
Pangeran Qin Chen dan Xue Mei terus berbicara membahas
hal-hal remeh, tapi tiba-tiba pangeran Qin Chen memegang kedua
tangan Xue Mei yang di letakan
di atas meja.
"Eh!?" Xue Mei tersentak
kaget karena tiba-tiba tangannya
di genggam oleh pangeran Qin Chen.
"Ada apa Chen Chen?"
Pangeran Qin Chen tak menjawab
pertanyaan Xue Mei, tapi pangeran
Qin Chen menatap wajah Xue Mei
dengan lekat dengan tatapan penuh cinta.
Xue Mei menjadi salah tingkah
karena di tatap begitu intens oleh
pangeran Qin Chen.
"Chen ada apa? apa ada yang
sakit?" ujar Xue Mei, hati Xue Mei serasa akan copot jika terus diperhatikan
seperti itu oleh pangeran Qin Chen.
"Tidak papa Xue Xue
apa aku boleh meminta sesuatu
sebelum aku pergi!!" ucap pangeran
Qin Chen, dia terus menatap Xue Mei penuh cinta dan kasih.
Seperti disambar petir di siang
bolong Xue Mei terkejut saat
mendengar perkataan pangeran Qin Chen, berarti dia sudah tahu kalau
hidupnya tak akan lama lagi. pikir Xue Mei.
"Ja-jadi kamu sudah tahu?"
Xue Mei malah bertanya bukan menjawab pertanyaan pangeran Qin Chen Long.
Xue Mei memberanikan
diri untuk menatap wajah tampan pangeran Qin Chen dengan sorot mata sendu.
__ADS_1
Pangeran Qin Chen terus
menggenggam kedua tangan Xue Mei dengan lembut.
"Ya aku tahu saat tabib Yu
mengatakan hidupku hanya tinggal satu bulan lagi
sebenarnya aku sudah sadarkan
diri. Jadi apa aku boleh
meminta satu permintaan padamu?"
Sesudah mengatakan semuanya
pangeran Qin Chen mengecup
kedua tangan Xue Mei bergantian.
Dimana itu membuat
Xue Mei tersipu malu kedua pipinya
yang merah alami semakin memerah sangkan malunya menghadapi
sikap Pangeran Qin Chen yang penuh
dengan kelembutan.
"Jawablah!!"
"Me-memang apa yang kau
mau dariku pasti akan aku kabulkan"
Pangeran Qin Chen terseyum penuh kelembutan mendengar
mendengar bahwa Xue Mei akan mengabulkan apapun yang dia mau.
"Apa kau mau menjadi kekasihku!!" Pinta pangeran Qin Chen penuh harap.
"Apa?" Saking terkejutnya Xue Mei menarik kedua tangannya dari
genggaman pangeran Qin Chen.
"Ka-kau se-serius" ucap Xue Mei terbata.
"Tentu aku serius apa kau mau menjadi kekasihku sampai
aku pergi dari dunia ini,,, kalau boleh aku jujur sebenarnya aku sejak pertama
kali kita bertemu aku langsung jatuh hati" pangeran Qin Chen berkata dengan jujur.
Deg.. deg..
Jantung Xue Mei berdetak semakin cepat saat mendengar perkataan
pangeran Qin Chen, dia tak menyangka kalau teman dari pemilik tubuh
__ADS_1
yang asli menyukainya, tapi sayang
Xue Mei yang asli telah tiada.
"A-aku.." Xue Mei gugup sekaligus
bingung harus menjawab apa.
Pangeran Qin Chen kembali memegang tangan Xue Mei meletakkannya di dada kirinya.
"Tolong jangan menolak,
hidupku tak lama lagi jadi aku mohon
jangan menolakku"
Kalau boleh jujur sebenarnya Xue Mei
tak ada rasa pada pangeran
Qin Chen, Xue Mei hanya
menganggap pangeran Qin Chen
teman tak lebih dari itu.
"Bagai mana ini aku bingung??, aku ingin menolaknya tapi hidup
Chen tak akan lama lagi bagai mana ini" Xue Mei berkata dalam hati, bimbang.
Pangeran Qin Chen terus menatap
lekat wajah cantik Xue Mei.
"Heyyy!" Pangeran Qin Chen
menarik tangan Xue Mei karena pangeran Qin Chen melihat kalau Xue Mei malah melamun.
mungkin karena terlalu kuat
menariknya Xue Mei sampai
terhuyung dan jatuh di dada bidang pangeran Qin Chen.
"Aduh,, kenapa sih" Xue Mei mengaduh karena hidung mungilnya nyeri menabrak dada bidang pangeran Qin Chen yang keras.
Xue Mei menyadari posisinya
sekarang yang berada di pelukan pangeran Qin Chen, dia mencoba
bangkit berdiri tapi pangeran Qin Chen malah menahannya malah memeluk
pinggang Xue Mei dengan erat.
"Lepaskan aku Chen!!!"
"Jawab pertanyaanku dulu??"
***Bersambung......
__ADS_1
Jangn lupa like & vote***....