
Keesokan harinya Masyarakat kerajaan Qin heboh dengan berita tentang pangeran kedua yang diserang oleh pembunuh bayaran dan mereka juga heboh dengan berita bahwa dalang dari semua itu adalah kedua selir dan putri kedua jenderal besar Zang.
Pagi hari mungkin sekitar jam setengah sembilan dimana hari ini diadakannya eksekusi mati selir My Fan, selir Xiao Ping dan Zang Ziyi.
tangan mereka diikat kuat dan
kepala mereka juga diapit oleh papan yang tengahnya terdapat lingkaran,
tubuh mereka pun penuh dengan luka dan darah yang sudah mengering.
Mereka bertiga pun di pertontonkan di alun-alun ibu kota kerajaan Qin dan banya khalayak yang menyaksikan acara eksekusi ini.
Selir Mu Fan dan selir Xiao ping hanya pasrah dengan nasib mereka, mereka tinggal menanti ajal menjemput. Tapi tidak dengan Zang Ziyi dia selalu menangis dengan histeris dan meminta tolong kepada sang ayah untuk membebaskannya dari hukuman yang tak bisa lagi untuk ia hindari.
"Ayah tolong aku, minta yang mulia kaisar untuk membebaskan aku dari hukuman mengerikan ini ayahhhh huhuu" Zang Ziyi berteriak dan menangis meraung, tubuh Zang Ziyi penuh dengan luka cambukan sampai ke wajahnya pun tak luput mendapatkan cambukan.
jenderal Zang Yuan tak berkutik dia hanya diam di tempat tak bisa menolong putri keduannya itu, kemarin
dirinya memohon kepada kaisar Qin Luo untuk melepaskan putrinya dan biarkan dirinya yang menghukumnya atap apa yang
telah ia lakukan.
Jenderal Zang hanya mohon untuk membebaskan putrinya keduanya tapi tidak dengan kedua selirnya, dirinya berpikir kedua selirnya pantas
mendapatkan semua ini, tapi tidak dengan putri keduannya mungkin karena
hasutan dari keduannya putri keduannya jadi ikut-ikutan.
Tapi nihil kaisar Qin Luo tak mendengarkan permintaannya, alhasil jendela
Zang hanya bisa diam dan dirinya juga kerasa sedikit menyesal tak bisa
melakukan apapun untuk putri keduannya.
"Maafkan ayah tak bisa membantumu, ayah tak berguna" ucap jenderal Zang dalam hati, jenderal Zang menatap Putri keduannya dengan sendu.
__ADS_1
Jenderal Zang berdiri di samping
kaisar Qin untuk menyaksikan eksekusi ketiganya mereka berdiri paling
depan,
Xue Mei juga ikut melihat acara eksekusi itu bersama dengan kakaknya Zang Zingqin
dan Zang Yuki.
Zang Yuki menangis melihat ibunya yang akan di hukum mati,
meski dia tahu ibunya bersalah tapi tetap saja dia menyayangi orang yang telah melahirkannya keduania ini.
"Suutt tenanglah" Xue Mei hanya bisa menepuk bahu adiknya mencoba untuk meredakan tangisan Zang Yuki
dan cara itupun sedikit
membantu.
"Tidak kakak tidak salah ini semua memang salah ibu" Kata Zang Yuki, dirinya menatap kedepan tpat eksekusi akan segera dilaksanakan beberapa menit lagi.
"Jadi laki-laki itu harus tegar jangan menagis itu memalukan" meskipun ada sedikit sindiran didalam perkataan Zang zingqin tapi dia tetap menyayangi adik laki-lakinya da Zang Zingqin
juga sedikit menyayangi Zang Ziyi.
"Iya kak" dengan segera Yuki
mengelap air matanya yang mengalir.
beberapa menit kemudian ada tiga algojo datang denganbawa pedang panjang yang sangat tajam di lengan mereka masing-masing dan mereka mendekat kearah selir Mu Fan
, selir Xiao Ping dan Zang Ziyi.
Ketiga algojo itu telah siap memisahkan kepala dari tempat semestinya dan mereka pun berdiri di sisi kanan.
Setelah ketiga algojo itu berdiri disebelah selir Xiao ping, selir mu fan dan Zang Ziyi datanglah seorang kasim yang akan membacakan kesalahan-kesalahan yang diperbuat ketiganya.
__ADS_1
"Mereka bertiga melakukan
kesalahan patal diantaranya meracuni nona Zang Xue Mei, Pencobaan
pembunuhan yang sudah tak terhitung kepada nona Za
Xue Mei dan yang terakhir mereka bertiga juga menyewa seorang pembunuh
bayaran untuk menyerang nona Zang Xue Mei tapi mereka malah menyerang pangeran kedua kerajaan kita.
Dengan ini mereka akan
di eksekusi mati" Sang kasim menyebutkan kesalahan ketiganya panjang lebar,
kemudian setelah selesai dia segera menyingkir.
Zang Ziyi sudah tak memiliki tenaga lagi untuk meminta tolong pada siapa pun sekarang dia sudah pasrah dengan nasibnya.
"Mulai" Kaisar Qin Luo memerintahkan ketiga algojo itu agar segera memenggal kepala ketiganya dan.
cresss
brekk... brekkk... brekkk
Suara tebasan menyayat leher
dengan darah yang muncrat kemana-mana dan suara kepala terjatuh dan menggelinding
membuat para wanita muda yang melihat eksekusi itu menjerit kaget dan takut.
Xue Mei bergidik ngeri melihatnya, seumur-umur dirinya baru kali ini melihat eksekusi mati secara live.
Sedangkan jenderal Zang memejamkan matanya tal sanggup melihat kepala putri keduanya menggelinding terpisah dari tubuhnya.
Eksekusi pun berjalan dengan lancar, mayat selir Mu Fans, selir Xiao Ping dan Zang Ziyi di letakan ditengah Alun-alun sampai tiga hari kedepan agar para masyarakat takut dan tak ada niatan untuk berkhianat pada kerajaan.
Bersambung.......
__ADS_1