
Malam semakin larut para tamu undangan perlahan mulai kembali ke kamar mereka masing-masing. Begitu pula dengan tuan rumah mereka juga sudah kembali ke paviliunnya.
Tinggal menyisakan para pelayan yang sedang membereskan semua sisa pesta tadi, agar taman kembali seperti semula sebagai mana mestinya.
...****...
Suasana di istana Li sudah sepi lantaran waktu sudah memasuki dini hari. Udara pun berubah menjadi sangat dingin bintang dan bulan masih terlihat bersinar terang di langit malam.
Berbeda dengan para tamu yang lain, Putra mahkota Qin Li menyelinap keluar dari kamarnya dengan mengendap-endap supaya tidak ketahuan prajurit istana Li dirinya memerintahkan penjaga bayangannya untuk tidak mengikutinya. Putra mahkota Qin Li berencana ingin menemui kaisar Han Jing Yun untuk di ajak bekerja sama mengalahkan putra mahkota Feng Xian. Putra mahkota Qin Li berlari dan melompat di atas atap bangunan dengan menggunakan ilmu peringan tubuh menuju kearah selatan istana Li dimana kamar kaisar Han Jing Yun berada, sedangkan kamar yang ditempati putra mahkota Qin Li berada di daerah barat istana.
Sekitar lima menit dirinya berlari dan melompati setiap atap bangunan akhirnya dirinya sampai dihalaman paviliun yang digunakan kaisar Han Jing Yun.
Dengan perlahan putra mahkota Qin Li melompat turun dan menampakan kakinya di tanah, lalu putra mahkota Qin Li berjalan dengan perlahan agar tidak menimbulkan suara. Lorong demi lorong paviliun putra mahkota Qin Li lewati tapi belum melihat keberadaan pintu kamar kaisar Han Jing Yun, dan saat putra mahkota Qin Li berbelok ke kiri dirinya melihat seorang pria sedang berdiri diujung lorong.
Dari postur tubuhnya yang tinggi dan gagah putra mahkota Qin Li bisa menebak jika orang itu adalah kaisar Han Jing Yun. Tanpa ragu putra mahkota Qin Li menghampiri kaisar Han Jing Yun.
Saat jarak putra mahkota Qin Li tinggal satu meter lagi dari Kaisar Han Jing Yun, tiba-tiba kaisar Han Jing Yun membalikan tubuhnya secepat kilat dan tak lupa pedang yang dia genggam mengarah kepada putra mahkota Qin Li.
Rambut hitam legam Kaisar Han Jing Yun yang di gerai seperti terbawa terbang dan bergoyang indah saat kaisar Han Jing Yun bergerak. Saya ini kaisar Han Jing Yun sedang memakai hanfu santai yang bisanya ia kenakan saat akan pergi tidur. Berbeda dengan putra mahkota Qin Li yang masih memakai hanfu yang tadi dipakai di pesta. Lorong yang keduanya tempati cukup gelap hanya ada satu lampion yang menggantung dan sinar bulan yang membantu meneranginya.
Dengan mudah kaisar Han Jing Yun bisa mengenali laki-laki yang secara diam-diam mendekati dirinya itu. "Ada urusan apa sehingga putra mahkota kerajaan Qin yang terhormat ingin menemui diriku larut malam begini?" Ucapan yang terlontar dari bibir kaisar Han Jing Yun terdengar sangat dingin. Pedangnya masih ditodongkan kearah putra mahkota Qin Li.
__ADS_1
Apa kalian masih ingin kalau kerajaan Han dan Kerajaan Qin adalah musuh abadi. Jadi wajar saja kaisar Han Jing Yun bersikap dingin pada keturunan kerajaan Qin.
Meski putra mahkota Qin Li terkejut karena kaisar Han Jing Yun bisa merasakan keberadaan dirinya, dua langsung mencoba menenangkan diri. "Salam yang mulia kaisar Han Jing Yun" Ucap putra mahkota Qin Li sopan, tangannya mencoba menyingkirkan pedang yang ada di depan wajahnya sekarang.
Putra mahkota Qin Li menelan ludahnya kasar saat melihat pedang kaisar Han terlihat sangat mengkilap dan memantulkan cahaya saat terkena sinar bulan, yang berarti pernah itu sangatlah tajam.
