Xue Mei kembali merebahkan tubuhnya di kasur lalu berguling-guling untuk mencoba menahan rasa sakit.


Putra mahkota Feng Xian langsung panik melihat Xue Mei yang kesakitan. "Hey sayang kau kenapa? Apa yang sakit" Tanya putra mahkota Feng Xian penuh kekhawatiran.


"Di amlah, cepat suruh Wei kesini. Sakit sekali akhh,huuu" Bentak Xue Mei, lalu dia kembali meringis kesakitan. Perempuan diseluruh bumi ini pasti pernah merasakan sakitnya menstruasi.


Putra Mahkota Feng Xian menganggukkan kepalanya dirinya tidak bisa berkata-kata sekarang. Terlalu bingung melihat Xue Mei yang tadinya semangat memarahinya tiba-tiba melemah dan kesakitan tanpa sebab.


Dengan kelimpungan putra Mahkota Feng Xian menghilang dari hadapan Xue Mei dan kembali muncul diluar kamar Xue Mei, lebih tepatnya didepan pintu kamar Xue Mei. "Wei masuk kedalam, nonamu sedang kesakitan aku tidak tahu dia kenapa, aku bingung" Ucap putra mahkota Feng Xian pada Wei.


Dengan sigap Wei langsung masuk ke dalam kamar Xue Mei di ikuti putra mahkota Feng Xian dibelakangnya, lalu Wei melihat nona nya sedang berguling-guling di atas tempat tidur. "Nona apa kau baik-baik saja?" Tanya Wei khawatir. Padahal Wei tahu nonanya sedang mengalami nyeri menstruasi.


"Aku tidak baik-baik saja, bawakan aku obat yang kemarin aku sarankan padamu" Titah Xue Mei tanpa menoleh kearah Wei. Terlalu menyakitkan sampai-sampai saat bergerak sedikit saja rasanya nyerinya semakin berlipat ganda.


Berbeda dengan Wei yang terlihat tenang, putra mahkota Feng Xian malah semakin kelimpungan saya melihat Xue Mei yang meringkuk diam seperti anak kucing yang terlantar di jalanan. "Apa perlu ku panggilkan tabib?" Putra mahkota Feng Xian bertanya menawarkan untuk memanggil tabib dengan suara lembut. Dirinya takut terkena amukan Xue Mei lagi, ternyata sangat menyeramkan saya melihat orang yang kita cintai sedang marah.


"Tidak perlu, Wei mempunyai obatnya" Tolak Xue Mei.


"Oh baiklah" Jawab putra mahkota Feng Xian, kenapa otaknya tiba-tiba tidak bisa bekerja secara maksimal saya melihat Xue Mei kesakitan. "Kalau begitu apa yang kamu butuhkan supaya bisa mengurangi rasa sakit mu itu, selagi menunggu Wei datang membawa obat nya?"


Dengan manjanya Xue Mei merentangkan tangannya. "Peluk" Xue Mei berkata lirih, dengan menampilkan mimik wajah kesakitan.


Putra mahkota Feng Xian kembali tertawa pelan, sungguh menggemaskan sekali tingkah kekasihnya ini. Kemudian dengan penuh kelembutan putra mahkota Feng Xian memeluk Xue Mei erat dan mengelus lembut punggung Xue Mei.


Tak lama kemudian wei muncul dengan membawa sesuatu didalam cawan. "Ini nona silakan"

__ADS_1


Xue Mei mendorong pelan tubuh putra mahkota Feng Xian, agar sedikit menjauh. Dengan sedikit lemas Xue Mei mengambil cawan yang berisikan cairan berwarna kuning itu. Saat Xue Mei akan meminumnya tiba-tiba_


"Tunggu dulu apa yang kau minum itu, apa tidka perlu di tes dulu" Putra mahkota Feng Xian bertanya seperti itu karena khawatir saja takut didalam minuman itu ada racun atau zat yang membahayakan kesehatan Xue Mei.


Xue Mei mengangkat gelasnya dan menyodorkannya kepada putra mahkota Feng Xian. "Cobalah kalau begitu, ini hanya air perasan kunyit yang dicampur dengan madu asli. Ini bisa meredakan rasa nyeri saat menstruasi. Kemarin malam aku juga meminumnya tidak papa"


masih ragu mendengar penjelasan Xue Mei dan ini juga demi keselamatan Xue Mei, putra mahkota Feng Xian pun menganggukkan kepalanya pelan.


"Baiklah" Putra mahkota Feng Xian pun menerima cawan yang disodorkan Xue Mei, dengan tanpa ragu putra mahkota Feng Xian meminumnya sedikit. Putra mahkota Feng Xian mengernyitkan alisnya saat merasakan rasa kunyit yang pahit sedikit pedas dan ada rasa manis juga dari madu. "Lumayan cukup enak dan layak diminum" Batin putra mahkota Feng Xian menilai rasa dan kelayakan ramuan yang ada di tangannya.


"Bagaimana?"


"Minumlah tidak ada sesuatu didalamnya" ucap putra mahkota Feng Xian, tangannya menyodorkan cawan itu pada Xue Mei.


Rasa nyeri di perutnya sedikit membaik saat melihat tingkah konyol putra mahkota Feng Xian yang meminum perasaan air kunyit.


"Dasar aneh, kan aku sudah bilang ini aman" Cibir Xue Mei.


Setelah meminum ramuannya Xue Mei merasakan ada yang hangat mengalir dari area sensitif nya. "Yah tembus" Ucapnya pelan, pipinya langsung memerah. Dirinya malu jika putra mahkota Feng Xian melihat ada bercak darah di hanfunya nanti.


"Apa yang tembus" Tanya putra mahkota Feng Xian dengan polos.


"Sudahlah lebih baik yang mulia keluar terlebih dahulu, saya akan membantu nona untuk membersihkan diri" Wei yang mengerti dengan situasi langsung mengusir putra mahkota Feng Xian keluar dari paviliun.


"Tapi_"


"Benar kata Wei, Kekasihku sayang aku ingin mandi dan ingin tampil cantik didepan mu. Jadi kau tunggu diluar saja ya!" Pinta Xue Mei, dengan penuh permohonan. Laki-laki tidak ada yang mengerti bagai mana sengsaranya wanita saat menstruasi dihari pertama.


Bukan hanya mengalami Nyeri yang susah dijabarkan dengan kata-kata, tapi kita juga pasti saat bangun tidur akan melihat bercak merah yang menodai kasur kita. Itu sangat merepotkan sekali, kaum adam mana mengerti.


...Bersambung...

__ADS_1


***Maaf Jika banyak typo bertebaran, maklumi saja ya aku ngetik sambil menguap dan berlinang air mata menahan kantuk........


Jangan lupa kasih bunga yang bangat ya kakak-kakak semuanya, yang baik hati dan tidak sombong***.....


__ADS_2