
"Bagai mana?" Tanyanya pada sang anak buah.
"Berhasil yang mulia, semua obat atau pun racun yang anda buat tidak pernah gagal. Ini sangat hebat, semua warga desa Wang di Kerajaan Li 70% terinfeksi penyakit ini"
"Hahaha... Bagus, semakin cepat aku mendapatkanmu permaisuriku. Kita tinggal menunggu kapan kamu akan datang kepadaku dan memohon bantuan ku" Seringai iblis terukir di wajah tampannya, aura kelicikan kaisar Han Jing Yun sangat mendominasi aula singgasana kerajaan Han.
Prajurit yang menyampaikan pesan tersebut bergidik ngeri melihat seringai dari atasannya itu.
...🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀...
"Yang mulia, Yang mulia" Teriak kasim Wen di siang bolong mencari keberadaan kaisar Feng Yi San.
Kasim Wen terus berlari menelusuri setiap lorong istana kaisar Feng, saat dia menoleh ke taman dia melihat sang kaisar sedang duduk bersantai bersama permaisuri di gazebo.
"Yang mulia"
"Apa? Berisik" Kaisar Feng Yi San membentak kasim kepercayaan nya itu. Kaisar Feng Yi San merasa hari damainya terganggu oleh kehadiran kasim Wen.
Kasim Wen pun mengeluarkan satu gulungan kertas dari lengan baju kanannya. "Yang mulia ini ada surat dari kerajaan Li, sepertinya penting"
"Surat? Apa mereka ingin menanyakan keadaan Feng Xian lagi" Ujar permaisuri Rong Lin
Sebab selama satu bulan lebih sudah beberapa surat resmi dari kerajaan Li di kirim ke istana Feng untuk menayangkan kondisi kesehatan putra mahkota Feng Xian.
"Hamba tidak tahu yang mulia permaisuri" Ucap kasim Wen sambil menundukkan kepalanya.
Kaisar Feng Yi San tiba-tiba merasakan firasat buruk saat memegang surat dari kerajaan Ku. Kemudian kaisar Feng Yi San membuka surat itu dengan buru-buru. Kaisar Feng Yi San tidak langsung membaca surat itu melainkan dia melihat terlebih dahulu stempel kerajaan Li asli atau tidaknya.
"Ini asli" Ucap kaisar Feng Yi San pelan. Kemudian kaisar Feng mulai membaca surat itu dengan teliti dan membaca tiap kata dari surat itu tanpa terlewat
__ADS_1
Seketika raut wajah kaisar Feng Yi San menjadi sendu menunjukkan rasa iba dan prihatin setelah membaca isi surat dari kaisar Li.
Isi surat itu di tulis langsung oleh kaisar Li Hao Jin, di sana kaisar Li Hao Jin menjelaskan semua tentang wabah penyakit yang menyerang warga desa Wang.
"Ada apa dengan isi surat itu?"
Setelah selesai membaca surat tersebut kaisar Feng Yi San kembali menutup surat tersebut. "Kerajaan Li sedang terkena musibah. Ada wabah penyakit yang menyerang warga-warga desa di sana"
"Terus bagai mana?"
"Wabah itu berasal dari seekor cacing air yang sudah terinfeksi virus. Ayo kita pergi"
"Yang mulia tunggu dulu, coba jelaskan lebih detail tentang wabah ini, dan kenapa anda begitu tergesa-gesa? Anda mau kemana?" Ujar permaisuri menahan kepergian kaisar Feng.
"Permaisuri dengarkan aku, wabah itu bisa saja sampai menyebar ke kerajaan kita jadi aku harus dengan sigap menangani wabah ini sebelum sampai ke ke kerajaan kita" Ucap kaisar Feng Yi San.
Meski tidak terlalu rinci menjelaskan isi surat itu tapi kaisar Feng Yi San yakin bahwa permaisuri nya mengerti dengan apa yang dirinya katakan. Setelah itu dengan tergesa kaisar Feng Yi San berjalan menuju ruangan tempat khusus yang dipakai untuk rapat bersama para menteri-menteri kerajaan Feng.
"Baik" Segera setelah itu para prajurit berpencar untuk memberitahu informasi mendadak dari kaisar Feng Yi San.
Seorang prajurit bertubuh besar berlari menuju paviliun putra mahkota Feng Xian, dia berlari dengan begitu buru-buru untuk segera menemui putra mahkota Feng Xian.
Saat akan melewati gerbang masuk paviliun putra mahkota Feng Xian, prajurit itu di hadang prajurit lain yang sedang berjaga di gerbang paviliun.
"Biarkan aku lewat, ada pesan penting dari yang mulia kaisar!" Pintanya pada kedua prajurit itu.
Kedua prajurit penjaga gerbang itu saling bertatapan, mereka saling berkomunikasi melalui tatapan mata tak lama kemudian keduanya mengangguk dan membiarkan prajurit itu untuk menyampaikan pesan kaisar Feng Yi San kepada putra mahkota Feng Xian.
"Silakan" Serempak kedua prajurit itu mempersilakan pria bertubuh besar itu masuk setelah pintu gerbang paviliun terbuka.
__ADS_1
Kembali berlari prajurit itu mencari dimana keberadaan putra mahkota Feng Xian dan tak perlu berlari mengelilingi paviliun putra mahkota prajurit itu sudah menemukan putra mahkota Feng Xian sedang duduk santai dengan di temani Guan di taman paviliun.
Sebenarnya putra mahkota Feng Xian di larang untuk berkeliaran keluar istana Feng oleh Kaisar Feng Yi San sebelum tubuh putra mahkota Feng Xian benar-benar sembuh total.
Tanpa membantah perintah dari ayahandanya putra mahkota Feng Xian berdiam diri di paviliun nya selama ini untuk di obati para tabib. Agar luka-lukanya cepat kering.
"Salam hormat yang mulia putra mahkota" Prajurit itu membungkuk di depan putra mahkota Feng Xian.
Putra mahkota Feng Xian hanya menatap datar prajurit itu tanpa mengatakan satu katapun.
Guan yang melihat itu memiliki angkat bicara menggantikan putra mahkota Feng Xian.
"Ada apa?" Tanya Guan Singkat.
"Itu Tuan yang mulia menyuruh putra mahkota Feng Xian untuk segar menghadiri rapat darurat yang di buat mendadak oleh yang mulia kaisar"
"Rapat? Tumben biasanya ayahanda jarang mengadakan rapat dadakan" Ujar putra mahkota Feng Xian.
Putra mahkota Feng Xian merasa aneh karena biasanya kaisar Feng hanya mengadakan rapat satu minggu sekali untuk membahas masalah luar dan dalam kerajaan saja.
"Hamba tidak tahu, tapi semua pangeran wajib hadir dalam rapat ini, Yang mulia kaisar memerintahkan untuk semua orang seger hadir di ruang rapat dalam 10 menit" Jelas prajurit itu.
Tanpa banyak bicara lagi putra mahkota Feng Xian segera beranjak dari duduknya dan berjalan dengan tergesa.
"Tunggu putra mahkota!" Ucap Guan, dia berlari untuk mengejar putra mahkota Feng Xian yang berjalan dengan cepat tanpa menunggu nya.
"Sepertinya ada hal yang sangat penting ingin ayahanda sampaikan sampai-sampai kita harus sudah berada di ruang rapat dalam 10 menit" Ucap putra mahkota Feng Xian, saat Guan sudah berjalan di sampingnya.
"Sepertinya begitu"
__ADS_1
...Bersambung...