Tapi kaisar Han Jing Yun tidak mengikuti keinginan putra mahkota Qin Li dan masih menodongkan padang nya kearah putra mahkota Qin Li. "Yang Mulia bisa tolong turunkan dulu pedangmu, saya ingin membicarakan hal yang penting denganmu dan lupakan dulu tentang permusuhan antara kedua kerajaan kita" Pinta putra mahkota Qin Li tanpa menurunkan derajatnya sedikitpun.
Kemudian dengan kasar kaisar Han Jing Yun memasukan padang nya kembali kedalam sarungnya. "Ada apa? cepatlah saya tidak suka basa-basi" Ucap kaisar Han Jing Yun penuh perintah, dirinya tidak takut terjadi apapun karena telah memerintahkan seorang Putra mahkota yang notabene nya akan menjadi kaisar dimasa yang akan datang.
Senyum miring tercetak jelas dibibir putra mahkota Qin Li. "Saya akan membantu anda " menghabisi Feng Xian" Ucapan putra mahkota Qin Li to the poin.
Sebelah alis kaisar Han terangkat sebelah, lalu menatap putra mahkota Qin Li tajam. " Darimana anda tahu kalau saya ingin membunuhnya. Apa selama ini anda memata-matai saya...Hah" Tiba-tiba kaisar Han mengerang marah, dirinya tidak suka jika ada seseorang yang ikut mencampuri urusannya.
Author: Memang tidak tahu diri... Ckck
"Bohong aku tahu setelah kau mengetahui bahwa mantan tanganmu itu bisa melihat lagi kau menginginkannya kembalikan? Dasar serakah"
"Tidak sama sekali" Elak putra mahkota Qin Li, menolak fakta yang di katakan kaisar Han Jing Yun
Kaisar Han Jing Yun menyipitkan matanya, menatap penuh selidik pada putra mahkota Qin Li. "Ah sudah lah" Tolak kaisar Han tak minat dengan kerja sama yang diajukan putra mahkota Qin Li. Setelah itu kaisar Han berjalan melewati tubuh putra mahkota Qin Li, tapi_
__ADS_1
"Tunggu" Cegah putra mahkota Qin Li, dirinya belum menyerah meski telah ditolak mentah-mentah oleh Kaisar Han. "Saya tahu siapa musuh terbesar putra mahkota Feng Xian"
Langkah kaisar Han pun terhenti, sedikit tertarik dengan topik yang diucapkan putra mahkota Qin Li. "Siapa?" Tanyanya datar sambil membalikan badannya kembali. menghadap ke putra mahkota Qin Li.
"Chang Yi" Ucap putra mahkota Qin Li singkat, menyebutkan nama pria yang memiliki surai berwarna putih itu.
"Chang Yi" Ujar kaisar Han mengatakan kembali apa yang putra mahkota Qin Li katakan, takut salah dengar.
"Benar, dia adalah sahabat masa kecil Feng Xian. Tapi hanya karena seorang wanita mereka sekarang menjadi musuh" Ucap putra mahkota Qin Li menjelaskan secara garis besar, bagi mana keduanya bisa bermusuhan.
Kaisar Han mengerutkan dahinya, dirinya merasa asing dan tidak pernah mengetahui tentang hal semacam ini. "Darimana kau tahu berita seperti ini?" Tanya kaisar penasaran.
"Tentu saja aku tahu, berita ini pernah menjadi gosip terpanas beberapa tahun yang lalu" Putra mahkota Qin Li kembali menjelaskannya. "Apa anda tidak mengetahui berita ini?"
"Tidak" Jawab kaisar Han singkat. "Terus dimana sekarang pria yang bernama Chang Yi itu tinggal, apa dia sudah mati" Perbincangan keduanya mulai serius, lorong yang gelap dan suasana yang hening membuat siapa saja yang melewatinya bergidik ngeri. Tapi itu menguntungkan bagi kedua pria itu.
"Dia sepertinya masih hidup, tapi mencari keberadaanya cukup sulit"
"Tidak masalah aku akan mencari pria itu dan bekerja sama untuk memusnahkan pria sampah itu" Ujar kaisar Han Jing Yun dengan penuh tekad.
"Ciri yang paling menonjol dari Chang Yi adalah dia memiliki warna rambut putih keperakan yang sangat jarang sekali orang bisa memilikinya.
__ADS_1
...Bersambung...