Putri Buta

Putri Buta
Eps 49


__ADS_3

Pangeran Qin Chen dan Xue Mei terus berbicara membahas


hal-hal remeh, tapi tiba-tiba pangeran Qin Chen memegang kedua


tangan Xue Mei yang di letakan


di atas meja.


"Eh!?" Xue Mei tersentak


kaget karena tiba-tiba tangannya


di genggam oleh pangeran Qin Chen.


"Ada apa Chen Chen?"


Pangeran Qin Chen tak menjawab


pertanyaan Xue Mei, tapi pangeran


Qin Chen menatap wajah Xue Mei


dengan lekat dengan tatapan penuh cinta.


Xue Mei menjadi salah tingkah


karena di tatap begitu intens oleh


pangeran Qin Chen.


"Chen ada apa? apa ada yang


sakit?" ujar Xue Mei, hati Xue Mei serasa akan copot jika terus diperhatikan


seperti itu oleh pangeran Qin Chen.


"Tidak papa Xue Xue


apa aku boleh meminta sesuatu


sebelum aku pergi!!" ucap pangeran


Qin Chen, dia terus menatap Xue Mei penuh cinta dan kasih.


Seperti disambar petir di siang


bolong Xue Mei terkejut saat


mendengar perkataan pangeran Qin Chen, berarti dia sudah tahu kalau


hidupnya tak akan lama lagi. pikir Xue Mei.


"Ja-jadi kamu sudah tahu?"


Xue Mei malah bertanya bukan menjawab pertanyaan pangeran Qin Chen Long.


Xue Mei memberanikan


diri untuk menatap wajah tampan pangeran Qin Chen dengan sorot mata sendu.

__ADS_1


Pangeran Qin Chen terus


menggenggam kedua tangan Xue Mei dengan lembut.


"Ya aku tahu saat tabib Yu


mengatakan hidupku hanya tinggal satu bulan lagi


sebenarnya aku sudah sadarkan


diri. Jadi apa aku boleh


meminta satu permintaan padamu?"


Sesudah mengatakan semuanya


pangeran Qin Chen mengecup


kedua tangan Xue Mei bergantian.


Dimana itu membuat


Xue Mei tersipu malu kedua pipinya


yang merah alami semakin memerah sangkan malunya menghadapi


sikap Pangeran Qin Chen yang penuh


dengan kelembutan.


"Jawablah!!"


"Me-memang apa yang kau


mau dariku pasti akan aku kabulkan"


Pangeran Qin Chen terseyum penuh kelembutan mendengar


mendengar bahwa Xue Mei akan mengabulkan apapun yang dia mau.


"Apa kau mau menjadi kekasihku!!" Pinta pangeran Qin Chen penuh harap.


"Apa?" Saking terkejutnya Xue Mei menarik kedua tangannya dari


genggaman pangeran Qin Chen.


"Ka-kau se-serius" ucap Xue Mei terbata.


"Tentu aku serius apa kau mau menjadi kekasihku sampai


aku pergi dari dunia ini,,, kalau boleh aku jujur sebenarnya aku sejak pertama


kali kita bertemu aku langsung jatuh hati" pangeran Qin Chen berkata dengan jujur.


Deg.. deg..


Jantung Xue Mei berdetak semakin cepat saat mendengar perkataan


pangeran Qin Chen, dia tak menyangka kalau teman dari pemilik tubuh

__ADS_1


yang asli menyukainya, tapi sayang


Xue Mei yang asli telah tiada.


"A-aku.." Xue Mei gugup sekaligus


bingung harus menjawab apa.


Pangeran Qin Chen kembali memegang tangan Xue Mei meletakkannya di dada kirinya.


"Tolong jangan menolak,


hidupku tak lama lagi jadi aku mohon


jangan menolakku"


Kalau boleh jujur sebenarnya Xue Mei


tak ada rasa pada pangeran


Qin Chen, Xue Mei hanya


menganggap pangeran Qin Chen


teman tak lebih dari itu.


"Bagai mana ini aku bingung??, aku ingin menolaknya tapi hidup


Chen tak akan lama lagi bagai mana ini" Xue Mei berkata dalam hati, bimbang.


Pangeran Qin Chen terus menatap


lekat wajah cantik Xue Mei.


"Heyyy!" Pangeran Qin Chen


menarik tangan Xue Mei karena pangeran Qin Chen melihat kalau Xue Mei malah melamun.


mungkin karena terlalu kuat


menariknya Xue Mei sampai


terhuyung dan jatuh di dada bidang pangeran Qin Chen.


"Aduh,, kenapa sih" Xue Mei mengaduh karena hidung mungilnya nyeri menabrak dada bidang pangeran Qin Chen yang keras.


Xue Mei menyadari posisinya


sekarang yang berada di pelukan pangeran Qin Chen, dia mencoba


bangkit berdiri tapi pangeran Qin Chen malah menahannya malah memeluk


pinggang Xue Mei dengan erat.


"Lepaskan aku Chen!!!"


"Jawab pertanyaanku dulu??"


***Bersambung......

__ADS_1


Jangn lupa like & vote***....


__ADS_2